YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 67.


__ADS_3

Kini mobil Arka berhenti tepat depan rumah Rachel. Terlihat Syahreza dan Ranti kedua orang tua Rachel yang berdiri depan teras rumah menunggu kedatangan putri mereka. Keduanya memang telah di beritahu oleh Mamang sopir putri mereka melalui telpon.


Arka pun turun bersama Rachel, mengantar Rachel ke depan orang tuanya langsung. Arka tidak mau terlihat tak sopan, pergi begitu saat ada orang tua Rachel berdiri depan teras.


“Loh mama papa ngapain diluar?” Tanya Rachel heran saja melihat orang tuanya berdiri di luar saat hampir larut malam.


“Kami nungguin kamu nak, Mamang sudah telpon papa tadi,” ujar Syahreza.


“Jangan marah pada Mamang. Mamang hanya bermaksud baik, menginformasikan ini agar kami tahu siapa orang yang mengantar mu,” sambung Ranti.


“Benar yang di bilang mama mu. Hem, tidak mau mengenalkan teman mu ini pada kami,” ucap Syahreza melirik lelaki di samping putrinya.


“Kenalin om tante saya Arkananta.” Arka memperkenalkan dirinya dan menyalam tangan kedua orang tua Rachel.


“Sepertinya wajah dan nama mu tidak asing lagi bagi saya.” Syahreza mencoba mengingat-ingat lelaki sopan di depannya ini. Ketika mengingat nama rekan bisnisnya barulah ia tahu siapa teman putrinya ini.


“Ah ya saya tahu, kamu Arkananta Xander! Anak sulung Alkavero Xander bukan?” Arka mengangguk membenarkan.


“Tidak di sangka saya bertemu putra dari rekan bisnis saya. Papa mu sebenarnya sahabat saya.” Pungkas Syareza.


“Saya baru tahu om sahabat papa saya. Oh iya om tante saya pamit pulang dulu.” Arka melupakan tujuan awal pulang dan baru mengingatnya.


“Tidak mau mampir dulu nak,” tawar Ranti.


“Eum maaf tante ini hampir larut malam. Kapan kapan saja saya mampir,” kata Arka.


“Yaudah tidak papa nak, terimakasih telah mengantarkan anak saya pulang dalam keadaan selamat,” ujar Syahreza.


“Sama sama om... Chel, tante, om saya pulang, assalamualaikum.”


“Waalaikumsalam”


Arka lekas masuk dalam mobil dan bergegas menjalankan mobilnya. Semantara Rachel terus menatap mobil yang telah keluar dari pagar rumahnya dengan senyuman terukir diwajahnya.


Ranti menyenggol lengan putrinya. “Sudah ayo masuk, mobilnya gak keliatan lagi tuh.” Godanya.


“Mama.” Rengek Rachel saat di goda Ranti.

__ADS_1


“Apa kamu menyukainya nak?” Tanya Syahreza pada putri semata wayangnya.


“Lebih tepatnya aku mencintainya pah,” kata Rachel jujur.


“Papa akan membantu agar bisa bersamanya.”


Sontak Rachel memeluk papanya dengan binar bahagia.


“Beneran pah! Tapi gimana caranya?”


“Alkavero sebenarnya sahabat baik papa. Nanti papa akan bicara dengannya.”


“Makasih papa.” Rachel mencium pipi papanya.


“Sekarang kamu berbersih sana, lalu tidur. Besok sekolah jangan sampai kesiangan,” kata Ranti.


“Siaap boss..” Rachel mencium pipi mamanya terlebih dulu sebelum menaiki tangga menuju kamarnya.



Mata Serra melebar, melihat pesan gambar yang di kirimkan Alrez kepadanya. Dimana di dalam gambar tersebut ada Arka dan Rachel sahabatnya.


Sudah setengah jam lamanya Serra menunggu kedatangan Arka, bahkan yang dilakukannya hanya duduk-duduk di tepian ranjang, sambil matanya menatap pintu kamar berharap Arka cepat datang.


‘Ceklek’ Akhirnya pintu kamar terbuka, terlihat wajah lelah Arka yang baru tiba.


“Sayang kamu belum tidur, ini udah hampir mau larut malam loh,” kata Arka melihat arloji di tangannya dan melepaskan menaruh di tempatnya.


“Sengaja nungguin kamu.” Serra berdiri menyilangkan tangannya menatap suaminya.


Arka malah bingung dengan sikap Serra. “Ada apa?”


“Engga cuman heran aja kamu kok lama banget nyampe mansion. Soalnya yang lain udah pada sampe duluan, atau kamu ketemu teman-teman kamu ya?”


“Sini aku ceritain.” Arka membawa Serra duduk kembali di ranjang.


“Sebenarnya tadi aku udah pulang duluan. Tapi ditengah perjalanan aku ngeliat ada mobil orang mogok, awalnya aku gak perduli. Pas ngenalin siapa pemilik mobil itu jadi aku berhenti-“

__ADS_1


“Memangnya siapa yang punya mobilnya?” Tanya Serra memotong omongan suaminya.


“Sabar sayang aku belum selesai nyeritainnya,” ucap Arka.


“Lanjut ka!” Pinta Serra.


“Gini jadi pemilik mobil itu teman kamu Rachel. Karena aku kasian ngeliatnya, aku menawarkan mengantarkannya pulang.”


Hati Serra menjadi lega akhirnya mendengar kejujuran Arka.


“Terus waktu kemarin kamu ada nganterin Rachel pulang juga. Kenapa gak cerita?”


“Yang mana sayang?” Tanya Arka balik.


“Yang pas aku gak masuk sekolah. Kaya kamu nganterin Rachel pulang, baru ke apartement jemput aku sama Ibu.”


“Oh yang itu, aku nganterin dia pulang karena belum ada yang jemput. Sedangkan sekolah waktu udah mulai sepi.”


Serra mangut-mangut setelah mendengar penjelasan Arka. Serra bersyukur Arka jujur padanya tidak ada yang di tutup-tutupin lagi. Hanya dia yang ngerasa bersalah membohongi Arka.


“Ada lagi yang kamu tanyakan, sebelum aku masuk kamar mandi.” Serra menggeleng kepala.


“Ini piyama kamu, udah ganti sana.” Serra memberikan piyama yang memang telah di siapkan.


Arka langsung masuk kamar mandi mengganti pakaiannya menjadi piyama agar tidurnya lebih nyaman.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.

__ADS_1


Terimakasih💓


__ADS_2