YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 93.


__ADS_3

Serra terbangun, melihat kesekeliling kamar dan menyadari ia tengah berada di apartement yang sangat di kenalinya. Karena sudah beberapa kali menginap dan tidur di kamar pria, yang memiliki parfum, beraroma maskulin. Siapa saja akan merasa betah berada di kamar ini, termasuk ia sendiri. Mengingat bahwa pria itu adalah orang yang harus di hindarinya, maka ia harus menghilangkan kebetahannya dengan meninggalkan kamar ini secepatnya.


"Kau sudah bangun rupanya! Gimana masih pusing?"


Serra terlonjak kaget mendengar suara bariton Alrez yang berada di ambang pintu kamar dengan menyenderkan punggung dan melipat tangan di dada.


Alrez menyadari gadisnya masih saja diam belum mengeluarkan suara, akhirnya memilih menghampiri ke ranjang. Alrez mengambil tempat duduk di tepian ranjang, tangan terangkat menyingkirkan rambut nakal yang menutupi wajah gadisnya.


"Masih pusing?" ulangnya bertanya, Serra menjawab dengan gelengan kepala.


"Maaf membawa mu kesini. Saat di pesawat perasaan saya sudah tidak nyaman, kepikiran kamu terus. Sampai di bandara saya langsung menuju ke mansion Alkavero, ternyata kamu dan Arka lagi pergi ke acara prom night. Disitu perasaan gak nyaman saya semakin menjadi-jadi, saya akhirnya menyusul kalian ke acara itu. Alka memberitahu saya acara di selenggarakan di hotel Xander. Saya sangat bersyukur datang tepat waktu, jika saya terlambat sedikit saja, kamu sudah di perkosa tiga remaja seumuran dengan mu." tutur Alrez menceritakan kejadian semalam yang dialami oleh gadisnya.


Tubuh Serra langsung tersentak, mendengar apa yang telah ia alami. Ia mecoba untuk mengingat tentang kejadian semalam, ia memegang kepalanya yang malah terasa pusing.


"Sudah lupakan kejadian semalam, tak usah mengingatnya. Nanti kepala mu tambah pusing, mereka juga belum sempat menyentuh mu. Karna saya langsung menghajar ketiga remaja itu," terang Alrez.


"Terimakasih uncle kau sudah menyelamatkan ku, mungkin jika kau tidak datang tepat waktu. Entah gimana jadinya, sekali terimakasih. Maaf juga aku selalu berburuk sangka dengan uncle selama ini," ucap Serra mengambil tangan besar Alrez.


"Simpan terimakasih mu ra, saya tidak butuh itu. Saya hanya butuh kamu selalu baik-baik saja," kata Alrez.

__ADS_1


..."Apa semalam kau minum wine?" tanya Alrez membuat Serra kebingungan untuk menjawab....


"A-aku lupa uncle, semalam aku sembarang mengambil minuman tanpa tau minuman itu apa," jawab Serra.


"Saya menanyakan ini, karna semalam kau mabuk, maka dari itu kau tidak mengingat kejadiannya," papar Alrez.


"Uncle aku mau pulang sekarang, takut Arka mencari ku. Semalam aku kan tidur disini, aku bingung harus menjelaskannya apa pada Arka nanti saat dia bertanya kemana aku pergi sampai tidak pulang. Aku harus menjawab apa," cicit Serra, kepanikan malah melandanya.


"Hei? tenanglah! Saya jamin Arka tidak akan menanyakan perihal itu, kalau dia tahu kamu tidak ada dimansion, otomatis dia pasti mencari mu sampai ketemu minimal menelpon mu. Coba cek ponsel, apa dia menelpon berkali kali semalam," ujar Alrez meminta gadisnya agar tetap tenang dan menyuruhnya supaya mengecek ponsel untuk memastikannya.


Serra lantas mengambil ponsel dalam tas, dan menyalakan layar ponselnya. Benar saja yang uncle Alrez katakan barusan, satupun panggilan maupun pesan tak ada sama sekali. Hanya ada satu pesan itupun dari Nabilla sahabatnya yang menanyakan dimana keberadaannya, karena sampai malam puncak ia menghilang dan tidak kembali lagi ke acara.


Tentu saja, Alrez paham tak perlu jawaban gadisnya, ia sendiri sudah bisa menilai arti dari raut wajah gadisnya.


"Bersiaplah! Saya akan mengantar mu pulang," ucap Alrez meninggalkan kamar membiarkan gadisnya bersiap dan ia akan menunggunya dibawah.


Serra bergegas bangun dari ranjang, mata melihat paper bag tergeletak di atas sofa. Serra lantas mengeluarkan isi dalam paper bag tersbut, yang ternyata isinya adalah pakaian. Tidak perlu bertanya, Serra yakin bahwa pakaian tersebut untuknya. Serra lekas masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya, ketika melepas bajunya, Serra baru sadar jika baju yang melekat di badanya bukanlah miliknya.


"Uncle! dasar pria mesum," pekik Serra dalam kamar mandi.

__ADS_1


Saat ini Serra telah berada dalam mobil, mereka dalam perjalanan menuju mansion Alkavero. Alrez melirik gadisnya yang sedari diam saja, tidak berbicara sepatah katapun, bahkan wajah gadisnya keliatan cemberut.


"Kamu kenapa, keliatan cemberut gitu? Alrez bertanya, karena penasaran apa yang membuat gadis sampai terlihat cemberut.


"Engga papa, aku biasa aja," kilah Serra menyangkal, padahal dirinya tengah kesal dengan orang yang sedang mengemudikan mobil di sampingnya.


Alrez akhirnya diam saja dan kembali suasana menjadi hening.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.

__ADS_1


Terimakasih💓


__ADS_2