
Bali, Indonesia
Sekarang Serra berada di bali, gadis itu tengah menikmati pemandangan dipantai bersama Oma dan Opanya. Mereka pergi liburan ke bali hanya bertiga saja, padahal Serra mengajak semua orang untuk ikut bersama.
Sayang sekali semua orang memiliki kesibukan dan tujuan masing-masing. Seperti Ibunya tak bisa ikut karena ingin pulang kampung dan menginap beberapa hari di desa tempat tinggal mereka dulu, bersama Aiden yang akan menemani dan tidak mau membiarkan Ibu berpergian sendirian tanpa ada yang menemani dalam perjalanan.
Semantara Avrian dan Sabrina, tak bisa ikut liburan. Keduanya akan melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri. Selanjutnya kedua orang tua Alrez tidak bisa ikut, karena harus menghadiri acara rekan bisnis mereka. Lalu Alrez harus menyelesaikan pekerjaan di kantor, sudah dua minggu ditinggalkan pergi.
Serra merasa semua orang mencari alasan agar tak ikut dan menganggu acara liburannya. Padahal Serra sangat senang jika liburan beramai-ramai, liburannya akan semakin seru. Ia juga tak bisa membatalkan liburan ini, selain dirinya ingin sekali merasakan indahnya berada di bali, ia juga merasa tidak enak hati dengan Oma Hilya dan Opa Haidzar yang telah baik mengajaknya liburan kesana. Jadi walaupun mereka berangkat liburan hanya bertiga Serra tetap bersemangat dan happy menikmati liburan pertama, setelah berbagai masalah dilaluinya. Saatnya dirinya menghilangkan setiap masalah yang pernah dihadapinya dengan membahagiakan diri lewat liburan ini.
Serra tengah asik berlarian di pantai, bermaim air. Seharian Serra menikmati keindahan pantai yang baru pertama kali dirasakannya.
Keesokan paginya Serra diajak Oma Hilya pergi kepusat perbelanjaan. Pastinya Opa Haidzar tetap ikut menemani princess kesayangan dan istri tercintanya kemanapun kedua pergi, tak lupa Opa Haidzar membawa beberapa bodyguard bersama mereka, hanya untuk berjaga-jaga, mengingat keluarga Lesham adalah salah satu orang terkaya, jadi tidak menutup kemungkinan para musuh berkeliaran megincar kesayangannya. Maka dari itu agar tetap aman liburan mereka, Opa Haidzar sudah menyiapkan pengawasan ketat, dari jauh maupun dekat.
"Opa emang aku gak berat di pangku kaya gini?" tanya Serra hati-hati, seraya menatap wajah Opa Haidzar yang tidak menunjukkan keberatannya sama sekali.
"Sama sekali tidak princess, Opa malah semakin senang kamu bermanja sama Opa kaya gini. Sudah sejak lama Opa menantikan cucu perempuan juga, akhirnya keinginan Opa memiliki cucu perempuan dijawab oleh Allah swt. Hanya saja kami telat mengetahui mu princess," ucap Opa Haidzar menatap sedih dan dalam lubuk hati pria tua masih merasa sangat bersalah pada Serra.
"Opa pleasee! Lupakan itu, aku gak mau ngeliat Opa maupun Oma merasa bersalah padaku. Aku ingin kalian selalu bahagia," kata Serra bersandar di dada bidang Opa Haidzar, tak lupa tangan menggenggam telapak tangan Oma Hilya.
Opa Haidzar menciumi puncak kepala princessnya. "Opa begitu menyayangi mu princess. Mulai sekarang Opa akan menjaga sebagaimana Opa selalu melindungi abang mu Aiden. Bagi Opa keluarga ada hal yang terpenting dalam hidup Opa." batinnya.
Sesampainya di mall, kedua perempuan berbeda usia langsung berjalan-jalan keliling mall. Mencari dress untuk pergi ke pesta besok malam.
"Princess cobain dress ini, Oma mau melihatnya," pinta Oma Hilya memberikan dress pilihannya ke Serra agar segera mencobanya.
"Baik Oma," jawab Serra bergerak cepat menuruti permintaan Oma Hilya.
Setelah memakai pakaiannya Serra melihat kearah cermin didepannya. Memperhatikan penampilan yang tengah memakai dress pilihan Oma Hilya. Serra lantas keluar menunjukkan dress yang dicobanya.
"Wow, princess Oma cantik sekali," ucap Oma Hilya takjud menatap penampilan Serra.
__ADS_1
"Oma dress ini ketat dan terlalu terbuka, aku gak suka. Gak nyaman dipakai," protes Serra mengeluh dengan dress pilihan Oma Hilya.
"Sayang jangan memilihkan pakaian seperti itu buat princess kita. Aku juga tak suka dress yang kamu pilihkan buat princess, terlalu terbuka. Kalau Alrez mengetahui calon istrinya berpakaian terbuka, aku yakin dalam hitungan jam saja, pria itu akan terbang menjemput princess kita," tukas Opa Haidzar membayangkan Alrez menyusul mereka ke bali, sebenarnya tidak masalah jika Alrez menyusul ke bali. Cuma Opa Haidzar ingin menikmati kebersamaan bersama princessnya, sebelum nantinya princessnya menjadi istri Alrez.
"Oke baiklah suamiku serta princess kesayangan Oma. Maafkan Oma yang sudah salah memilihkam dress ini untukmu. Oma juga setuju dengan Opa mu, dress yang kamu pakai sangat terbuka. Oma juga tidak bermaksud memilihkan dress itu, Oma hanya merasa senang karena bisa membelikan dan memilihkan pakaian untuk princess, jika princess tak suka pilihan Oma, princess boleh menolaknya. Jangan sungkan mengatakan, mengerti sayang?" ujar Oma Hilya berkata panjang lebar.
"Eeemm Omaa!" Serra memeluk Oma Hilya penuh sayang. "Kalau boleh jujur sebenarnya aku suka dengan dress pilihan Oma, hanya saja dressnya terlalu kebuka buat aku. Aku ga biasa dengan pakaian ke buka kayak gini, jadinya aku ngerasa gak percaya diri dan takut juga dilecehkan oleh lelaki hidung belang diluaran sana." lanjutnya begidik ngeri mengingat saat dimana ia pulang dari kontrakan Ibunya waktu ia masih menjadi istri Arka. Hampir saja ia diapa-apain oleh ketiga preman tersebut. Beruntunglah pada saat itu uncle Alrez datang menyelmatkannya tepat waktu, jika tak habislah dirinya kehilangan mahkotanya sebagai perempuan.
"Begini saja sayang, Oma punya ide. Gimana dress yang kamu pakai sekarang tetap kita beli, tapi kami simpan aja. Nanti ketika kamu sudah menikah, kamu boleh memakainya depan suaminya. Bagaimana sayang setuju ga sama ide Oma ini?" ucap Oma Hilya.
"Tapi Oma dress ini pasti mahal, lebih baik ga usah aja," tolak Serra, walaupun sekarang ia menjadi cucu orang kaya, tetapi itu tak merubah sifat maupun sikap Serra.
"Yaampun sayang, jangan pikirkan soal harga. Apapun yang mau kamu beli katakan saja, Oma pasti akan langsung membelikannya untukmu. Kamu adalah permata kami, jangan sungkan meminta apapun dari kami sayang," ucap Oma Hilya merasa dibuat gemas oleh princessnya.
"Kali ini Opa setuju dengan Oma mu princess," imbuh Opa Haidzar menyetujui perkataan istrinya.
"Oke Oma, aku mau dress ini," kata Serra akhirnya, memilih menjawab mau, daripada mendebat Oma dan Opanya. Lebih baik memilih jalan pintas, agar cepat selesai.
"Oma kita mau kemana sekarang?" tanya Serra merasa lelah berkeliling mall.
"Oma mau belikan kamu dan Ibumu perhiasan sayang," sahut Oma Hilya.
"Princess capek? Mau Opa gendong saja," ujar Opa Haidzar bertanya.
"Malu dilihat orang Opa, aku udah gede. Masa masih digendong," balas Serra menampilkan wajah cemberutnya.
"Tidak usah perdulikan orang lain princess! Sini Opa gendong saja princess." Opa Haidzar membawa Serra dalam gendongannya.
"Opa turunin aku, malu!" ucap Serra pelang menyembunyikan wajahnya di bawah leher Opa Haidzar.
"Opa kan udah bilang, gak usah perdulikan pandangan orang lain princess. Kamu cucu kesayangan Opa, jika ada yang berani menggosip tentang mu, Opa akan langsung mencolok matanya dan merobek mulutnya," ucap Opa Haidzar. Bahkan Oma Hilya hanya bisa geleng-geleng kepala akan sifat suaminya yang tak pernah berubah sedikitpun dari zaman mereka masih remaja dahulu.
__ADS_1
"Oma bilangi Opa, turunkan aku. Aku gak mau di gendong Oma hiks."
Serra pura-pura menangis agar Opa maupun Omanya merasa simpati padanya. Benar saja dalam hitungan detik Opa Haidzar langsung menurunkan Serra dari gendongannya.
"Yes berhasil," batin Serra kesenangan.
"Princess maafin Opa sayang," ucap Opa Haidzar merasa bersalah telah membuat cucu kesayangannya menangis.
"Hiks Opa! Aku engga apa-apa, jangan minta maaf. Aku cuma malu digendong karena udah gede," kata Serra.
Oma Hilya begerak memeluk Serra, menghapus air mata cucunya. Lalu merangkul membawanya ke toko perhiasan yang tak jauh dari tempat mereka.
"Saya mau perhiasan limited edition," pinta Oma Hilya.
"Baik nyonya, mohon ditunggu. Kami akan mengambilkannya," ucap pegawa toko bicara sopan dan ramah, menunjukkan senyumannya.
Pegawai toko langsung mengeluarkan beberapa perhiasan yang termasuk limited edition di toko mereka. Oma Hilya memilah-milih perhiasaan yang menurutnya sangat bagus. Selesai memilih Oma Hilya langsung membayarkan, bahkan memberikan tips untuk pergawai perhiasan yang sangat sopan dan ramah pelayanannya.
Usai berjalan-jalan dan berbelanja. Akhirnya mereka memutuskan akan pulang dan memilih makan malam di villa, sambil menikmati suasana pantai, menuruti kemauan princess Lesham.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
__ADS_1
Terimakasih💓