
Triingg... Triingg!
Serra baru saja keluar dari kelasnya bersama kedua sahabatnya, karena saat waktunya untuk pulang. Serra tak langsung pulang ke mansion tapi dia akan mengunjungi rumah ibunya. Saat sedang berjalan depan kelas IPS 1, sahabatnya Rachel menghentikan langkahnya dan menengok ke dalam kelas tersebut.
“Arka ganteng banget ya guys. Rasanya gue pengen peluk tu orang!” Seru Rachel.
“Heh jangan ngayal lo nanti malah sakit hati, pas tahu kalau Arka tuh dah punya pacar,” ucap Nabilla.
“Sebelum janur kuning melengkung, masih ada kesempatan buat gue dapatin ayang Arka.” Perkataan Rachel, membuat hati Serra memanas. Bagaimana jika Rachel tahu bahwa Arka telah menikah dan istrinya tengah berjalan bersama dengannya.
Nabilla menarik tangan Rachel, agar berhenti menatap most wanted sekolah ini. Nabilla takut sahabatnya malah sakit hati mengetahui bahwa Arka telah memiliki pacar.
Serra geleng-geleng kepala menatap kedua sahabatnya, sebelum mengejar mereka. Serra menyempatkan menengok ke dalam kelas Arka, tepat sekali Arka yang merasa diperhatikan menoleh ke luar pintu dan mendapati Serra istrinya menatapnya. Keduanya saling bertatapan beberapa menit sebelum Arka mengakhiri dengan mengedipkan matanya.
‘Love you’ Arka mengatakan dengan gerakan bibir saja tanpa suara. Seketika wajah Serra bersemu mendengarnya walaupun tak secara langsung.
Serra melambaikan tangan untuk segera pergi, sebelum teman-teman Arka sadar dengan dirinya yang berada di luar kelas.
“Ra,” panggil Rachel.
“Iya Chel kenapa?” Tanya Serra.
“Gue anterin pulang mau ya,” tawar Rachel.
“Enggak usah Chel, aku mau naik angkot aja,” tolak Serra.
“Benaran enggak mau kita anterin aja, biar lo cepat sampai rumahnya,” ujar Nabilla menatap serius Serra.
Serra menggeleng, “Beneran aku naik angkot aja.”
“Kita duluan ya.” Pamit keduanya masuk ke dalam mobil jemputan mereka masing-masing dan meninggalkan Serra yang masih berdiri menunggu angkot datang.
Beberapa menit setelah kepergian sahabatnya, angkot yang sedari tadi ditunggunya datang. Gadis itu langsung naik, ternyata angkotnya penuh dan dia harus berdesak-desakan. Sebenarnya ini bukan kali pertama Serra naik angkot, karena memang dia sudah sering dan terbiasa.
“Stop disini pak,” seru Serra agar diturunkan di depan sebuah gang kecil yang hanya bisa dilintasi sepeda motor saja. Kendaraan roda empat tidak akan muat jika masuk ke dalam gang kecil dimana rumah kontrakan ibunya berada.
Setelah membayar biaya dari naik angkot, Serra berjalan masuk ke dalam gang untuk sampai ke kontrakan ibunya. Sepanjang jalan banyak anak kecil bermain. Memang di dalam gang kecil ini ada sebuah TK dan SD untuk anak-anak yang kurang mampu.
Tokk... tokk..
__ADS_1
“Assalamualaikum ibu,” seru Serra mengucapkan salam dengan memanggil ibunya.
“Waalaikumsalam! Fia masuk nak,” ujar Rida sumringah menyambut kedatangan putrinya yang baru berkunjung ke rumahnya setelah satu minggu menikah. Rida menyuruh putrinya masuk, memang ia kerap memanggil Serra dengan sebutan Fia.
“Heum harum sekali bu, ibu pasti masak soto ya,” tebak Serra.
“Benar sekali nak, kebetulan kamu ada disini nanti ibu kasih soto untuk kamu bawa pulang.”
Serra mengangguk ria, ibunya memang selalu begitu. Kadang jika dia pergi kerumah sahabatnya mengerjakan tugas. Ibunya selalu menyuruh dia membawa makanan ataupun cemilan buatan sendiri untuk dimakan bersama sahabatnya.
“Fia suami mu enggak ikut kesini nak,” ujar Rida tak melihat keberadaan menantunya sedari tadi.
Serra menggeleng, “Arka masih ada kegiatan bu disekolah,” katanya.
Rida mangut-mangut paham. “Fia, ibu mau tanya sesuatu boleh?”
“Boleh dong bu.”
“Apa keluarga Arka memperlakukan mu dengan baik disana?”
“Baik kok bu, mereka bahkan tidak membolehkan ku memasak di dapur. Padahal aku sangat suka memasak,” ucap Serra berbohong, dia tak mau membuat ibunya bersedih, saat mengetahui bagaimana mama mertua memperlakukannya.
“Loh kenapa wajah mu merah nak, pertanyaan ibu gasalahkan,” ujar Rida.
“Enggak ibu, hanya saja Serra malu kalau ditanya itu,” ucap Serra.
Rida terkekeh mendengar ucapan putrinya. “Wajar nak kamu seperti itu, setiap orang ditanya tentang malam pertama pasti malu. Padahal menurut ibu itu biasa saja untuk orang yang telah menikah. Jadi apa kamu sudah melakukan kewajiban mu sebagai istri, nak?”
Serra menggelengkan kepalanya, “Belum bu.. Mamah Devita meminta kami berdua untuk tidak melakukannya sebelum kami lulus sekolah. Mamah tidak mau aku hamil saat masih sekolah...”
“Ternyata mertua mu baik sekali ya nak, memikirkan kalian untuk kedepannya. Kamu turuti saja kemauan mertua mu itu, karena ibu yakin itulah yang terbaik untuk kalian. Ibu juga tidak mau kamu hamil sekarang, umur mu masih muda. Mengandung di usia muda rentan keguguran.."
“Bu, masakan udah matang belum, Fia laper..” Katanya sambil mengelus perutnya yang tengah berbunyi.
“Sudah nak, sebentar ibu siapin makanan buat kamu.”
Serra pun duduk di meja makan kecil milik mereka yang hanya ada dua kursi. Dia menunggu ibunya menyiapkan makanan untuk dirinya.
...***...
__ADS_1
Eldrick’s Corp
Arlezivanno Eldrick Xander, anak kedua dari pasangan Damareno dan Rosalia...
Arlez sedang berada di kantor Eldrick’s Corp, miliknya sendiri, tanpa campur tangan orang tua nya. Sedari kuliah Arlez sudah mulai bekerja, hingga akhirnya bisa membangun usaha multi sektor yang kebanyakan bergerak di bidang property, perhotelan, bahkan pertambangan. Perusahaan Xander pun bergerak dibidang yang sama dengan perusahaannya. Xander Corp, sekarang dipegang oleh Alka sang kakak.
Saat Arlez sibuk dengan laptopnya. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintunya dari luar.
Tok. Tok. Tok.
“Ya masuklah,” seru Arlez dari dalam mempersilahkan orang dari luar untuk masuk.
‘Ceklek’ masuklah Jasmine dengan membawa berkas-berkas yang harus di baca bossnya, serta ditanda tangani. Ketika dalam ruangan sang Ceo, Jasmine tampak terpana melihat ruangan bossnya yang terlihat maskulin sangat cocok dengan karakter bossnya. Ketahuilah ini pertama kali Jasmine masuk ke ruangan Ceo, karena boss mereka sangat pelit dengan ruangan Ceo tidak boleh ada yang masuk tanpa seijinnya.
Ruangan Ceo bernuansa hitam abu-abu yang begitu mewah dan tersembuyi. Karena Arlez hanya memperbolehkan satu orang saja yang boleh masuk yaitu Anggara asissten kepercayaan.
“Maaf menganggu pak, ini dokumen hasil meeting kita tadi pagi,” kata Jasmine, meletakan berkas diatas meja.
“Mengapa kau yang membawanya! Saya sudah mengatakan berulang kali jangan mengerjakan sesuatu yang tidak saya suruh. Mengantarkan dekomen ke ruangan saya adalah tugas Angga bukan kau.” Tukas Arlez dengan suara dingin, bicara tanpa menoleh sedikitpun pada Jasmine.
“Maaf pak! Pak Angga sedang ada urusan penting diluar, jadi pak Angga meminta saya untuk mengantarkan dokumen ini secepatnya pada anda.” Jasmine tidak sepenuhnya berbohong, karena memang Angga sedang ada urusan mendadak diluar kantor. Hingga menitipkan dokumen padanya, tapi perlu digaris bawahi. Angga hanya menitipkan bukan menyuruh Jasmine mengantarnya keruangan Ceo. Karena Angga sangat tahu tentang bossnya yang tidak pernah mengijinkan satupun orang menginjakan kaki keruangannya tanpa ijin darinya.
“Saya tak perduli dengan urusan penting asissten saya. Keluar dari ruangan saya sekarang. Ingat jangan pernah masuk tanpa seijin saya atau kau mau saya pecat.” Marah Arlez pada Jasmine sang sekretaris yang sangat lancang masuk keruangannya.
“Sekali lagi saya minta maaf pak!” Ucap Jasmine lalu segera keluar dari ruangan boss galaknya.
Setelah Jasmine keluar, Arlez memijit kepalanya yang terasa pening gara-gara sekretarisnya. Padahal Jasmine jelas mengetahui peraturan kantor Eldrick’s Corp.
Arlez mengambil dokumen yang baru saja diantar oleh sekretarisnya. Arlez membaca seksama isi dalam dokumen tersebut, barulah menanda tanganinya. Begitulah pria tu sangat teliti dalam urusan perusahaannya, tidak ingin ada kesalahan sedikitpun didalamnya.
Arlez melihat arloji ditangannya yang menunjukkan pukul setengah lima sore. Arlez membereskan semua berkas diatas meja kerjanya. Lalu segera melangkah keluar dari ruangan, pria itu ingin cepat sampai mansion sang kakak, dia ingin meminta pelayan membuatkannya soto, karena dia sangat ingin memakan-makanan berkuah dan pilihanannya adalah ingin makan soto.
****
Bersambung. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609
__ADS_1