
Saat ini Alrez berusaha fokus mengerjakan pekerjaan, agar cepat pulang ke mansion. Alrez sedang memikirkan gadisnya, sudah tiga mereka tidak bertemu. Karena Alrez yang harus keluar kota melihat proses pembangunan cabang baru perusahaannya.
Tiba-tiba pintu ruangan di buka dengan kasar dari luar, orang tersebut lantas menerobos masuk begitu saja.
"Tuan saya minta maaf tidak bisa memcegah wanita ini, dia terus saja memaksa ingin bertemu anda. Padahal sudah saya beritahu, jika anda sedang sibuk tidak bisa di ganggu," ujar Jasmine menjelaskan dengan kepala menunduk.
"Sudah saya bilang, lepaskan saya. Saya mau bicara sama calon suami saya, kamu enggak berhak melarang-larang seperti ini. Baru sekretaris saja begini tingkah mu, mau saya pecat!" seru Luciana berteriak menghempaskan tangan Jasmine yang sedari tadi memegangi tangannya.
"Siapa yang mau kau pecat?" Alrez bertanya tegas, pria itu bangkit dari duduk dan menyilangkan tangannya.
Luciana menunjuk Jasmine yang berada di sampingnya.
"Kau siapa? Berani sekali ingin memecat karyawan saya, sekarang juga keluar dari ruangan saya," bentak Alrez menggelegar mengusir Luciana.
"Sebentar Rez kita belum bicara," ujar Luciana.
"Saya tidak ada waktu untuk meladeni omongan tak penting. Sekarang saya bilang keluar ya keluar! Kau tuli," ujar Alrez bicara ketus dan dingin ditambah wajah datar yang menakutkan.
"Ayo keluarlah!" ajak Jasmine malah diacuhkan Luciana yang tetap memilih tak bergeming sedikitpun dari tempatnya.
"Aku beritahu kau, lebih baik kau ikut aku keluar. Sebelum boss saya mengamuk dan kau tidak akan selamat. Kau belum cukup mengenal siapa boss saya, jika kau ingin mati silahkan saja terus berdiri disini," bisik Jasmine dan keluar meninggalkan Luciana berdua dengan Alrez.
__ADS_1
"Rez-"
"Jangan menyebut nama saya, kau tak pantas mengatakannya. Ingat saya sudah menolak perjodohan gila ini, jadi kau tak punya urusan lagi dengan saya. Masalah kerja sama, sudah dibatalkan. Kerugian telah dilunasi, sekarang keluar jangan pernah muncul dihadapan saya atau kau akan menerima akibatnya," tandas Alrez panjang lebar, tetap terdengar dingin dan ketus.
"Tidak bisakah kita bicara, aku hanya minta waktu beberapa menit apa itu tak bisa juga," ucap Luciana sama sekali tidak memperdulikan omongan Alrez yang memintanya segera keluar.
Alrez sadar bahwa ini masih di kantornya, jadi ia tidak akan sudih mengotori kantornya dengan darah. Alrez memanggil Anggara lewat interkom yang terhubung.
"Cepat keruangan saya," perintah Alrez.
Hanya dalam beberapa menit Angga tiba di ruangan CEO. Betapa kagetnya Angga melihat mantan rekan bisnis bossnya.
Angga bergegas mencengkram tangan Luciana, tidak perduli wanita itu menjerit kesakitan. Angga terus menyeretnya, bahkan Jasmine yang melihatnya hanya bisa bergidik ngeri, bagaimana tidak Angga dan Alrez sama keras dan kejam. Tidak perduli laki-laki atau perempuan. Jika menurut mereka orangnya menganggu, ya harus siap menerima konsekuensi yang di dapat.
"Lepas lepas aku mohon, biarkan aku bicara pada Alrez. Aku ini calon istrinya, apa kau tidak menghormati ku."
Luciana berontak, tapi kekuatan wanita tidak sebanding dengan laki-laki. Jadi walaupun Luciana terus membrontak, cengkraman di tangan akan semakin kuat. Angga sendiri tidak menggubris ocehan Luciana. Semantara karyawan yang berpapasan hanya bisa mengiba melihatnya, mereka tidak berani membantu, takut di pecat.
Sampai diluar kantor Angga mendorong kasar Luciana, membuat wanita itu terhuyung hampir saja terjerembab kalau tak memegang lengan seseorang.
"Jangan biarkan wanita ini sampai masuk ke dalam kantor, kalau itu sampai terjadi siapkan saja diri kalian menerima hukuman tuan Alrez," peringat Angga bergegas masuk ke dalam kantor kembali setelah memberitahu satpam.
__ADS_1
"Hehh, tunggu sialan!" seru Luciana ingin melangkah mengejar Angga, tapi langsung ditahan satpam.
"Kau sudah dengar nona, kau dilarang masuk. Ayo pergi dari sini," tegas satpam.
"Lepas saya bisa jalan sendiri." Luciana menghempaskan tangan satpam, lalu berjalan masuk dalam mobilnya.
"Awas kau Alrez, akan ku buat kau bertekuk lutut memohon cintaku. Aku tidak akan menyerah sedikitpun." Geram Luciana, menjalankan mobilnya mejauhi kantor Eldrick's Corp.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓
__ADS_1