YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 5


__ADS_3

Dimeja makan semua orang mulai menyantap makanan mereka sambil menunggu kedatangan pasangan pengantin yang baru menikah satu minggu lalu.


“Seharusnya istrinya Arka sudah berada di bawah menyambut kami tadi saat datang,” ujar Olivina bicara pada suaminya Nevan yang duduk disampingnya.


“Sudah sayang biarkan aja, mungkin mereka berdua ada kesibukan di atas. Maklum kan pengantin baru,” ucap Nevano mengusap bahu istrinya.


“Yang dikatakan mba Oliv benar. Ini malah harus mba Devita yang keatas menjemput menantunya untuk turun kebawah,” imbuh Dewi sinis.


“Aku malah setuju sama yang dibilang Nevan. Karena mereka masih pengantin baru, jadi mereka pasti sedang melakukan ehem ehem. Semua yang dimeja makan pasti tahu lah yaa,” sambung Firesa membela pengantin baru tersebut dihadapan adik iparnya Olivina dan Dewi adik dari Devita yang bermulut pedas.


Arlez hanya diam mendengarkan perdebatan para wanita menantu Xander ataupun dari Frianka. Pria itu sangat menikmati makannya, karena makanan yang dihidangkan adalah makanan kesukaannya. Entahlah saat merasakan hidangan makan malam disana membuat dia sangat kaget dengan cita rasa masakan tersebut, yang menurutnya sangat lezat. Makanan direstoran bintang lima sekalipun kalah dengan makanan yang dimakannya saat ini.


Baru saja Arlez ingin membuka suara untuk pergi kedapur menanyakan siapa orang yang telah memasak makanan seleza ini pada pelayan di mansion. Tiba-tiba ada orang yang memanggilnya.


“Uncle Arlez welcome back to the Alkavero mansion,” seru Arka ketika melihat uncle datarnya berada di meja makan bersama keluarga lainnya.


“Hey, kenapa menikah tidak mengundang uncle. Apa uncle tidak penting untuk tahu pernikahan ini?” Arlez bertanya pada keponakannya yang berada di hadapannya sekarang.


“Bagaimana mau memberitahu uncle, pernikahan ku sangat mendadak. Sedangkan uncle masih dalam perjalanan bisnis. Arka mengerti jika uncle sangat workholic, jadi aku tidak mau menganggu atau mengacaukan perjalanan bisnis uncle,” jelas Arka.


“Setidaknya telpon uncle, biar uncle tahu jika kau menikah,” ujar Arlez.


“Maafkan Arka uncle.” Akhirnya Arka mengatakan maaf.


“Dimana istrimu ka?” Tanya Arlez tak melihat wanita disamping keponakannya.


“Oh itu uncle, istriku lagi dikamar. Istriku meminta maaf pada semuanya karna tidak bisa menyambut dan makan malam bersama dimeja makan. Istriku mengalami diare,” tutur Arka menatap semua keluarga yang berada dimeja makan.


"Tidak papa ka, semoga istrimu cepat sembuh ya," ucap Firesa penuh pengertian dan mendoakan kesembuhan untuk Serra.


"Terimakasih aunty Resa," balas Arka.


“Mengapa istrimu bisa sakit disaat ada acara makan malam bersama keluarga besar seperti ini. Oma tidak habis pikir dengan istrimu itu ka,” dengus Rosalia.


“Arka benar-benar minta maaf oma atas ketidakhadiran istriku disini. Istriku salah makan makanan dan menyebabkan dia diare serta kedinginan. Sebenarnya istriku ingin turun kebawah karna tak nyaman ada kalian semua, tapi aku melarangnya agar tidak usah kebawah dulu,” tutur Arka menjelaskan alasan Serra tak bisa hadir ditengah-tengah keluarga besar saat ini.


"Begitulah orang miskin, jika makan makanan oranv kaya pasti lidah ataupun perutnya tidak cocok dengan makanan kita ini," sambung Hendra berkata menghina gadis yang menjadi cucu menantu di keluarganya juga.

__ADS_1


Arka hanya bisa bersabar mendengar hinaan keluarganya pada sang istri. Ingin sekali mulutnya membantah perkataan Oma Rosalia Xander dan Opa Hendra Frianka. Tapi apalah daya dirinya sendiri sudah berjanji pada sang istri untuk tidak mengancaukan makan malam keluarga besar ini.


"Ka nanti kalau keluarga kita membicarakan ku yang menurutmu tidak pantas. Tolong biarkan saja mereka menghinaku, jangan sampai kamu terpancing emosi dan mengacaukan makan malam keluarga besar ini," pesan Serra, gadis sudah menduganya dari awal. Gadis itu tahu kedua keluarga besar ini tidak sepenuhnya menerima dirinya sebagai menantu.


"Tapi sayang, masa aku hanya diam saja disaat keluarga ku menjelekan istriku di depanku. Ya aku engga terimalah sayang kamu digitukan," ujar Arka menolak pesan istrinya.


"Ka aku tahu itu kamu pasti tidak terima. Tapi untuk kali kamu engga usah membantah, aku engga mau sampai makan malam ini hancur karena aku penyebabnya. Jadi tolong turutin aku ya." Serra mengambil tangan suaminya dan menciumnya.


"ka aku mohon," pinta Serra.


"Oke fine, aku bakalan turutin, hanya untuk sekali saja." Arka mengalah akhirnya.


Flashback off


“Tidak papa ka, kami mengerti keadaan istrimu. Jadi sekarang ayo kita makan malam bersama,” imbuh Rino pengertian, melihat wajah lemas sang cucu. Sedangkan Rosalia mendengus mendengarnya.


“Terima kasih opa Rino sudah mengerti keadaan istriku.” Arka tersenyum menatap opa Rino kembaran opa Reno kandungnya.


Mereka akhirnya menikmati makan malam bersama tanpa kehadiran satu orang yang tengah sakit dan tak bisa ikut makan bersama.


“Siapa yang membuat kopi seenak ini,” batinnya.


“Kenapa Arlez?” Tanya Rosalia pada putra keduanya.


“Tidak papa mah,” jawabnya.


“Lalu kenapa wajah mu seperti menikmatinya. Apa kopi yang kau minum sangat enak, sehingga wajah seperti itu,” ujar Rino memperhatikan wajah keponakannya.


“Tidak, biasa saja pi,” singkatnya menjawab berbohong padahal kopimya sangat enak.


Rino hanya mengangguk saja, mendengar jawaban Arlez.


Belum sempat Arlez berdiri dari duduknya, suara Alka mebuatnya tak jadi ingin ke dapur.


“Lez kamu nginap disini saja ya, disebelah kamar Arka kosong,” suruh Alka agar adiknya menginap dimansionnya saja atau tidak tinggal dimansion saja juga dia tidak akan melarangnya.


“Sepertinya saya tidak bisa menginap Al, besok saya ada meeting dikantor. Meeting ini sangat penting dan saya harus sudah berada di kantor jam 8 pagi,” ucap Arlez formal, begitulah seorang Arlez biarpun sama keluarganya bicaranya tetap formal.

__ADS_1


“Kau tidak akan terlambat Lez, jadi menginaplah disini. Apa kau tak ingin melihat istri Arka?” Ujar Alka bertanya.


“Bener kata papa, uncle tidak ingin berkenalan dengan Serra istriku?” Tanya Arka pada unclenya


Arlez yang tadinya ingin langsung pulang setelah makan malam selesai, mengurungkan niatnya. Karena dia penasaran dengan orang yang memasak makanan lezat yang tengah dinikmatinya sekarang ini. Apalagi Arlez memang pria penyuka masakan rumah, daripada makanan di luar.


Sayang sekali Serra yang tidak keluar dari kamar selama makan malam berlangsung. Membuat Arlez tidak mengetahui sosok istri keponakannya yang telah memasak makanan sebanyak ini.


Tidak melihat perempuan itu, tambah membuat Arlez begitu sangat penasaran dengan istri keponakannya. Arlez pun mengatakan pada sang kakak untuk menginap satu hari di mansionnya.


Arlez tak menghiraukan pembicaraan para perempuan yang menceritakan istri keponakannya. Arlez berpikir seperti keluarganya belum sepenuhnya menerima gadis yang dinikahi oleh Arka. Dengan wajah datarnya Arlez diam mendengarkan para anggota keluarga membicarakan yang tidak baik tentang gadis itu.


“Jadi gimana Lez, kau menginapkan?” Ulang Alka bertanya.


“Ya, saya kalah dua lawan satu. Baiklah saya akan menginap disini untuk beberapa malam saja,” ucap Arlez menyetujuinya.


“Zainal, tolong ambil koper Arlez dan bawa ke kamar sebelah Arka,” panggil Alka pada bodyguard rumahnya.


“Baik tuan.” Zainal segera keluar untuk mengambil koper tuan Arlez untuk dibawa ke kamar sebelah tuan muda Arka.


Jam sudah menunjukkan pukul 22:00 malam. Keluarga Xander dan Frianka memutuskan untuk pulang ke kediamanan mereka masing-masing. Sedangkan Arlez tetap tinggal di mansion karena akan menginap di mansion Alkavero untuk beberapa malam.


“Lez kau tidak ingin beristirahat di kamar saja?” Tanya Alka melihat adiknya malah berbaring menonton televisi.


“Nanti saja Al,” jawabnya tanpa melihat lawan bicaranya karena menonton film tentang perang.


Alka pun naik ke lantai atas menyusul sang istri yang sudah duluan ke kamar.


Arlez yang sudah lama menonton merasa mengantuk. Pria itupun mematikan televisi dan pergi ke lantai atas menuju kamarnya untuk beristirahat tetapi sebelum pria itu membersihkan badanya terlebih dahulu. Barulah berbaring diranjang dengan kedua tangan menjadi bantalan dan memejamkan mata.


****


Bersambung. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609

__ADS_1


__ADS_2