YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 42


__ADS_3

Sudah 20 menit lamanya Serra berada ditengah lapangan dengan terik matahari yang menggosongkan kulit. Serra hormat dengan posisi mendongak, ia harus melakukan itu sampai jam istirahat.


Keringat sudah menetes membasahi baju seragamnya. Lehernya terasa pegal, akibat disuruh mendongak dan kepala juga pusing. Sebisa mungkin Serra menahan sakit kepalanya agar tak jatuh pingsan di lapangan. Istirahat pertama juga sebentar lagi akan bunyi bell.


Trriiingg...


Akhirnya yang ditunggu-tunggu berbunyi juga. Serra berjalan kearah kantin dengan keadaan badan yang lemas sekali untuk melangkah.


Serra memesan minuman sebelum siswa/i yang lainnya datang menyerbu kantin. Lalu mengambil duduk di meja dekat masuk kantin agar nanti saat dua temannya memasuki area kantin ia akan langsung melihatnya.


“Pantas aja kita cari dilapangan lo gak ada, tau tau udah di kantin,” seru Rachel mengambil duduk di kursi panjang yang muat menampung dua orang.


Serra menyengir menatap kedua temannya. “Aku haus banget, gak tahan lagi. Makanya pas bunyi bel langsung ngacir kesini,” ucapnya.


“Kalian pesan makan apa biar gue pesenin,” kata Nabilla pada kedua temannya.


“Eum aku bakso aja bil,” ujar Serra.


“Samain kayak pesanan Serra aja. Minumnya es jeruk,” ucap Rachel.

__ADS_1


“Oke, gue tinggal du-“


“Biar gue aka yang pesenin kalian,” potong Aldi yang baru memasuki kantin bersama teman-temannya dan menghampiri ketiga gadis teman sekelasnya.


“Gak ngerepotin?” Tanya Nabilla.


“Enggak dong! Gue pesenin dulu, kalian tunggu.” Aldi lantas pergi menuju stand yang menjula bakso dan memesankan untuk ketiga gadis teman sekelasnya dan dirinya.


Serra memicingkan mata saat melihat pemandangan dimana Sandra bergelendot pada Arka yang hanya pasrah. Dibawah meja tangan Serra mengepal, ingin sekali dia menjambak rambut cewe itu. Jika tidak mengingat masih disekolah dan tak mau masuk ruang BK gara-gara perkelahian, untuk sekarang dia memilih diam.


“Pengen bangat gue seret tuh cewe, kecentilan banget sih sama ayang Arka,” celetuk Rachel marah dan bercampur emosi melihat pemandangan beberapa meter dari meja mereka.


“Pesanan kalian datang,” seru Aldi menaruh nampan berisi pesanan makanan.


“Makasih Al,” ucap Nabilla.


Sedangkan Serra dan Rachel tidak menyadari kedatangan Aldi yang datang membawa pesanan mereka, hanya Nabilla saja yang bicara dengan Aldi. Kedua gadis itu masih fokus menatap tajam pada meja lainnya.


“Kedua teman lo kenapa bil?” Tanya Aldi pada Nabilla dengan menggerakan dagu seolah menunjuk kedua gadis yang duduk berdua di kursi panjang saling berhadapan dengan mereka.

__ADS_1


“Liatin aja fokus mata mereka kemana Al,” jawab Nabilla menyuruh Aldi untuk melihat sendiri arah pandang kedua temannya.


“Dari yang gue lihat kayaknya ke Arka,” ucap Aldi dan diangguki oleh Nabilla yang membenarkan.


‘Hah! Apa Serra juga menyukai Arka dan menaruh hati ke sahabatnya itu. Jika benar, apa yang harus gue lakukan untuk mendapatkan Serra. Kalau dibandingkan dengan Arka, gue udah pasti kalah...’ ucap Aldi dalam hati miris sebenarnya, gadis yang disukainya malah menaruh hati pada sahabat baiknya.


“Al lo ngelamun ya dari tadi,” tegur Nabilla yang sedari tadi mengamati cowo disamping yang bengong entah kenapa.


“Ehh gak kok...” sahut Aldi sedikit gugup.


‘Lo bohong Al, dari tadi gue amati lo mandang ke Serra terus. Apa lo suka sama teman gue sebenarnya?’ Pertanyaan itu hanya bisa Nabilla katakan dalam hatinya.


...****************...


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609


Terimakasih ❤

__ADS_1


__ADS_2