YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 156.


__ADS_3

"Bagaimana keadaan istriku dok?" Tanya Alrez saat dokter Zakia telah selesai memeriksa keadaan Serra yang tiba-tiba tumbang di pangkuan Alrez.


Dokter Zakia mengulas senyum, "Istri anda baik-baik saja tuan Alrez, istri anda hanya kelelahan dan perlu banyak istirahat." Jelasnya.


"Selamat tuan Alrez, istri anda hamil, usia kandungan baru satu bulan, tolong diperhatikan lagi istrinya jangan buat Ibu hamil banyak pikiran apalagi sampai stress, karena akan berdampak buruk bagi kandungannya," sambung dokter Zakia, semua orang lantas menatap dokter Zakia untuk lebih memastikan ucapannya.


"Aa,,apa ha-mil dok?" Alrez bertanya ulang, seakan tak percaya omongan dokter Zakia.


"Iya tuan Alrez, istri anda hamil. Saya adalah dokter kandungan yang dihubungi nyonya Firesa untuk datang kesini," kata dokter Zakia.


"Makasih ya Zakia kamu udah luangin waktu buat datang kesini periksa adik ipar aku," imbuh Firesa menghampiri sahabatnya dan merangkul pundaknya.


"Kaya sama siapa aja Sa," balas dokter Zakia.


"Alhamdulillah mama senang banget dapat cucu dari kamu Rez, pokoknya kamu harus jagai menantu mama dengan baik, awas loh kalau kamu nyakitin menantu mamah. Mama pisahin kamu sama Serra," papar Alia memberi peringatan terhadap putra bungsunya.


"Sedikitpun Alrez gak punya pikiran buat nyakitin Serra, wanita yang begitu aku cintai mah, jadi mamah gak usah khawatir akan hal itu," tutur Alrez sembari mengusap lembut kepala istrinya yang masih belum sadar.


"Ehem, ada lagi yang mau tuan Alrez tanyakan. Jika tidak ada saya ingin pamit kembali ke rumah sakit," ujar dokter Zakia melihat jam tangan dipergelangannya telah menunjukkan jam 12 siang. Dia harus kembali ke rumah sakit, sebab jam 1 siang dia masih ada pasien.


"Ya saya masih ingin bertanya, kalau benar istriku hamil. Mengapa istriku tidak mengalami mual-mual seperti kebanyakan ibu hamil alami?" Tanya Alrez mengutarakan keheranannya.


"Mual dan muntah-muntah atau bisa disebut morning sickness, tidak hanya ibu hamil saja yang bisa mengalami gejala itu, para suami pun bisa mengalaminya. Itu sudah biasa terjadi, jadi apa tuan Alrez lah yang mengalami morning sickness?" jelas dokter Zakia bertanya balik.


Alrez mengangguk, "Hem ya sayalah yang mengalami hal tersebut." Jawabnya.


"Kalau begitu saya akan resepkan obat antimual buat anda dan vitamin untuk istri anda. Bisa ditebus di apotik." Dokter Zakia kemudian menyerahkan sebuah kertas yang sudah dia tulis apa saja yang harus ditebus ke apotik.


Setelahnya dokter Zakia pamit kembali ke rumah sakit. Firesa dan yang lain keluar dari kamar Alrez. Mereka membiarkan pasangan suami istri tersebut untuk beristirahat.

__ADS_1


Satu jam kemudian Serra akhirnya sadar, wanita itu memandang ke sekitar kamar, ia merasa asing dengan kamar tersebut. Mata menoleh ke sebelah kanan, ternyata ada suaminya yang tertidur.


Serra tersenyum melihat Alrez ada di dekatnya, padahal ia sempat takut berada di kamar yang tidak ia kenal. Ketika hendak bangun, perutnya malah dipeluk tangan kekar yang ia kira orangnya tidur, padahal nyatanya tidak.


"Mau kemana sayang?" Tanya Alrez dengan mata terbuka.


"Aku mau ke kamar mandi Mas, buang air kecil," ujar Serra.


"Heum, ayo Mas temanin," kata Alrez telah bangun duluan.


"Yaampun Mas! Aku mau ke kamar mandi, buka mau pergi ke area berbahaya, jadi gak perlu ditemani," tukas Serra geleng-geleng kepala dengan keposesifan Mas tampannya.


"Mulai sekarang kemanapun kamu pergi harus ada Mas disitu, Mas harus siaga jadi suami dan ayah buat little baby," ucap Alrez seraya mengusap perut rata Serra.


"Maksudnya little baby?" Tanya Serra nampak kaget, cuma ia harus memastikan bahwa ia tidak salah dengar.


"Kamu hamil sayang, disini ada buah hati kita," jawab Alrez memperjelas perkataannya.


"Benar Mas aku hamil? Jadi kamu muntah-muntah itu gara-gara ngalamin morning sickness," ujar Serra baru sadar yang dialami suaminya selama beberapa hari berturut-turut ternyata gejala morning sickness.


"Itu sayang tau, kenapa baru sadar sekarang?" Gemas Alrez mencium bibir istrinya.


"Gimana mau menyadarinya Mas, orang aku liat kamu muntah-muntah terus khawatir banget, ditambah kamu yang susah makan. Penginnya susu aku terus, padahal asinya gak ada. Emang Mas bisa kenyang mainin dada aku," papar Serra.


"Makasih sayang udah selalu khawatirin Mas. Aku mencintai mu!" Kata Alrez ******* bibir ranum istrinya untuk beberapa saat sebelum Serra mendorong suaminya menjauh ketika pintu kamar mereka terbuka.


"Serra, ini mamah bawain makanan buat kamu. Tadi kamu makannya cuma sedikit," kata Alia berjalan menghampiri Serra yang menunduk malu hampir ketahuan.


"Lain kali kalau masuk ketuk pintu dulu mah, jangan asal main masuk." Alrez mendengkus kesal melihat mamanya.

__ADS_1


Plak


Alia memukul lengan Alrez sesudah meletakan nampan ke atas nakas. Alia mendelik kesal membalas putranya tersebut.


"Kamu pasti mau mesumin Serra kan, untung saja mama masuk menghentikan perbuatan mu. Kalau gak kandungan Serra sudah kenapa-kenapa, dengar Alrez! Kandungan Serra masih satu bulan, masih terlalu muda untuk begituan, ditambah usianya yang masih dini. Jadi mama sarankan tahan miliku selama 3 bulan ke depan," pesan Alia memperingatkan putranya untuk tidak mengajak menantunya berhubungan badan sebelum kandungan menantunya kuat.


"Satu lagi, Serra harus periksa ke dokter kandungan satu bulan sekali untuk mengecek janinnya berkembang dengan baik atau tidak. Serra juga perlu makanan-makanan bergizi agar bayi sehat dalam perut," tutur Alia mengusap perut rata Serra.


"Mama jadi gak sabar menantikan kelahiran cucu mama dari kalian, pengen nimang plus pamer sama teman-teman sosialita mamah," sambung Alia lagi, mengkhayalkan lebih dulu.


"Oh no, Alrez gak akan izinin mama bawa anak aku kumpul sama teman-teman mama nantinya. Apalagi buat di pamerin, aku tidak izinkan," tukas Alrez melarang mamanya untuk memamerkan anaknya kelak.


"Ngapain mama izin kamu, gak perlu tau. Mama perlunya sama Serra aja," balas Alia, lalu bergegas keluar meninggalkan Alrez yang dalam mode kesal.


"Sayang pokoknya nanti kalau mama mau bawa anak kita jalan, jangan izinin. Mas engga mau anak kita dibawa mamah untuk dikenalin sama teman-teman mamah yang ada pipi anak kita merah-merah dicubit nenek-nenek," ujar Alrez memberitahu istrinya.


"Mama paling cuma bercanda, godain kamu yang gampang pemarah," ucap Serra mengusap punggung lebar suaminya.


"Mas tolong bawakan nampan yang tadi mama antarkan, aku mau makan disana sambil nonton tv," pinta Serra.


Alrez dengan sigap menurut dan membawakan nampan tersebut. Mereka duduk di bawah dengan beralas karpet bulu. Alrez menyuapi Serra makanan, begitupun dirinya yang ikut makan berdua sama istrinya.


...****************...


To be continue. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609

__ADS_1


 


 


__ADS_2