YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 94.


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu, Arka belum juga ngomong sama orang tuanya tentang kejadian dirinya bersama Rachel saat malam prom night. Arka juga belum menceritakan semua ke Serra, bagaimana bisa ia mencerita kejadian itu pada istrinya, yang ada istrinya meminta cerai.


Apa yang harus dilakukannya sekarang? Rachel sudah sering meneror, menanyakan kapan ia akan datang ke rumah gadis itu dan berbicara kepada dua orang tuanya.


"Arrghh... Mengapa jadi sepert ini, seharusnya aku honeymoon bersama Serra sekarang, karena masalah membuat ku tak bisa kemana-mana," ungkap Arka bicara sendiri di dalam kamar.


"Arka," panggil Serra dari luar kamar, tidak bisa masuk karena pintu di kunci Arka dari dalam.


Tubuh Arka tersentak kaget mendengar panggilan sang istri. Bukannya membukakan pintu Arka malah berdiri terpaku menatap pintu.


"Ka buka pintunya! Arka kamu baik baik saja kan di dalam," teriak Serra dari luar tengah panik, karna tidak ada sahutan dari Arka.


Tiba-tiba Alrez keluar dalam kamar, melihat Serra berdiri depan pintu kamar dengan raut wajah kepanikan, Arlez menghampirinya..


"Ada apa ra?" Alrez langsung bertanya.


"Ini uncle, pintu kamar di kunci Arka. Sedari tadi aku memanggil Arka tapi tidak sahutan. Aku khawatir takut terjadi sesuatu sama Arka di dalam," ucap Serra menjelaskan ke Alrez.


"Kamu minggir dulu, biar saya dobrak pintunya," pinta Alrez menyuruh Serra menjauh dari depan pintu.


Alrez mengambil ancang-ancang akan menobrak pintu, saat akan menobrak. Pintu kamar malah terbuka lebar menampilkan wajah Arka yang bingung menatap Alrez dan Serra bergantian.


Serra lantas memeluk Arka, tangan memeriksa seluruh badan Arka. Semantara Alrez menatap cemburu, melihat perhatian gadisnya. Tidak mau hatinya bertambah sakit, Alrez melenggang pergi begitu saja meninggalkan keduanya.


"Arka kamu kok tumbenan pintunya malah di kunci, aku khawatir takut kamu kenapa-kenapa di dalam. Aku panggilin beberapa kali engga ada sahutan, untung tadi ada uncle, pas mau dobrak kamu malam udah buka pintu duluan," omel Serra bersungut-sungut, apalagi tampang Arka malah biasa saja tidak menunjukkan sesuatu yang aneh.


"Maaf yank, kayanya aku ga sadar ngekunci pintu. Tadi aku lagi di kamar mandi," ujar Arka mengusap lengan istrinya untuk menenangkan.

__ADS_1


"Uncle makasih sudah bantuin ak-" Omongan Serra terjeda saat menoleh ke samping tidak ada Alrez lagi.


"Loh uncle kemana, perasaan tadi masih disini," ucap Serra melihat kesana kemari mencari Alrez.


"Uncle sudah kebawah kayanya yank," celetuk Arka.


"Iya ka kamu benar. Kita kebawah yuk, mama sama papa mau bicara sesuatu," ujar Serra, lantas keduanya segera melangkah ke arah lift.


Serra dan Arka sudah duduk di ruang keluarga, disana sudah lengkap ada mama papa, oma dan opa, serta uncle Alrez juga bergabung bersama. Hanya Liora yang tidak ada, karena gadis itu sedang pergi ke jalan jalan bersama teman temannya.


"Papa mengumpulkan kalian berdua disini, ada yang ingin kami omongkan soal pernikahan kalian. Papa sudah membebaskan kalian untuk berhubungan karena kalian sudah lulus. Papa juga mau mengucapkan selamat untuk Serra yang telah mendapatkan nilai bagus dan peringkat pertama kelulusan di angkatan kalian," jelas Alka menatap menantunya dan mengucapkan selamat.


"Terimakasih pa," balas Serra.


"Tapi untuk pindah dari mansion ini mama tidak akan pernah mengizinkannya," tukas Devita angkat bicara.


"Mengapa ma, kenapa kami tidak boleh punya rumah sendiri. Kami ingin mandiri mah, apa masalahnya?!" balas Arka memprotesnya.


"Yang dibilang mama mu benar Arka, kalian harus memikirkan semua itu sebelum mengambil keputusan ingin hidup mandiri." Oma Alia menyetujui perkataan menantunya..


"Tapi ma, aku kan bisa kuliah sambil kerja di kantor Xander," ucap Arka.


"Siapa bilang kamu bisa kerja di kantor Xander dengan semudah itu ka. Papa menerima karyawan lulusan sarjana, kalau kau bekerja di kantor Xander dengan pendidikan terakhir SMA, kau hanya akan di terima sebagia OB," sambung Alka, walaupun Arka adalah putranya, tetapi menyangkut urusan kantor, baginya semuanya adalah sama. Alka tidak mau membeda-bedakan orang hanya karena status.


Ketika Arka ingin menjawab omongan papa Alka. Lengannya langsung di pegang Serra.


"Sudah ka, yang di bilang mama benar. Kita tinggal bersama saja, nanti saat kamu lulus kuliah dan bekerja. Baru kita mandiri," ucap Serra lembut.

__ADS_1


Arka akhirnya mengangguk, menyetujui tidak akan mandiri sebelum lulus dan bekerja mendapat penghasilan sendiri.


"Oh ya, papa akan mengadakan konferensi pers besok malam, untuk mengumumkan pernikahan kalian ke publik. Jadi kalian tak perlu sembunyi-sembunyi lagi," beritahu Alka.


Serra dan Alka saling menatap dan tersenyum mendengar kabar baik ini. Semoga nanti acara lancar.


Diam diam tangan Alrez mengepal mendengar ucapan Alka, tapi mampu di sembunyikannya. Alrez berdiri dari duduknya membuat orang-orang mengalihkan padangan padanya.


"Kemana rez?" tanya Reno.


"Kantor," jawab Alrez singkat dan santai.


"Kamu masih pergi ke kantor, di hari minggu dimana waktunya orang libur. Kurang kurangin workaholic mu rez, mama ingin kamu segera mencari pasangan dan kenalkan ke kami. Segera menikah, kami juga ingin menimang cucu dari mu. Jangan sampai kamu keduluan Arka dan Serra memiliki anak, baru kamu menikah." Alia sangat kesal pada anak keduanya, yang begitu susah diberitahu.


"Tidak akan pernah ku biarkan Arka menghamili Serra. Serra hanya miliku, maka dia hanya akan mengandung anak ku." batin Arlez berteriak.


Tidak ingin mendengarkan perkataan dari mamanya maupun dari orang lain lagi. Alrez melanjutkan langkah tanpa menyahut kembali.


"Alrez kau tidak dengar mama mu mengatakan apa, cepatlah menikah nak," ucap Reno terlambar Alrez sudah berjalan jauh.


"Sudah pah! Biarkan saja Alrez pergi, nanti biar aku yang bicara padanya," ucap Alka.


Ketiga orang nampak diam saja, tidak ingin ikut mencampuri urusan Alrez.


...****************...


TBC

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejakt kalian yaitu vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609


__ADS_2