
Serra menangis sendirian di dalam kamar mandi. Serra menangis sesenggukan duduk di closet yang tertutup, omongan Arka beberapa jam yang lalu masih terngiang di kepalanya, mengingat kembali membuatnya kesal dan menangis.
Flashback....
"Ma, pa.. aku sama Serra enggak ikut kumpul di ruang keluarga ya. Ada yang mau aku omongin berdua sama istriku ini sangat penting," ujar Arka.
"Sepenting itukah, sampai tidak bisa ikut berkumpul sebentar," sahut mama Devita.
"Udahlah ma, biarkan Arka dan istrinya bicara. Kita saja yang berkumpul, tidak ada masalah apapun yang penting mau kita bahas. Yaudah ka kamu dan Serra bicaralah di kamar kalian," sanggah Alkavero menengahi keduanya.
"Pa makasih, ma, lio kami ke kamar duluan." ucap Arka pamit pergi ke kamar bersama istrinya.
Serra yang digandeng hanya menunduk saja. Mama mertua dan adik iparnya pasti tengah melayangkan tatapan tajam mereka kepadanya. Maka dari untuk menghindarinya ia memilih menunduk kepala.
"Kamu mau ngomongin apa ka?" tanya Serra tersenyum, saat ini mereka sudah berada dala, kamar.
Bukan menjawab pertanyaan dari Serra. Arka malah membalas senyuman sang istri dan balik lagi menjadi seperti bingung mau memulai darimana pembicaraannya.
"Arka, ada apa? Sebenarnya apa yang mau kamu omongin, ayolah bicara!" desak Serra, karena suaminya belum juga buka suara.
__ADS_1
"Aku kalah tanding PS dengan uncle," sahut Arka cepat.
"Lalu kenapa? tidak masalahkan! Itu hanya permainan ka, kalah menang itu biasa. Jadi jangan terlalu dipikirkan, aku engga mau nanti kamu malah musuhan sama uncle," kata Serra maju beberapa langkah mendekat kepada Arka dan mengusap pipinya sambil tersenyum.
"Masalahnya bukan itu sayang. Kami tanding dengan sebuah hadiah dan aku sudah menyetujuinya," ujar Arka.
Serra mengerutkan keningnya bingung mendengar kalimat barusan yang diucapkqn Arka. Hadiah apa kira yang membuat suaminya terlihat kepikiran seperti ini. Serra sedikit terkejut dan memilih menunggu untuk tahu kelajutannya.
"Hadiah dari pertandingan PS. Jika aku menang aku akan mendapatkan mobil dan uncle mengatakan aku bisa memilihnya sendiri. Tapi jika aku kalah, aku harus mengizinkan mu menemani uncle ke acara resepsi satu hari ke bandung," jelas Arka.
"Maksud kamu apa ka, aku gak ngerti," ucap Serra.
"Kamu jahat! Kamu tega ngebiarin aku istrimu berduaan dengan uncle, tega kamu jadikan aku bahan taruhan. Jahat, jahat, jahaaat..."
Serra memukuli Arka dengan tangannya, lalu pergi masuk dalam kamar mandi memangis dan menumpahkan kekesalan kepada suaminya yang menjadikannya bahan taruhan sebagai hadiah.
Flashback off.
Sekian lama duduk di ranjang menunggu istrinya keluar, tapi sampai sekarang belum juga keluar membuat Arka terserang kepanikan. Ia berjalan ke depan pintu kamar mandi mendekat kuping tapi tidak mendengar suara Serra.
__ADS_1
"Sayang keluarlah, tolong maafkan aku!" seru Arka terus memanggil istrinya dan mengatakan maaf.
"Serra keluar lah, aku tahu ini kesalahan ku, tapi tolong maafkan aku. Aku janji ini tidak akan terulang lagi." Arka terus saja bicara tapi sama sekali tidak ada sahutan.
"Sayang kamu boleh memukul aku sebanyak yang kamu mau tapi keluar dan lepaskan kemarahan mu pada ku."
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓
__ADS_1