
'Prittt' seorang wasit membunyikan peluitnya lalu Arka melambungkan bolanya. Arka memantulkan bola sambil berlari melemparkan bola masuk ke dalam ring dengan mudah. Sedangkan lawan mereka mengumpat kesal melihatnya.
"Arka semangat!" teriak Rachel nyaring membuat Liora dan Sandra yang berada tak jauh duduknya mendengar teriakan tersebut menatap sinis orangnya.
"Arka semangat sayang, kalau kamu menang aku akan memberikan mu hadiah," teriak Sandra yang tak mau kalah.
Semantara Serra hanya diam tidak mengeluarkan suara sepatah pun untuk menyemangatin tim basket mereka. Serra juga bingung ingin meneriaki Arka memberikan semangat takut malah membuat orang-orang curiga terhadapnya. Jadi Serra lebih memilih diam dan memberikan semangat pada lewat tatapan dan senyuman serta diiringi doa yang dipanjatkannya.
Melihat Serra istrinya yang berada di tribun bersama kedua teman cewenya, membangkitkan semangat Arka bermain mengalahkan lawannya. Arka dan timnya bergantian menggiring bola dan memasukan. Mereka kejar-kejaran skor.
PRIITTT
Peluit telah dibunyikan, menandakan waktu pertandingan telah berakhir. Pemenang langsung diumumkan dan yang berhak mendapatkan piala penghargaan.
Tim basket Arka bersorak gembira atas kemenangan yang berhasil mereka dapatkan. Tak lupa mereka bersalaman dengan tim lawan.
"Ini minum buat kamu," ucap Sandra menyodorkan botol minum baru yang sempat dibelinya.
Arka menahan dengan tangan dan balik menyodorkan ke hadapan Sandra. Lalu berkata, "Aku sudah punya minum sendiri, berikan pada yang lain saja."
Serra yang masih berada di tribun atas tersenyum melihat respon Arka yang menolak minuman dari Sandra.
"Sini buat aku aja." Agung langsung mengambil botol minum di tangan Sandra, lalu membuka tutup botolnya dan menegak minumannya.
"Ih main ambil aja," sungut Sandra kesal.
"Daripada mubazir kan lebih baik gue yang minum," balas Agung santai.
"Betul bro," sahut Aldo.
__ADS_1
"Liora kamu pulang bareng abang," ajak Arka.
"Enggak bang, aku pulang bareng Sandra mau ngerjain tugas bareng." Liora ngomong sambil mata menatap ke arah Sandra memberikan kode agar tidak bicara apapun.
"Hem, pulang jangan malem," pesan Arka.
"Iya bang! Ayo San kita ke rumah lo." Liora menarik tangan Sandra.
Setengah perjalanan Liora menoleh kebelakang, bertepatan dengan Farell yang mengedipkan mata.
"Lo ngapain pake bilang pulang bareng gue. Padahal gue mau minta dianterin Arka pulang, gagal deh rencana gue buat berduaan dan rencana lo berhasil. Gue tahu lo pasti mau ke apartement kak Farell kan... Ngaku lo!" Sandra bersungut-sungut, mendesak Liora jujur.
"Itu lo udah tahu.. Jangan marah dong, nanti gue bantuin lo buat mesraan lagi sama abang gue. Perut lo udah isi debay belum?" ujar Liora bertanya serius.
"Belum ada tanda-tanda, apa harus sekali lagi ngelakuinnya," ucap Sandra santai.
"Kaya iya deh, soalnya baru sekali. Berarti harus sekali lagi dong," kata Liora mengetuk-ngetuk dagunya.
"Iya gue bantuin kok, tenang aja. Tapi gue heran deh lo ngebet banget sama abang gue," ucap Liora terheran-heran dengan sahabatnya.
"Lo udah tau gue dari kecil emang suka sama Arka. Kita sering main bareng, bahkan Arka perhatian banget, itu yang ngebuat gue sampai sekarang mencintai Arka, yang gue rasain bukan obsesi semata, tapi beneran cinta," papar Sandra.
Liora mengusap punggung Sandra, "Gue akan bantuin lo buat dapetin cinta abang gue."
"Makasih udah ngedukung gue selama ini," ucap Sandra tulus.
Keduanya berpelukan, sampai sebuah mobil jemputan Sandra datang. Liora ikut masuk dalam mobil dan nanti akan di antar sekalian ke apartement.
•
__ADS_1
Masih dilapangan basket, Arka menatap ke atas tribun mencari keberadaan istrinya yang ternyata sudah tidak ada lagi disana. Arka membuka tas ranselnya mengambil ponselnya dan mengetikan sesuatu dan mengirimkan chatnya.
"Sayang kamu pulang naik apa?" send.
"Aku naik angkot. Kamu cepat pulang ada yang tanyakan, penting."
"Oke sayang, aku otw pulang." send.
Arka menebak-nebak hal penting apa yang mau ditanyakan oleh istrinya? Tidak mungkin istrinya menanyakan tentang Sandra yang terus berusaha mengejar dan mendapatkannya. Sedangkan istrinya sendiri telah melihat bagaimana ia merespon Sandra dan menopak pemberian cewe itu. Ia menggosok kasar rambut, berperang dengan pikiran sendiri.
"Ka lo kenapa? Kaya ada yang lo pikiran," ujar Aldo bertanya.
"Engga ada bro, gue cuman sedikit pusing aja kok," ucap Arka.
"Yakin lo cuma pusing aja, kalau ada masalah cerita ke kita, siapa tau kita bisa bantu menyelesaikan masalah lo atau paling engga ngurangin beban lo," timpal Fathur.
"Beneran gue cuman pusing aja kok, kalau gitu gue duluan ya. Mau cepat cepat istirahat," pamit Arka bertos ria bersama sahabatnya.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
__ADS_1
Terimakasih💓