
Waktu berjalan sangat cepat, kini Alrez dan Serra berada di negara Australia, tepatnya di kota Sydney. Penerbangan yang amat jauh, menempuh waktu sekitar 6 jam 55 menit. Setibanya di bandara, Serra jetlag tubuh serasa lemas, sehingga Alrez sigap menggendong istrinya, membawa masuk ke dalam mobil jemputan yang sudah menunggu mereka dan akan menuju ke hotel.
Alrez menggendong Serra sampai ke kamar hotel, dengan hati-hati Alrez membaringkan Serrq di ranjang. Semantara koper dan barang-barang lainnya dibawakan oleh sopir yang mengantar mereka.
"Mas." Serra menggenggam tangan Alrez, tidak mau melepaskannya.
Terpaksa Alrez mengalah untuk tak pergi ke kamar mandi, ia mulai mengelus-ngelus kepala istrinya dan menepuk punggung agar kembali terlelap.
Keesokan paginya Alrez mengajak Serra pergi ke Bondi Beach tempat wisata di Sydney, yang paling ramai dikunjungi oleh orang-orang setempat maupun wisatawan dari negara lain.
Pasir putih yang bersih dan halus serta laut dengan ombak yang tidak terlalu besar. Pantai Bondi menjadi tempat favorit bagi masyarakat maupun wisatawan untuk berlibur.
"Mas boleh ya aku pakai bikini, janji cuma sekali ini aja," ujar Serra merayu suaminya agar diizinkan.
"Tetap engga boleh sayang! Semua yang ada di diri kamu adalah milik mas, yang boleh melihatnya cuma mas. Orang lain siapapun itu ga boleh ngeliatnya." Alrez menunjukkan keposesifannya dengan tidak memberikan izin pada istrinya memakai pakaian seksi di tempat umum. Bagi Alrez istrinya adalah berlian yang berharga harus di jaga.
"Tapikan aku bakalan dekat sama mas terus," kekeh Serra tak menyerah sampai suaminya mengizinkan.
"Kalau kamu terus ngebantah mas, lebih baik kita engga usah pergi. Biar mas telpon manager hotel minta agar kolam renang hotel ini di kosongkan untuk kita berdua berenang, agar kamu bebas mau berpakaian," papar Alrez menatap istrinya.
__ADS_1
"Gimana setuju sayang?" Serra menggeleng, lantas masuk ke dalam kamar mandi mengganti pakaian dengan memakai dress putih setengah paham dan kelihatan ketat. Serra asal mengambil pakaian dalam koper dan memakainya.
"Ayo mas aku udah siap," kata Serra keluar dari kamar mandi.
Mata Alrez melotot melihat penampilan Serra yang menggunakan dress putih ketat dengan panjang setengah paha. "Ganti baju kamu sayang." tegasnya.
"Kenapa lagi sih mas, aku kan udah nuruti kemauan kamu. Engga pakai bikini," protes Serra, merasa bingung terhadap suaminya. Perasaan pakaiannya tidak ada yang salah.
"Dress kamu ketat sayang, lekuk tubuh kamu jadi kelihatan. Mas gak suka kamu pake pakaian kaya gitu. Kok mas baru lihat kamu punya pakaian kaya gitu," ucap Alrez.
"Mas aku juga ga tau siapa yang masukin pakaian ini ke dalam koper, lagian ini masih longgar ga ketat-ketat amat mas," bela Serra karena tak terima tuduhan suaminya.
"Dari pada keluar, mending kita honeymoon di kamar aja." Pungkas Alrez memeluk pinggang istrinya menarik dan merapatkam tubuh mereka.
"Lepas mas! Oke aku ganti pakaian, tapi mas yang harus memilihkan, biar mas puas." Serra melepaskan tangan Alrez dari pinggangnya. Serra berdecak dengan berat hati menuruti perintah suaminya.
Alrez yang melihat penampilan istrinya sekarang dengan pakaian pilihan darinya merasa sangat puas dengan hasilnya.
"Dasar suami posesif," dumel Serra.
__ADS_1
"You're mine, sayang," balas Alrez.
Mereka tiba di pantai Bondi, yang memang mau dikunjungi. Serra berdecak kagum memandang keindahan pantai Bondi. Ini pertama kalinya Serra pergi ke pantai yang berada di luar negeri dengan status sebagai istri.
"Kamu senang sayang?" tanya Alrez berbisik di telinga Serra dari belakang dengan memeluk perut istrinya.
Sontak Serra mendongak menatap wajah suaminya dengan menunjukkam senyum sumringah. Tak perlu jawaban Alrez pun telah mengerti arti dari senyuman istrinya.
...****************...
To be continue. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609
__ADS_1