YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 40


__ADS_3

Tak terasa sudah seminggu Serra tinggal bersama ibunya dengan alasan merindukan. Rida memperhatikan putrinya seperti tidak bersemangat hari ini.


“Fia, kamu kenapa nak? Ibu perhatikan kayak gelisah gitu dan kelihatan gak bersemangat pergi kesekolah. Ada masalah, cerita sama ibu..” Rida memegang lengan putrinya dan mereka duduk diambal.


Serra menampilkan senyumnya. “Aku gak papa buk, cuma kesel nungguin Arka katanya mau jemput aku. Pergi sekolah bareng,” jelasnya.


“Sabar Fia! Mungkin nak Arka masih di jalan,” kata Rida mengusap bahu putrinya.


“Ibu mau ke dapur dulu, menyiapkan bekal untuk mu.” Rida lantas berdiri dan pergi ke dapur menyiapakan bekal untuk putrinya.


Handphone Serra yang berada di kantong bajunya berdering. Melihat nama penelpon membuat Serra mengerucutkan bibirnya. Ia berharap yang menelpon adalah suaminya, ternyata bukan.


“Keluarlah dari gang sekarang. Saya yang akan mengantar mu kesekolah,” ujar Alrez ditelpon menyuruh gadisnya segera berjalan keluar dari dalam gang.


“Tak usah repot menjemputku uncle..” kata Serra kesal, mendengar nada perintah dari uncle Arlez.


“Arka tidak akan menjemput...” ucap Arlez tersenyum mendengar suara gadisnya kedengaran kesal.


“Jangan sok tau uncle. Arka sudah mengatakan akan menjemputku, mungkin sebentar lagi dia sampai. Jadi uncle pergilah dari depan gang ku, tidak usah menunggui ku. Aku tidak mau suamiku salah paham melihat keberadaan uncle depan gang ku...” Serra mengusir uncle Arlez agar segera pergi dari depan gangnya.


Tangan Arlez mengepal mendengar suara Serra menyebut Arka dengan kata suami. Ia tidak suka mendengar gadisnya mengatakan kata ‘suamiku’ panggilan itu hanya boleh disematkan untuknya.


“Apa uncle masih disana? kalau masih segeralah pergi uncle...” pinta Serra..

__ADS_1


“Saya akan tetap menunggu mu, kita lihat saja apakah Arka akan menjemput atau tidak...” tukas Arlez.


Serra lantas mematikan sambungan telpon secara sepihak dan bertepatan Ibunya menghampiri dengan membawa dua wadah bekal ditangannya. Serra menatap bingung ibunya yang membekalinya sampai dua wadah.


“Wadah bekalnya kok dua buk?” Tanya Serra.


“Satunya buat suami mu,” jawab Rida.


Serra mengangguk mengerti. Sudah hampir mau jam tujuh tetapi Arka belum juga datang. Ditelpon juga suaminya tidak mengangkat, dia sudah sangat kesal menunggu suaminya.


Handphone di genggamannya kembali berdering. Serra menempelkan handphone di telinga menunggu orang diseberang telpon bersuara.


“Gimana? Masih mau menunggu Arka atau berangkat bareng saya,” kata Arlez masih setia menunggu depan gang.


“Ibu, Fia mau berangkat dulu.” Serra menyalam tangan Ibuknya.


“Nak Arka sudah datang?” Rida bertanya.


“Iya buk, sudah ada di depan gang,” bohong Serra, padahal uncle Arlez yang akan mengantarnya.


“Kamu hati-hati ya, bilangi nak Arka jangan ngebut bawa mobil. Pelan-pelan aja,” pesan Rida pada putrinya agar memberitahukan ke menantunya.


“Iya buk nanti aku sampaikan. Assalamu’alaikum...”

__ADS_1


“Waalaikumsalam...”


Serra berjalan dengan menenteng kresek berisi wadah bekalnya. Jalanan menuju ke depan gangnya tidak becek, karena semalam tidak hujan. Jadi Serra bisa memakai sepatunya tanpa harus memakai sendal dulu baru menggantinya.


Serra melewati ibu-ibu yang mengantar anak mereka kesekolah dalam gangnya. Beberapa ibu-ibu yang mengenal menyapanya. Serra melihat sebuah mobil Fortuner warna hitam yang diketahui adalah milik uncle Arlez.


Bukannya masuk ke dalam mobil tersebut, gadis itu malah melambaikan angkot yang kebetulan lewat. Arlez dengan cepat keluar dari mobilnya dan menahan lengan Serra.


“Tidak jadi pak! Gadis ini bersama saya,” ujar Arlez.


Sopirnya lantas menjalankan angkot pergi menjauhi mereka berdua.


“Uncle apa-apaan sih.” Serra menghempaskan tangan uncle Arlez begitu saja. Suasana hatinya sangat tidak baik hari ini.


Arlez mengerti mengapa gadisnya begitu. Ia tidak menanggapinya dan menarik kembali gadisnya masuk ke dalam mobil sabuk pengaman juga sudah terpasang. Arlez mengelilingi mobil untuk masuk ke kursi kemudi. Lalu menjalankan mobilnya mengantar gadisnya ke sekolah.


...****************...


Bersambung. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609

__ADS_1


Terimakasih ❤


__ADS_2