YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 53


__ADS_3

Malam harinya Serra terbangun merasa tenggorokan kering. Serra melihat kearah nakas, air putih dalam gelas ternyata telah habis. Serra beranjak turun dari ranjang, perlahan kakinya melangkah menuruni tangga.


"Jam segini pria pemaksa itu masih bekerja, apa dia tidak merasa kelelahan seharian bekerja di kantor dan melanjutkan pekerjaan di apartement." Gumamnya menggeleng tak habis pikir.


"Tapi kok aku ngerasa aneh, kalau uncle sedang bekerja setidaknya ada pergerakan. Apa uncle tertidur" pikirnya.


Serra memutuskan menghampiri Alrez untuk memastikannya. Setelah didekati benar saja Alrez tertidur bersama laptop di pangkuannya dan kaca mata bertengger di hidung mancungnya.


Serra merasa kasihan melihat Alrez tidur dalam keadaan duduk. Karena menampungnya, pria itu bersedia tidur di luar.


Tak mau berlama-lama, Serra menutup laptop yang ada di pangkuan Alrez menaruhnya di meja dan melepaskan kacamata. Serra juga merapikan berkas-berkasnya menatanya rapi.


Lalu meletakan bantal di sandaran tangan sofa. Perlahan Serra merebahkan kepala Alrez agar berbaring. Saat mau berbalik tangan di tarik sehingga jatuh ke atas tubuh kekar Alrez.


"Perhatian mu mampu membuat jantung ku berdetak, rasakan ini.." Alrez memaruh telapak tangan Serra tepat di jantungnya.


"Uncle pura-pura tidur ya," pekik Serra.


"Saya kebangun ketika mendengar suara mu," ucap Alrez bangun bersama tetap berada dalam pelukannya.


"Uncle bisa lepaskan aku." Serra bergerak risih berada di pangkuan pria.


"Sebentar saja, biarkan tetap seperti ini. Rasa penat saya hilang seketika saat memeluk mu." Dengan tangan melingkari perut gadisnya dan wajah berada ditengkuk sedang mengendus harum vanilla menguar di penciuman hidungnya.


"Saya suka wangi mu," ucap Alrez, tangan nakalnya mencoba merambat ingin naik meraba sesuatu.

__ADS_1


Serra yang merasa perlakuan Alrez sangat kelewatan. Gadis itu melepas paksa tangan besar pria pemaksa yang mencoba melecehkannya.


"Sudah cukup uncle! Kamu sangat keterlaluan, uncle aku ini perempuan bersuami. Tolong hargai aku..." Marah Serra air mata merebak di ujung pelupuk.


"Besok pagi kami akan pulang ke kontrakan." tegasnya, ia tidak tahan lagi tinggal satu atap bersama pria mesum sekaligus pemaksa.


"Maafkan saya, tolong jangan pergi," pinta Alrez mau memegang tangan gadisnya yang malah menghindar.


"Jangan menyentuhku," ketusnya. "Keputusan ku sudah bulat, aku dan ibu akan kembali ke kontrakan.."


Merasa Serra yang susah di bujuk Alrez mencari lembar kertas yang berisi syarat. Ketika menemukan kertas tersebut, Alrez menyerahkan ke depan Serra.


"Apa ini?" tanya Serra bingung.


Serra membaca sebuah lembar kertas yang di berikan Alrez padanya. Selesai membacanya ia mengembalikan dengan kasar.


"Uncle gila ya! Aku sudah punya suami, jadi aku harus mengurus suamiku bukan malah mengurus uncle," berang Serra mengepalkan tangannya.


"Kamu keberatan? Gak masalah berarti kamu siap menyerahkan sesuatu yang berharga ada di dirimu," dengus Arlez sinis melipat kedua tangan di dada.


Merasa tak punya pilihan, Serra harus menerima persyaratan pertama, yaitu mengurus kebutuhan Alrez.


"Bagaimana kau menyetujui syarat yang pertama atau kedua? Silahkan dipikirkan, saya akan memberi waktu sampai besok pagi." Alrez membawa laptop dan berkas-berkasnya, baru dua langkah suara Serra menghentikannya.


"Aku memilih syarat pertama. Tapi boleh kah aku mengajukam permintaan?" ujar Serra bertanya.

__ADS_1


Alrez mengangguk yang artinya membolehkan.


"Selama aku melakukan tugas itu, aku minta untuk tidak ada sentuhan fisik. Bisa kah?"


"Ya, baiklah.. Adalagi?"


"Sampai berapa lama aku bebas dari syarat ini," kata Serra.


"Cukup satu tahun," sahut Alrez singkat.


"Oke." Setelah mengatakan itu Serra bergegas pergi ke dapur mengisi gelasnya.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓

__ADS_1


__ADS_2