YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 146.


__ADS_3

Air mata Serra menetes tanpa diminta sang empunya. Sungguh dirinya tidak pernah menyangka sama sekali dalam hidupnya, harus menikah untuk yang kedua kalinya dengan orang yang masih merupakan keluarga mantan suaminya.


"Hey? Mengapa menangis," ujar Alrez bertanya dengan nada yang begitu lembut terdengar ditelinga Serra.


"Ini adalah tangisan bahagia mas, terima kasih sudah sangat tulus mencintaiku," ucap Serra air matanya masih mengalir.


Alrez menghapus air mata Serra menggunakan tangannya, "Kembali kasih istriku." sekali lagi Alrez mencium kening Serra.


Pemandangan itu tak luput dari pengelihatan Arka, tangan lelaki itu mengepal kuat, inilah yang dirasakan Serra melihatnya menikah kemarin dan sekarang dialah yang merasakan kesakitan itu.


Arka melepaskan tangan Rachel dan pergi meninggalkan masjid, dia hanya ingin menenangkan dirinya yang hancur melihat orang yang masih sangat dicintainya bersanding dengan unclenya.


"Arka kamu mau kemana!" Seru Rachel mengejar Arka yang keluar dari masjid.


Acara telah selesai, dilanjutkan dengan acara resepsi nanti malam di hotel Xander. Arlez dan Serra memilih beristirahat dihotel, agar lebih leluasa.


Tiba di hotel, Alrez yang melihat Serra agak kesusahan berjalan masih memakai kebaya. Tanpa aba-aba ataupun bicara, Alrez menggendong istrinya ala bridal style.


"Mas, yaallah," ucap Serra tersentak kaget.

__ADS_1


"Mas dilihatin orang, aku malu. Turuni aku, biarin aku jalan sendiri," protes Serra, sayangnya Alrez tak perduli orang yang melihat kearah mereka.


"Mas aku berat loh," ucap Serra.


"Bagi mas kamu ringan sayang, udah kamu diam aja," balas Alrez.


Serra akhirnya mengalah dan menyerah meminta untuk diturunkan. Ia menyembunyikan wajah di dada bidang suaminya.


"Sayang ambil card dikantong mas," kata Alrez menyuruh istrinya.


Serra langsung mengambil card dan menempelkan di kotak sensor, otomatis pintu langsung bisa di buka, barulah Alrez menurunkan istrinya. Senyum Serra mengembang dengan sempurna melihat pemandangan yang pertama kali Serra lihat di atas ranjang bertaburkan bunga berbentuk love, sangat indah sekali.


"Mas akan selalu memberikan yang terbaik untuk mu sayang," kata Alrez mengusap-usap punggung istrinya.


Alrez mengurai pelukan mereka, tangan merangkum wajah istrinya. Ia membelai wajah cantik yang masih berhias, mengusap bibir istrinya, perlahan mendekatkan wajahnya. Ia mencium bibir istrinya dengan begitu lembutnya, memperlakukan istrinya seperti berlian berharga baginya.


"Mas sangat ingin melakukannya sekarang sayang, tapi apalah daya malam ini adalah acara resepsi. Mas takut kamu engga bisa jalan setelahnya, demi lancarnya acara resepsi kita malam ini. Mas harus bisa menahan diri dulu sampai acara resepsi," ungkap Alrez depan bibir istrinya.


Serra hanya tersenyum, lalu menunduk karena malu mendengar penyataan suaminya.

__ADS_1


"Ayo, mas bantu bersihin riasan kamu. Lalu setelah itu beristirahat," ujar Alrez, membawa istrinya duduk di meja rias.


Kebetulan di kamar hotel yang Alrez tempati tersedia keperluan untuk Serra. Alrez yang memerintahkan pekerja hotel menyiapkan semua kebutuhan mereka nantinya. Alrez mulai membersihkan riasan istrinya dengan kapas yang diberi micella water. Alrez begitu terlihat ahli membersihkan make-up, bahkan Serra diminta agar diam saja membiarkan dirinya yang bekerja.


"Selesai sayang, kamu cuci muka. Sama ganti baju, atau mau aku bantuin aja," goda Alrez.


Serra mencubit perut suaminya yang masih lengkap berpakaian, "Mesum!" setelah itu ia masuk ke kamar mandi, membersihkan wajahnya dan berganti pakaian piyama.


Lalu dilanjut Alrez yang juga mengganti pakaian. Setelah selesai keduanya berbaring di ranjang yang penuh akan bunga. Saat ini Alrez hanya bisa memeluk istrinya, tanpa bisa berbuat macam-macam.


...****************...


To be continue. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609


 

__ADS_1


 


__ADS_2