YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 57


__ADS_3

Tit tit tiiit...


Rachel mengelus dada, karena kaget mendengar klakson mobil yang berhenti tepat di depannya. Arka menurunkan kaca mobilnya, sontak saja Rachel senang mengetahui siapa pemilik mobil tersebut.


"Nunggu jemputan?"


"Iya, tapi belum tau bisa jemput atau engga. Gue udah hubungi bokap engga diangkat-angkat. Mau naik taksi, takut di culik.."


Kalimat terakhir Rachel, mengundang tawa renyah Arka.


"Kok lo malah ketawa sih, emang lucu ya?" Dengan tampang polos Rachel bertanya.


"Engga ada! Yaudah masuk mobil gue, biar gue antar pulang," ujar Arka menyuruh Rachel masuk dalam mobilnya.


"Ngga ah nanti malah ngerepotin, mama rumah gue kan jauh," tolak Rachel.


"Yakin engga mau, sekolah udah mau sepi loh. Enggak takut di culi-"


Belum lagi Arka menyelesaikan perkataannya, Rachel langsung mengitari mobil cowo itu dan masuk.


"Lah tadikan lo nolak."


"Gue mau deh, lo sih nakutin," ucap Rachel.


"Gue bercanda kok, alamat rumah lo dimana?" Rachel menyebutkan alamat rumahnya.


Arka menjalankam mobilnya, membawa kearah menuju alamat rumah Rachel. Rumah Rachel ternyata cukup dekat dari apartement Alrez. Jadi sangat kebetulan sekali memang Arka hari ini mau jemput istrinya, kembali ke mansion. Karena Sandra sudah pulang kemarin, sebab orang tuanya telah pulang dari perjalanan bisnis.

__ADS_1


Setelah 20 menit perjalanan mobil Arka berhenti tepat depan rumah mewah Rachel.


"Ka makasih ya udah nganterin gue pulang. Mau mampir dulu." Rachel menawari Arka takutnya mau mampir ke rumahnya.


"Sama-sama, maaf ya gue masih ada urusan. Lain kali gue pasti mampir kok." Arka menghidupkan lagi mobilnya meninggalkan halaman rumah Rachel. Langsung menuju apartement unclenya untuk menjemput istri tercintanya.


"Non Rachel udah pulang, siapa yang nganterin? mamang barusan mau jemput non, bapak tadi kabarin mamang suruh jemput non. Katanya bapak lagi meeting jadi engga bisa jemput."


"Oh itu diantar teman mang. Papa kebiasaan deh, kalau gak bisa jemput engga ngabarin dulu." Rachel sebal dengan papanya.


Rachel masuk ke dalam rumah dengan menghentak-hentakan langkah kakinya, hingga menimbulkan suara. Ranti yang tengah bersantai di ruang tamu sambil melihat-lihat majalah di tangannya merasa terganggu.


"Mamah." Rachel mendudukkan pantat di samping Ranti dan memeluk manja.


"Kenapa sayang? Kok wajahnya cemberut gitu," ujar Ranti bertanya. Ia menutup majalah dan meletakkan ke atas meja.


"Papa mungkin lupa sayang. Udah ya gausah cemberut lagi, mending anak mama ganti baju terus makan. Mama udah masakin makanan kesukaan kamu."


"Bentaran aja mah.. Mah aku mau cerita."


"Cerita aja sayang, mamah siap dengerin cerita anak cantik mama." Ranti mencium kepala putri manjanya.


"Gara-gara papa gak bisa jemput aku. Jadi aku dianterim pulang sama Arka, senang banget mah. Pertama kali aku bisa berduaan sama Arka." Rachel paling antusias ketika menceritakan Arka kepada mamanya.


"Cowo yang kamu suka itukan, sering kamu ceritain ke mama. Gimana tadi dalam mobil ngobrol apa aja," ujar Ranti malah kepo.


Rachel menggeleng, "Aku bingung cari pembahasan untuk bahan obrolan ma. Takut malah agresif, nanti Arka ilfil lagi sama aku.."

__ADS_1


"Maka dari itu kamu harus cari pembahasan yang lebih nyaman di obrolin, terus seru dan gak berhenti-henti ngomongin itu. Seperti contohnya kayak kamu nanyain dia hobbynya."


"Itumah udah mah, kalau nanya lagi. Nanti malah ngeboseni. Ehh, tadi pas di kantin dia bilang mau ngajarin aku cara main basket mah."


"Bagus! kapan sayang?"


"Enggak tau, dia cari waktu luang dulu. Kalau aku sih siap selalu kapanpun," kekehnya.


"Yaudah sana kamu cepat ganti pakaian. Lalu makan siang."


"Siap boss."


Rachel segera menaiki tangga menuju kamar mengganti pakaian sekolah dengan memakai pakaian biasa sehari-hari dirumah.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓

__ADS_1


__ADS_2