
"Dimana Alrez, Reno... Kenapa dia belum datang juga, apakah perjodohan ini kita batalkan saja," ujar Benedicto terdengar mengancam.
"Daddy jangan katakan itu," sanggah Luciana.
"Benar pak Dicto, adik saya kemungkinan terjebak macet," sahut Alkavero.
Lama menunggu kehadiran Alrez. Akhirnya pria itu datang juga dan mengambil duduk dekat Arka. Pria itu tampak tak memperdulikan semua orang di meja makan melihat kearahnya.
"Baiklah karena Alrez sudah ada, sebelum kita membicarakan ini. Ada baiknya kita mulai menyantap makan malam terlebih dahulu," kata Damareno.
Semua orang makan dengan tenang. Sandra yang berada di samping Clara terus mengarahkan pandangannya ke Arka. Sandra tersenyum penuh arti pada Arka, orang-orang tidak akan menyadari rencananya terkecuali Clara. Hanya Clara yang tahu segalanya tentang dan gadis itu mendukung sepenuhnya Sandra dan Arka bersama.
Usai makan malam, mereka berkumpul di ruang tamu. Tetapi Arka tidak ikut karena badan terasa aneh, jadi lelaki itu memutuskan ke kamar.
"Tante aku izin mau ke kamar masih ada tugas sekolah yang harus di kerjakan," pamit Sandra bicara pelan pada Devita.
"Pergilah sayang! Clara kamu ke kamar saja temani Sandra." Mama Devita juga meminta putrinya agar menemani Sandra di kamar.
"Baik mah," jawab Clara.
"Rencana gue berhasil Cla!" Seru Sandra bahagia. "Cla nanti lo kunci aja pintu kamar, takutnya aja nanti tante ngecek kita..." Ujarnya.
"Oke, lo tenang aja. Pokoknya keponakan gue harus jadi disini nanti," ucap Clara mengelus perut sahabatnya.
"Doain aja pokoknya. Biar cepat juga gue jadi istrinya Arka," bales Sandra.
Sandra perlahan masuk ke kamar Arka dan mengunci pintunya. Sandra mengetahui Arka berada di kamar mandi, ia pun memanfaatkan situasi menaruh kamera untuk merekam kegiatan mereka. Setelahnya melepaskan seluruh pakaian yang dikenakannya tanpa tersisa sehelai pun di tubuhnya. Lalu membuka pintu kamar mandi, melihat Arka membelakanginya membuat memiliki kesempatan memeluk cowo dicintainya.
"Serra," kata Arka menyebut nama istrinya dan membalik badan berhadapan langsung dengan Sandra bukan Serra.
Pengaruh obat yang diberikan Sandra sangat kuat efeknya pada Arka membuat pandangan cowo itu sampai berubah.
__ADS_1
"Serra? siapa dia, aku baru kali mendengar namanya. Apa mungkin pacar Arka?" batin Sandra bertanya-tanya siapakah Serra yang disebut Arka.
"Serra sayang termyata kamu sudah siap kita melakukannya sekarang."
Arka mulai menciumi leher Sandra. Membuat Sandra menahan desahannya agar tak keluar.
"Sayang mendesahlah, tidak akan ada orang yang mendengarnya," ucap Arka terus saja mengerjai tubuh Sandra.
"Lihat saja kau Serra, aku akan menyingkirkan mu dari Arka." batin Sandra geram mendengar Arka terus menerus menyebut nama Serra.
Sandra sampai tidak sadar Arka membawanya ke ranjang dan membaringkan dengan hati-hati. Lalu melanjutkam aktivitasnya kembali, sampai pelepasan di dapatkannya. Arka ambruk ke samping Sandra, rasa lelah karena aktivitas yang dilakukan mereka membuat Arka ketiduran. Sedangkan Sandra masih berada di ranjang membelai wajah Arka. Mengecup bibir cowo itu dan beranjak dari ranjang mengambil kameranya menyimpan video aktivitas mereka.
Sebelum berpakaian lagi, Sandra naik ke ranjang untuk mengambil gambar mereka berdua yang bermesraan. Selesai itu Sandra keluar dari kamar Arka mengendap-endap takut ketahuan. Sandra juga sudah mengirimkan pesan melalu whatsapp pada Clara agar membukakan pintu kamarnya.
"Gimana tadi enak gak?" Pertanyaan spontan dari Clara membuat wajah Sandra memerah malu,
"Awalnya sakit-"
"Tapi akhirannya enak," tebak Clara.
"Eung engga kok, cuma gue pernah baca cerita aja," elak Clara.
"Halah gue gak percaya, pasti lo pernah kan gituan sama ka Farell," cecar Sandra agar Clara mengaku.
"Sumpah gue belum pernah gituan sama ka Farell. Paling cuman ciuman dan sekadar megang-megang," ucap Clara.
"Entar juga pasti kebablasan."
"Ye enak aja, gabakalan lah. Gue mau selesaiin sekolah dulu, kalau lo kan emang ngebet banget sama kakak gue. Bahkan lo ga mikirin sekolah lo gimana nanti kalau udah hamidun."
"Gue tetap sekolah selama perut gue belum keliatan besar. Kalau udah besar baru deh homeschooling."
__ADS_1
"Lo pasti lelah kan habis gituan, sekarang saatnya kita tidur..." Clara duluan berbaring di ranjang.
Sandra mengikuti dengan berbaring juga di ranjang. Sandra mengingat sesuatu yaitu nama yang disebut Arka saat melakukan dengannya.
"Oh iya Cla! Gue mau tanya dong.."
"Tanya aja kali San, selama masih bisa gue jawab..."
"Gini tadikan pas gue ngelakuin nya sama Arka. Arka mandang gue dan nyebut nama Serra saat kami melakukannya. Sepertinya Arka mengira gue adalah Serra makanya dia terlihat menikmati apa yang dilakukannya ke gue. Memang siapa sih Serra? Apa lo mengenalnya," tukas Sandra.
Clara sempat menegang mendengar perkataan Sandra. Tapi dengan cepat Clara menetralkan kembali dirinya.
"Eem gue gak kenal San. Setau gue kak Arka ga punya pacar," ucap Clara berbohong.
"Bagua deh gue lega dengarnya. Tapi gue harus tetap cari tahu siapa Serra itu," tekad Sandra.
"Lo mau kan bantuin gue," lanjutnya.
"Pasti dong gue bantuin lo," kata Clara. "Tapi maaf San lo gaakan pernah mengetahui informasi tentang siapa Serra dari gue." lanjutnya berkata dalam hati.
"Lo emang sahabat baik gue, sekaligus bakalan jadi adik ipar gue." Sandra memeluk Clara.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
__ADS_1
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓