
Ting!
Terdengar suara pesan masuk dari ponsel Serra. Serra yang sedang duduk dipangkuan Alrez tidak bisa bergerak aktif, sebab tangan pria itu memeluk pinggangnya erat.
"Mas lepasin dulu bentar, kaya'nya ada pesan masuk dari handphone aku. Tolong ambilin dong Mas," ujar Serra meminta tolong pada Alrez agar mengambilkan, karena tangannya tidak bisa menggapai handphone.
"Sayang biarin ajalah, siapa juga sih yang ngechat kamu siang-siang gini. Ganggu aja, gak tau apa kita lagi quality time," kata Alrez kesal, meskipun begitu ia tetap mengambilkan.
"Makasih Mas sayang," ucap Serra mencium pipi suaminya.
"Bibir sayang, bukan di pipi. Ayo ulang lagi terimakasihnya," protes Alrez, meminta Serra mengulanginya.
Cup
Serra menghela nafas dengan pasrah mencium Alrez kembali. Kali ini bukan di pipi melainkan di bibir pria itu. Alrez yang mendapat kesempatan menahan tengkuk istrinya hingga memperdalam ciuman mereka. Hanya untuk beberapa menit saja, sebab Serra memukul dada suaminya meminta agar menghentikan ciuman.
"Nafsu banget pak, kaya gak pernah dikasih jatah aja," cibir Serra lalu turun dari pangkuan Alrez dan duduk di sofa samping suaminya.
"Kenapa turun sayang, mau main rahasia-rahasia ya sama suami sendiri," sindir Alrez membuat Serra mendelik. Begitulah Serra mulai berani terhadap Alrez, maklum bawaan bayi. Seperti dede bayi akan menjadi seorang pemberani seperti papanya.
"Engga! Cape tau duduk di pangkuan kamu," keluh Serra, lalu membuka pesan whatsapp dari Nabilla sahabatnya.
Nabilla : Assalamualaikum Serra cantik! Bisa ketemuan gak sore ini, gue kangen banget sama lo, **pleaseee mau yaa..**
"Siapa yang chat sayang?" Tanya Alrez ketika melihat raut wajah tegang istrinya.
"Nabilla, sahabat aku mas, dia ngajakin ketemuan sore ini," beritahu Serra.
"Terus kenapa wajah kamu tegang gitu? Kalau kamu mau ketemu sahabat kamu itu Mas izinin kok, tapi Mas yang akan nganter sama ngawasin kamu," tukas Alrez, bertanya ada dengan istrinya.
"Tapi Mas, Rachel pasti juga ada disana. Aku takut malah jadi canggung, apalagi setelah kejadian itu rasanya masih berat buat ngerasa biasa-biasa aja," ungkap Serra, sedikitpun wanita itu tak menaruh benci pada Rachel sahabatnya, hanya saja pasti mereka akan canggung saat bertemu, apalagi hubungan mereka kurang baik dan tidak seakrab dahulu, karena jarang bertemu.
__ADS_1
Alrez menggenggam tangan istrinya dan menatap mata wanita yang amat dia cintai.
"Mas mengerti yang kamu maksud sayang, menurut Mas alangkah lebih baiknya kalian bertemu dan perbaikin hubungan persahabatan kalian yang sempat renggang. Tapi jika kamu belum siap untuk bertemu Rachel jangan memaksakan kehendak ya, gak usah terlalu dipikirkan, takutnya malah jadi stress dan mempengaruhi perkembangan bayi kita. Ingat bumil gak boleh banyak pikiran, sebab bayi dalam kandungan juga pasti ikut ngerasain perasaan kamu," kata Alrez panjang lebar, sembari mengusap kepala istrinya.
Serra menatap suaminya dengan senyum mengembang, sekarang pikiran mulai jernih.
"Mas benar, ini saat yang tepat memperbaiki hubungan persahabatan aku dan Rachel dan menceritakan pada Nabilla apa yang tidak dia ketahui tentang masalah kami berdua," ujar Serra berpikir lebih dewasa.
"Dewasa sekali istri kecil ku ini," ucap Alrez menjepit hindung Serra yang tidak terlalu mancung seperti hidungnya.
"Hemm yaudah Mas aku bales chat Nabilla," ucap Serra kemudian mengetikan sesuatu, membalas pesan sahabatnya.
Serra : Oke Bill, ketemuan dimana?
Nabilla : Di Ariella Cafe...
•
Ariella Cafe
"Gua kangen banget sama sahabat-sahabat cantik ku ini," ungkap Nabilla senang.
"Kandungan lo udah berapa bulan Chel?" Tanya Nabilla yang memang telah mengetahui pernikahan Rachel dan Arka. Ia juga mengetahui apa yang dialami oleh Rachel sehingga hamil duluan.
"Baru 6 bulan Bill," jawab Rachel.
"Gimana rasanya jadi nyonya Arkananta. Akhirnya lo dipersatukan juga ya sama Arka, walaupun dengan cara yang salah. Tapi Arka memperlakukan lo dengan baik kan?" ujar Nabilla masih bertanya pada Rachel.
"Alhamdulillah Arka baik sama aku," jawab Rachel lagi seraya melirik sekilas pada Serra untuk mengetahui reaksi wanita itu.
"Syukurlah kalau begitu." Pungkas Nabilla kini menoleh pada Serra.
__ADS_1
"Ra gue perhatiin lo gendutan, apa jangan-jangan lo juga ha-..
"Aku hamil Bill, dan sudah nikah 4 bulan yang lalu. Usia kandungan ku baru 3 bulan," potong Serra mengangkat tangan menunjukkan cincin kawinnya.
"What? Jadi kedua sahabat gue udah sold out. Berati tinggal gue ajalagi yang single. Mana pada udah hamil, gue bakalan jadi aunty buat dua keponakan," papar Nabilla lemas dan senang mendengar kabar Serra yang telah menikah.
"Tapi ngomong-ngomong siapa suami lo Ra?" Lanjut Nabilla bertanya penasaran, karena setau Nabilla, Serra tak pernah dekat dengan siapapun, terkecuali Aldo.
"Gak mungkin Aldo kan." Batin Nabilla menggeleng keras semoga benar yang dipikirannya.
"Suamiku unclenya Arka," jawab Serra singkat, membuat Nabilla seketika merasa lega mendengarnya.
"Hah, kapan lo pernah dekat sama unclenya Arka? Perasaan gue lo cuma dekat sama Aldo, maka gue kira lo nikah sama Aldo," ujar Nabilla.
"Ada yang belum kamu tau tentang aku Bill. Karena kita udah ketemu, jadi aku bakalan ceritain semuanya, kamu siapin dengeri tentang aku," ujar Serra menatap Nabilla serius.
Nabilla mengangguk,"Ayo cerita, kita siap dengerin." Ucapnya antusias
Mengalirlah cerita tentang pernikahan sebelumnya dengan Arka dan kedekatannya bersama Alrez, serta pertemuan dengan ayah kandung dan kembarannya Aiden, Aldo yang merupakan sepupunya.
"Jadi sebelumnya lo udah nikah sama Arka, dan pernikahan kalian disembunyikan. Sampai berakhir perceraian karena Rachel mengandung anak Arka. Gue gak bisa bayangin perasaan lo saat itu Ra, tapi disini juga gue gak bisa nyalahin Rachel, sebab dia juga korban," kata Rachel setelah mendengar semua cerita Serra, ia sampai menutup mulutnya saking terkejutnya mengetahui bahwa Serra sudah pernah menikah sebelumnya dan ternyata suaminya adalah Arka, pria yang dicintai Rachel.
"Jadi apa masalah ini yang ngebuat kalian canggung sekarang? Apa kalian gak bisa berbaikan dan lupain yang udah berlalu! Memang engga mudah, itu pasti. Tapi apa salahnya kalian buka lembaran baru, dan bahagia bersama suami masing-masing. Gue mau persahabat kita kembali seperti dulu," ucap Nabilla meneteskan air mata, melihat kearah kedua sahabatnya bergantian.
Serra dan Rachel juga ikut menangis haru mendengar kalimat Nabilla.
"Ra ma-maafin aku ya," ucap Rachel.
"Ma-maafin aku juga Chel," balas Serra.
Rachel mengangguk,"Kamu masih mau kan sahabatan sama aku Ra?" Tanyanya sedikit ragu dan takut jawaban Serra tidak seperti yang dia harapkan.
__ADS_1
"Ya aku mau, kita sahabatan kembali ya. Aku juga udah ikhlas kamu bersama Arka saat dimana aku melepaskannya, sekarang aku hanya mencintai suamiku," tutur Serra menatap penuh cinta pada Alrez yang duduk tidak jauh dari tempat mereka.
"Alhamdulillah sahabat gue kembali lagi." Girang Nabilla dan mereka kembali berpelukan seraya menangis haru.