YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 88.


__ADS_3

Istanbul, Turki


Alrez menghembuskan nafas dalamnya, saking nyamannya tenggelam dalam lamunan ia hampir telat ke kantor.


Alrez harus segera tiba di kantor, ada meeting yang hampir saja ia lupakan karena terlalu merindukan gadisnya. Karena saking buru-burunya Alrez memasuki kantor Alrez sampai tak memperhatikan jalan dan menabrak orang.


Kopi yang di bawa oleh seorang wanita yang tidak sengaja di tabraknya tumpah mengenai kemeja putihnya.


Wanita itu menutup mulutnya melihat pakaian bossnya kotor akibat kesalahannya.


"Maaf pak." Wanita di depannya meminta maaf padahal sebenarnya bukan kesalahannya tapi dirinyalah yang salah karena buru-buru jadi tak melihat ada orang di depannya.


"Ya tak apa, lain kali berhati-hati." Setelah bicara singkat Alrez lekas melanjutkan langkah pergi ke lantai atas dimana ruangannya berada.


Semantara wanita yang di tabrak Alrez masih berdiri tertegun mendengar suara bossnya. Pertama kalinya ia bisa sedekat tadi dengan bossnya walaupun harus sengaja menumpahkan kopi. Padahal dia melihat boss berjalan buru-buru tapi dia memanfaatkan hal itu.


"Kau memang boss yang datar dan dingin, tak tersentuh. Sikap mu itulah yang ngebuat aku tertarik, hingga harus pura-pura bekerja di kantor mu dan mengikuti mu sampai ke turki."


Pesona Alrez memang sulit di tolak, walaupun umurnya hampir kepala tiga. Tetapi ketampanan malah semakin bertambah, yang membuat para wanita di luaran sana berlomba-lomba mendapatkannya. Hanya satu gadis saja yang terus-terusan menolaknya, sampai Alrez harus mencari cara agar gadis yang di kejarnya juga mencintainya dan menjadi miliknya.


Terlihat tumpukan kertas memenuhi meja kerja. Alrez memijit kening, ia harus segera menyelesaikan semua pekerjaan hari ini agar kepulangan nanti malam berjalan lancar tidak ada kendala.


Alrez mengenakan kacamata antiradiasi miliknya, kedua lengan kemejanya tergulung hingga sebatas siku. Angga mengetuk ruang kerjanya bertepatan Alrez yang telah menyelesaikan pekerjaannya dan menutup laptop.


Tokk..tokk..tokk..


"Masuk!" sahut Alrez dari dalam.


Angga langsung menghadap Alrez yang tengah melepaskan kacamata antiradiasi yang bertengger di hidung mancungnya.


"Ada apa Angga?"


"Tuan gak lupakan kalau kita ada meeting dengan perusahaan Lesham Corp," ujar Angga kembali mengingatkan.

__ADS_1


"Hampir saja saya melupakan kalau kau tidak mengingatkan. Apa pak Avrian sudah berada di ruang meeting?" ucap Alrez bertanya.


"Ya tuan, pak Avrian Lesham menunggu anda," jawab Angga.


Alrez merapikan kemeja dan memaki jasnya agar kelihatan rapi saat meeting bersama rekan bisnisnya.


Kini meeting berlangsung, Alrez menjelaskan materi kerja sama yang akan mereka jalin sekarang.


"Cukup pak Alrez," ujar Lorenzo tegas menghentikan Alrez menjelaskan terlalu jauh.


Alrez seketika diam dan balik ke tempat duduknya menunggu keputusan dari Avrian Lesham.


"Jangan tegang begitu pak Alrez. Saya sengaja menyuruh Lorenzo sekretaris saya menghentikan anda, karena menurut saya penjelasan anda sudah bagus hanya saja terlalu panjang," ucap Avrian.


"Jadi bagaimana keputusan anda pak," ucap Alrez langsung to the point tanpa berbasi basi lagi.


Avrian melirik Lorenzo agar sekretarisnya saja yang bicara. "Pak Avrian boss saya sudah memutuskan menyetujui menjalin kerja sama dengan perusahaan anda pak Arlez." Jelasnya..


"Terimakasih pak Avrian, senang berkerja sama dengan anda." Alrez berdiri dan bersalaman dengan pak Avrian.


Avrian Lesham dan sekretarisnya bergegas meninggalkan ruangan meeting, karena meeting mereka telah berakhir.


"Angga kau sudah pesankan tiket pesawat untuk saya kan, pekerjaan kita sudah beres dan saatnya kita pulang," ucap Alrez dengan tersenyum tipis, dirinya sudah tak sabar bertemu dengan gadisnya.


"Tiket pesawat sudah saya urus tuan, malam ini kita akan terbang ke Indonesia." kata Angga.


"Baguslah! Apa hari ini masih ada meeting?" tanya Alrez.


"Masih tuan, nanti siang kita akan melakukan meeting di restoran," ucap Angga.


"Saya akan istirahat sebentar di ruangan." Alrez segera pergi ke ruangannya untuk beristirahat sebelum nanti siang melanjutkan meeting lagi di sebuah restoran dan sekalian akan makan siang disana.


...•••...

__ADS_1


Sedang di sebuah pusat perbelanjaan, tiga orang gadis tengah berkeliling mencari cari gaun untuk di kenakan mereka besok malam di acara prom night.


Ketiga berhenti di sebuah toko gaun, mereka memilah milih. Tetapi yang terlihat excited hanya Nabilla dan Rachel. Semantara Serra mengikuti saja dan jika kedua bertanya tentang gaun yang mereka tunjukkan padanya Serra akan menjawab menurut pendapatnya sendiri.


"Ra, kok lo makah duduk. Gak cari gaun, kita aja udah dapat nih," kata Rachel menunjukkan paper bag yang berisi gaunnya.


"Iya ra, ayo dong pilih. Kita tungguin," ucap Nabilla.


"Eum enggak deh Chel Bill. Biar aku pakai gaun ku sendiri aja, sayang gaun ku masih bagus kok." Bohong Serra, mana ada dia gaun buat ke pesta.


"Gini aja biar aku yang pilihan. Gue gak nerima penolakan jadi apapun pilihan gue lo harus pakai itu," ucap Rachel, lalu berkeliling memilihkan gaun untuk Serra.


Rachel membawa gaun yang sudah di bayarkannya dan pergi mendatangi Serra dan Nabilla yang masih duduk di tempat yang tadi.


"Ini gaunnya." Rachel menyerahkan paper bag pada Serra.


Saat Serra akan membukanya tangan Rachel segera menghentikannya. "Jangan di buka disini, nanti aja lo buka sendiri di rumah."


Serra akhirnya mengurungkan niatnya untuk membuka paper bag tersebut. Mereka bertiga sudah mendapatkan gaun masing-masing, lalu memutuskan pergi ke restoran untuk makan siang. Kali ini yang mentraktir adalah giliran Nabilla.


Serra sebenarnya ada uang dalam rekeningnya yang dikirimkan Arka setiap bulannya. Tetapi di enggan menggunakan saat sedang bersama sahabatnya, takut mereka curiga. Apalagi kedua sahabatnya tau bagaimana kehidupannya yang sangat susah. Jika ia tiba-tiba mentraktir mereka, pastilah mereka akan curiga dan menuduhnya macam-macam. Maka lebih baik ia tidak melakukannya sama sekali, biarlah mereka saja dulu yang mentraktirnya, suatu saat nanti ia akan membalas kebaikan kedua sahabatnya.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.

__ADS_1


Terimakasih💓


__ADS_2