YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 140.


__ADS_3

"Aku mencintai mu Serra Alifiana," ucap Alrez lagi tak pernah bosa bila mengatakan cinta pada gadisnya.


"Makasih uncle sudah mencintaiku setulus ini. Selalu berada didekatku, membantu dan melindungiku. Jujur awalnya aku risih berada dekat uncle, waktu itu aku masih istri Arka, setelah cerai dari Arka pun aku tetap risih. Seiring berjalannya waktu aku mulai merasa ada sesuatu jika berdekatan dengan uncle, tetapi aku mencoba menghalau sesuatu itu mengingat status ku, aku gak pantas untuk bersanding sama uncle, banyaknya kekurangan yang aku miliki. Tapi uncle terus menyakinkan ku kalau aku pantas menjadi pasangan uncke, dari situlah aku mulai berpikir. Mengapa aku ngerasa gak pantas? Sedangkan uncle sendiri menerima kekurangan ku, bahkan mencintaiku setulus ini. Harusnya aku bersyukur allah mengirimkan uncle untuk menjadi pasangankan ku."


Serra berlinang air mata menyelesaikan omongan yang panjang sekali. Pelukan Serra mengerat pada Alrez, pundak Alrez pun merasakan tetesan air mata gadisnya.


"Kebersamaan kita akan saling melengkapi sayang. Aku berjanji hanya ada kamu satu-satunya dalam hatiku dan yang pantas aku cintai," kata Alrez mengurai pelukan mereka dan menghapus air mata gadisnya.


"Uncle make-up ku pasti luntur ya," ucap Serra mengingat riasannya rusak akibat dirinya menangis.


"Tidak sayang, riasan mu tetap aman," kekeh Alrez tertawa kecil menatap ekspresi lucu dari gadisnya.


Usai saling menyematkan dan berpelukan mengungkapkan isi hati masing-masing. Serra dan Alrez bergabung bersama keluarga lainnya.


"Selamat Serra bentar lagi kamu bakalan menjadi adik iparku, aku masih gak nyangka kamu dan Alrez ternyata menjalin hubungan. Kamu pantas bahagia, aku akan mendukung dan selalu mendoakan kebahagian kalian," ucap Firesa, istri dari Calvino, memeluk Serra dan bercipika-cipiki.


"Selamat untuk kalian berdua, semoga lancar sampai pernikahan nanti," ucap Calvino.


"Selamat atas pertunangannya bang Alrez. Aku sudah menyiapkan kado spesial untuk pernikahan kalian nanti," ujar Nevano.

__ADS_1


"Memang kado apa yang mau kau berikan?" Tanya Alrez seraya mengerutkan kening.


"Oh maaf sekali bang Alrez, aku tidak bisa memberitahu mu sekarang. Jika aku memberitahunya, bearti bukan kejutan namanya," tukas Nevano.


"Terserah mu lah, awas saja sampai kado spesial mu tak bermanfaat bagi kami berdua," balas Alrez.


"Pastinya bermanfaat sekali bang!" sahut Nevano balik.


"Vina! Sayang kamu gak mau ngucapin selamat buat bang Alrez sama calon istrinya," tegur Nevano, pada istrinya yang kelihatan bersikap cuek saja.


"Hem, selamat atas pertunangannya." Olivina berpura-pura bersikap baik depan semua orang, apalagi gadis didepannya ini ternyata adalah anak dari keluarga terpandang juga. Olivina masih tidak percaya akan hal ini, bagaiman tidak setelah cerai dari Arka tiba-tiba saja langsung menjadi anak orang kaya dan menjadi kekasih Alrez.


"Uncle bangga pada mu Alrez, kamu memilih gadis yang tepat menjadi pendamping hidupmu. Dari pertama uncle mengenal Serra, hanya dengan mendengar suara dan memperhatikan sikapnya, uncle sudah yakin bahwa Serra adalah gadis baik dan santun. Bahagia kan dia, ingat Alrez jangan mengulangi kesalahan," ucap Rino berpesan pada keponakannya.


Arka yang mendengar ucapkan Opa Rino, seketika merasa tersindir. Arka mengakui bahwa semua adalah kesalahannya, andai waktu bisa diulang. Mungkin sekarang dia masih bersama Serra, hidup bahagia bersama. Sayang sekali semuanya telah berakhir menjadi kenang-kenangan. Dalam beberapa hari lagi Serra akan menikah dengan uncle Alrez. Otomatis Serra bakalan menjadi auntynya, sanggupkah dia memanggil mantan istrinya dengan sebutan aunty? Entahlah! Dia pun belum tahu...


Mereka bergiliran mengucapkan selamat pada Alrez dan Serra. Saat Arka mendapatkan giliran, Arka berhenti sejenak memandang wajah Serra lebih lama, sampai terdengar suara deheman yang begitu keras disamping Serra.


"Ekhem! Arka jaga perasaan istrimu, lupakan Serra. Sebentar lagi Serra akan menjadi istriku, anggap dia sebagai aunty mu. Saya tidak suka cara mu memandang calon istriku," ketus Alrez mendengkus kesal, menekan kata diakhir kalimatnya.

__ADS_1


Serra lantas memeluk lengan Alrez menenangkannya, ia tak ingin ada pertengkaran di hari bahagianya.


"Yang diucapkan mas Alrez benar! Lupakan saya, jangan pernah mengingat moment apapun tentang kebersamaan kita dulu. Saya sudah milik mas Alrez, bentar lagi kami akan menikah," tegas Serra dalam setiap kalimat yang lontarkannya.


"Tolong anggap saya sebagai aunty mu. Hilangkan perasaan mu yang mungkin masih mencintai saya, cintai istrimu dan bahagiakan dia, kalian sebentar lagi akan menjadi orang tua, jadilah orang tua yang baik untuk anak kalian," lanjutnya berpesan pada Arka.


Tanpa menggubris perkataan Serra, Arka melenggang pergi begitu saja.


"Dasar gadis kecil, berani sekali dia menasehati putraku. Lihat saja pembalasanku nanti."


...****************...


To be continue. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609


 

__ADS_1


 


__ADS_2