YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 87.


__ADS_3

Hari ini adalah pengumuman kelulusan, Serra dan Arka sudah bersiap akan pergi ke sekolah untuk mendengar pengumuman tersebut.


Tiba di sekolah kedua pasangan suami istri yang berangkat bersama-sama kini berpisah. Arka bergabung bersama kelima sahabatnya, begitu juga Serra yang bergabung bersama ketiga sahabat.


"Selamat pada siswa/i kelas XII, kalian di nyatakan lulus semua!" ucap kepala sekolah menyampaikan, bicara menggunakan mikrofon agar terdengar oleh semua siswa/i yang berkumpul.


"Yes, akhirnya kita lulus bro," sorak Aldo merangkul Arka yang berada di sebelahnya dan saling merangkul yang lainnya juga.


"Alhamdulillah kita lulus," ucap Serra senang.


"Bapak juga mau menyampaikan sesuatu. Bapak ucapkan selamat kepada Serra Alifiana, siswi yang selalu berada di peringkat pertama dan sekarang mendapatkan nilai tertinggi di ujian akhir ini. Selamat!!"


Serra menyatukan tangan dan membungkuk, mengucapkan terimakasih. Selesai pengumuman semua siswa pun bubar. Mereka berhamburan keluar dari aula.


"Wah chel, sahabat kita ini emang pinter banget. Gue bangga sama lo ra, selamat ya!!" Nabila memeluk Serra.


Nabila menyenggol Rachel yang hanya diam saja sedari di aula tadi. "Chel lo gak mau gitu ngucapin selamat buat temen kita." ujarnya.


"Gue bodo amat! Mau nilainya bagus kek, gue gak perduli," ketus Rachel.


"Chel lo kenapa sih? Ada yang salah dari ucapan gue," ucap Nabila bertanya.


"Bukan lo Billa tapi, dia.." Rachel menunjuk Serra, menatap penuh permusuhan.


"Kalian berdua ada masalah apa? Coba cerita sama gue, kita selesaikan ini bersama. Gue gak mau sampai persahabatan kita rusak hanya karena mungkin masalah sepele," bijak Nabila.


Serra malah menggeleng, ia juga bingung dengan sikap Rachel dari waktu mereka simulasi. Mulai dari sanalah sikap Rachel perlahan berubah, seperti menjauhinya. Entahlah kesalahan apa yang membuat Rachel jadi seperti ini.


"Sebaiknya kalian ikut, biar kita selesaikan ini di tempat sepi." Nabilla memarik kedua tangan sahabatnya, menyeret keduanya agar mengikutinya. Karena tidak memungkinkan jika mereka bicara di lingkungan sekolah yang masih banyak orang-orang berlalu lalang.


Sesampainya di cafe Ariella, Nabilla kembali menarik tangan keduanya. Untunglah tadi ia sempat mengirim pesan pada Aldo untuk mengosongkan lantai atas cafe Ariella yang akan digunakan sebagai tempat obrolan mereka.


"Sekarang jelaskan apa sebenernya masalah kalian berdua!" ucap Nabilla menatap keduanya bergantian, karena ia memang berada di tengah-tengah keduanya.

__ADS_1


"Aku enggak tau masalahnya dimana atau kesalahan aku sendiri. Tapi aku menyadari jika sikap Rachel sudah berubah saat kita ujian simulasi di hari pertama," ungkap Serra.


Kini Nabilla beralih menatap Rachel yang masih belum membuka suara. "Chel bicaralah, beritahu kami masalahnya. Kita akan menyelesaikan bersama," ucapnya.


"Emang bisa?" tandas Rachel.


"Bisa Chel, kita cari jalan keluarnya. Makanya kamu jelaskan masalahnya," ucap Nabilla.


"Gue kecewa sama lo ra! Lo tau kan kalau gue mencintai Arka sedari kelas sepuluh, tapi kenapa lo rebut gue dari dia-"


"Chel-"


"Diem, gue belum selesai," sela Rachel terdengar membentak.


"Ra jangan motong omongan Rachel, kita dengarkan saja dulu penjelaskan." Nabilla meminta Serra agar diam.


"Waktu itu gue liat lo keluar dari mobil Arka. Bukan cuma sekali tapi udah beberapa kali. Gue pikir kalau cuma sekali barangkali kali kalian gak sengaja ketemu di jalan, lalu Arka menawarkan tumpang buat lo. Tapi kenyantaan enggak kaya gitu, beberapa kali udah gue liat lo keluar dari mobil Arka. Sebenarnya apa hubungan lo sama Arka?" papar Rachel menanyakan dengan tegas.


"G-gue gak ada hubungan apa-apa sama Arka," jawab Serra setengah gugup, ia belum bisa jujur tentang statusnya dengan Arka..


Serra menggelengkan kepala, "Kami memang kerap gak sengaja ketemu di jalan dan yang kamu bilang di awal tadi emang benar kalau Arka nawarin tumpangan buat aku. Tapi percaya, aku selalu nolak dia.. Kamu tau kenapa, karena kamu! Aku tau kamu suka sama Arka, jadi mana mungkin aku merebutnya dari sahabatku.."


"Maaf Chell Bill, aku belum bisa ngomong sejujurnya sama kalian. Karena kamu belum mendapatkan persetujuan dari papa Alka dan mama Devita.." ucap Serra dalam hati.


"Serra udah jelasin, jadi gimana Chell!? Apa lo masih mau marah sama Serra!" Nabilla kembali bicara setelah mendengar penjelasan dari keduanya.


"Ra gue minta maaf udah salah paham sama lo dan udah bersikap kurang baik sama lo. Maafin gue," ucap Rachel berdiri, begitu juga Serra ikut berdiri. Akhirnya kedua saling berpelukan.


"Aku juga minta maaf ya," ucap Serra mengusap bahu Rachel.


Rachel tersenyum, tapi dalam hati terdalamnya masih belum percaya sepenuhnya. "Gue gak tau, kenapa gue belum bisa percaya."


"Ginikan gue senang liat kalian berbaikan. Masalah juga udah beres" Nabila tersenyum lebar dan merangkul keduanya, mereka berpelukan bersama.

__ADS_1


Aiden yang ingin memasuki sebuah ruangan yang berada di atas, menghentikan langkah saat mendengar pembicaran serius dari ketiga gadis SMA. Aiden tak langsung balik, malah tetap berdiri di tempatnya. Menguping pembicaraan orang memanglah tak sopan, tapi rasa penasarannyan tidak terbendung lagi, ingin mengetahui. Aiden melihat mereka tengah berpelukan bersama.


"Sepertinya mereka sudah berbaikan," gumam Aiden lalu balik turun kebawah, dia mengurungkan niatnya pergi ke ruangan tersebut, tujuan utamanya tadi.


"Oh ya besok kita ke mall cari gaun buat prom night," ujar Rachel.


"Ehm kayanya gue enggak bisa deh," tolak Serra.


"Ayolah ra, ini acara perpisahan kita. Jadi kita harus tampil dengan gaun yang sama tapi tak gak serupa," ucap Nabilla memaksa Serra agar ikut bersama mencari gaun di mall.


"Iya ra, benar yang dibilang Billa. Masalah uang, itu gak usah lo pikiran. Gue yang bakalan bayarin gaun kalian, asalkan lo mau ya." Rachel juga ikutan memaksa Serra.


Serra menjadi tak enak untuk menolak ajakan kedua sahabatnya dengan sanagt terpaksa ia mengangguk mau.


"Nah gitu dong, sekarang kita pulang yuk udah siang," ucap Rachel melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Buru buru banget Chell, mending nyantai dulu lah. Kita ngobrol-ngobrol seperti biasa," ujar Nabilla.


"Bukan gue gak mau Bill, tapi gue ada janji sama nyokap bokap sekarang. Jadi gue pamit ya..." Serra dan Nabilla mengangguk, Rachel pun pulang duluan.


Semantara Serra dan Nabilla tetap tinggal di cafe. Kedua gadis tersebut berbincang-bincang sampai tak kerasa waktu berjalan cepat. Mereka berdua pun pulang naik gojek yang di pesan masing-masing.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.

__ADS_1


Terimakasih💓


__ADS_2