
Alrez memberhentikan mobil tepat di halaman perkarangan rumah mewah yang menjadi kejutan untuk Serra.
"Mas kita udah nyampekan? Berarti penutup matanya udan boleh aku bukakan." Tangan Serra langsung dicegah Alrez saat ingin membuka tutup mata.
"Sabar cantik! Belum boleh sayang, tunggu intruksi dari aku."
Alrez bergegas keluar dari mobil duluan dan keliling membukakan pintu untuk tuan putri. Kini kedua telah berdiri depan rumah mewah yang akan menjadi tempat tinggal mereka setelah menikah. Padahal Alia meminta Alrez dan Serra tinggal bersama, sekalian dengan Rida.
Tetapi Alrez dengan berat hati menolak permintaan mamanya. Alrez tak ingin jika dikemudian hari ada masalah, istrinya menjadi sasaran. Apalagi Alrez mengetahui kakak iparnya Devita sering berkunjung ke mansion Xander, bukan hanya berkunjung kakak iparnya juga kadang menginap. Demi kebaikan keluarganya dan terhindar dari masalah yang nantinya membuat istrinya terluka, maka Alrez sudah mengambil keputusan yang tepat.
Selain itu tujuan Alrez membangun rumah sendiri yaitu ia ingin membina rumah tangga sendiri tanpa campur tangan orang tuanya. Sengaja memilih lokasi rumah yang jaraknya berdekatan dengan kantor, supaya jika terjadi apa-apa sama istrinya, ia akan lebih cepat sampai rumah. Ia sudah memikirkan segalanya sebelum mengenal calon istrinya.
"Mas ini kapan boleh bukanya, aku pusing tau gak bisa liat apa-apa," gerutu Serra.
"Oke sayang, persiapan dirimu untuk menyambut kejutan dari mas," ucap Alrez.
Perlahan tangan Alrez membuka pelan penutup mata Serra. Serra yang masih memejamkan matanya ketika penutupnya telau terbuka dengan pelan membuka matanya.
__ADS_1
Serra tercengang melihat rumah mewah didepan matanya sendiri, ia sampai menutup mulutnya tak bisa berkata-kata lagi.
"Suka dengan yang kamu lihat sayang?"
"Mas ini benaran aku gak mimpikan? Rumahnya gede banget, aku yakin pasti bangun rumahnya mahal banget. Mas kenapa harus bangun rumah segede ini, kenapa gak bangun rumah biasa aja, aku bakalan tetap-"
"Ssttt! Jujur rumah ini dibangun sebelum mas mengenal kamu sayang. Karena kamu adalah calon istri mas, rumah ini mas persembahkan buat kamu." Alrez memotong omongan Serra. Ia merogoh saku celananya mengambil kunci rumah dan memberikan pada Serra selaku pasangannya.
Serra menatap Alrez bertanya. "Aku mau kamu yang buka pintu rumah untuk pertama kali." ucap Alrez.
"Mas pernah kesini saat itu rumahnya belum selesai, mas cuma mengecek sudah sejauh mana pembangunannya. Tapi saat pembangunan rumah ini selesai, mas malah engga mau kesini, sampai mas menemukan orang yang akan menjadi pasangan mas, akhirnya kamulah jawaban dari doa-doa mas selama ini. Mas ingin kamu yang membuka pintu rumahnya dan mari kita lihat bersama-sama ke dalam."
Serra tersenyum dan mengangguk, tangan Alrez melingkari pinggang kekasihnya. Serra memasukan kunci sambil mengucap 'bismillahirrahmanirrahim'
'Klek' pintunya terbuka, pertama kali mereka lihat adalah ruangan yang kosong belum diisi segala furnitur apapun, benar-benar definisi rumah baru.
"Urusan furnitur juga mas serahkan ke kamu, biar kamu yang memilih bagusnya seperti. Intinya mas mau segala isi untuk rumah ini adalah pilihan kamu," urai Alrez menyerahkan tugas mengisi perlengkapan rumah tangga pada calon istrinya.
__ADS_1
"Mas juga harus ikut memilihnya, biar seimbang," protes Serra.
"Hem oke sayang."
"Mas kamarnya ada berapa?"
...****************...
To be continue. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609
__ADS_1