
Sehabis dari acara pernikahan tadi, Sabrina seperti merasakan perasaan yang aneh terhadap gadis tersebut.
"Ma, kamu kenapa? Malah bengong gini, bukannya ganti baju," tegur Avrian dengan menjentikan jari tepat depan wajah istrinya agar tersadar.
"Ehh iya mas," ucap Sabrina berjalan cepat masuk walk-in closet.
Sabrina telah berganti dengan piyama tidur yang melekat di tubuhnya. Sabrina berbaring perlahan agar tak menganggu suaminya yang tengah fokus pada layar laptop dengan memakai kacamata dihidung mancungnya.
"Ehm, mas aku mau ngomong sesuatu," ucap Sabrina memberanikan diri untuk mengatakan yang dirasakanya saat berkenalan dengan gadis di pesta tadi.
"Ngomong aja ma, aku dengarin," balas Avrian menoleh pada sang istri menunggu istrinya berbicara.
"Mas matiin dulu laptop dan simpan, baru aku tenang ngomongnya," ujar Sabrina meminta suaminya agar menyudahi kerjaan kantornya.
Avrian menurutinya, segera mematikan layar laptopnya dan menaruhnya di atas nakas samping tempat tidur. Lalu Avrian beralih menatap istrinya.
"Sudah mah, sekarang mama bisa mulai omongan yang mau dibicarakan tadi," ucap Avrian.
"Mas waktu berjabatan tangan dengan gadis yang bersama rekan bisnis mas tadi, ada ngerasain sesuatu yang aneh gak?"
"Aneh gimana mah?" Avrian bertanya balik.
__ADS_1
"Kayak ikatan ayah dan anak gitu mas."
"Emang kenapa mah?" Avrian mencoba memancing arah pembicaraan istrinya sebelum ia mengakui dan mengatakan sejujurnya.
"Sebenarnya aku tadi memperhatikan wajah dan senyuman gadis itu dengan seksama mas. Wajah gadis tadi perpaduan antara kamu dan Rida, terus senyumannya lebih cenderung mirip ke kamu. Apa mungkin dia putrinya Rida mas, anak kamu," ucap Sabrina bersemangat dan tersenyum hangat pada suaminya.
"Ternyata yang ngerasain itu bukan cuma aku, kamu juga mah. Benar mah, papa merasakan hal yang sama. Apa mungkin Rida berada di kota ini."
Sabrina menyentuh pundak suaminya. Matanya memancarkan kebahagian. "Mas harus segera menemukan keberadaan mereka, aku ingin meminta maaf pada Rida mas. Sungguh kesalahan ku sama dia sangat besar, kita telah membohongi dan memanfaatkan dia." tangis Sabrina pecah mengingat masalalu pahit yang mereka jalani dahulu.
"Bukan cuma mama, papa juga sangat berdosa pada Rida. Perbuatan kita berdua membuat Aiden berpisah dengan saudara kembarnya."
Tanpa sepengetahuan mereka, dibalik pintu kamar Aiden mendengarkan percakapan kedua orang tuannya. Aiden berbalik melangkah ke kamarnya untuk menghubungi orang kepercayaannya untuk mencari tahu keberadaan Ibu kandung dan saudara kembarnya. Aiden cukup senang mendapatkan titik terang dari percakapan mama dan papanya.
"Bukan masalah perusahaan, melainkan Ibu kandung dan saudara kembar saya. Saya minta kamu mencari keberadaa mereka, papa dan mama saya mengatakan mereka ada di kota ini," sahut Aiden.
"Baik tuan, besok pagi saya akan melakukan pencariannya."
"Tidak bisakah sekarang saja kau melakukannya."
"Tuan tolonglah mengerti saya butuh istirahat untuk memulai pekerjaan besok."
__ADS_1
"Saya hanya bercanda, lanjutkan saja tidur kau. Tapi besok kau harus bekerja exstra menemukan mereka. Jika aku mendengar informasi bahwa kau belum bisa menemukan mereka, lihat saja nanti hukuman yang kau terima."
'Tutt' Aiden lantas memutuskan sambungan telpon secara sepihak, tanpa mau menunggu jawaban orang di seberang sana yang nampak kesal setelah menerima telpon dari bossnya.
"Untung boss, kalau bukan udah saya mutilasi dari lama," ucap Rafael mengelus dada bersabar dengan tingkah bossnya yang membuat pusing.
"Mending saya lanjut tidur dan besok mulai menjalankan tugas dari boss kulkas." Rafael mengatai Aiden kulkas berjalan, karena sifat Aiden melebihi es batu yang dingin.
Rafael Fadilah itulah nama assisten kepercayaan Aiden selama ini. Rafael telah bekerja kurang lebih dua tahun bersamanya. Maka dari itu saat keluarganya memutuskan pulang ke Indonesia Rafael pun harus mengikutinya. Rafael juga orang Indonesia, hanya saja ada beberapa keluarganya yang tinggal di luar negeri. Saat Rafael bekerjanya dengannya di mulai ketika Aiden tinggal diluar negeri. Bisa dibilang saat itu Aiden tinggal diluar negeri dan sekarang Aiden dan kedua orang tuanya memutuskan akan menetap di Indonesia. Jadi sekarang Rafael akan ikut menetap di Indonesia, hanya saja Rafael tidak tinggal serumah dengan Aiden. Dikarenakan Rafael ingin memiliki tempat tinggal sendiri, dan ya Rafael tinggal disebuah unit apartement.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
__ADS_1
Terimakasih💓