
Arlez menatap jam dinding sudah menunjukkan pukul 06.30. Arlez melepaskan infusannya sendiri, sampai tangan mengeluarkan darah. Ia mencoba menghentikan darah dan akhirnya bisa.
Pria itu membersihkan tubuhnya yang tak mandi selama dua hari. Hari ini ia akan mandi sepuasnya, badannya benar-benar sangat lengket, selama tidak mandi ia hanya memakai parfum agar badannya tidak tercium bau. Makanya selama tak mandi badannya tak bau, ya jawaban karena ia menyemprotkan parfum mahal miliknya.
“Seger banget setelah mandi! Tapi badan ku terasa pegal dua hari hanya rebahan. Ahh iya, sebaiknya aku ngegym saja merenggangkan otot-otot tubuh ku.”
Arlez mengambil baju singlet dan celana pendek untuk gym. Arlez bercermin menatap badan, ototnya masih membentuk sempurna dan mengangkat baju singletnya menampakan perut sixpacknya.
Arlez menuruni anak tangga satu persatu, mata melihat kearah sofa dimana seorang gadis tengah tertidur dengan selimut yang terjatuh ke lantai.
Arlez menggeleng-gelengkan kepala melihat cara tidur gadisnya, tidak ada anggun-anggunnya. Bantal dan selimut, kedua benda itu teronggok di lantai. Tapi gadisnya masih bisa tertidur nyenyak.
“Kasihan sekali gadisku ini, pasti dia sangat kecapekan merawat ku,” kata Arlez pelan. Lalu menyelipkan tangan di belakang leher dan dilutut gadisnya. Membawa ke kamar miliknya, menidurkan diranjang.
Sebelum keluar kamar, Arlez mencium pipi gadisnya. Kemudian barulah benar-benar keluar dari kamar lantas ke tempat gym yang berada dilantai paling bawah apartemen. Di bangunan terpisah..
.
Serra terbangun saat merasakan dinginnya AC menyentuh kulit lengan yang tak tertutupi selimut. Matanya terbuka kecil mencoba menyetabilkan pengelihatan dan merentangkan tangan.
“Hoam.” Serra menguap dan menutup mulutnya dengan telapak tangan.
__ADS_1
Saat melihat lebih jelas lagi kesekeliling ruangan, matanya seketika membulat sempurna.
“Ini pasti uncle Arlez yang memindahkan ku ke kamarnya,” guman Serra.
Gadis beranjak dari ranjang masuk ke dalam kamar mandi mencuci wajahnya. Lalu menuruni kamar mencari keberadaan uncle Arlez.
“Kemana uncle Arlez? Masih sakit juga pagi-pagi udah keluar apartemen aja. Tambah parah sakitnya baru tau rasa,” gerutu Serra bersungut-sungut. Mencari uncle Arlez kesemua sudut ruangan tetap tidak menemukannya.
Serra akhirnya memutuskan melihat bahan-bahan apa saja yang ada dalam kulkas untuk dimasak pagi ini. Ternyata ada beberapa sayuran dan setengah ayam. Serra berpikir untuk memasak sup ayam buat sarapan pagi.
Setelah lama berkutat di dapur, masakan yang dibuatnya matang. Serra menaruh di mangkok besar, menghidangkan keatas meja makan.
Terdengar suara pintu apartemen yang dibuka dari luar. Serra tahu jika itu pasti uncle Arlez, jadi ia membiarkan saja dan menuju wastafel mencuci peralatan masak yang digunakan.
Ketika melangkah masuk, hidung Arlez mencium harum makanan. Kakinya membawa melangkah menuju meja makan, melihat makanan yang tertata rapi diatas meja. Terlihat sangat menggiurkan untuk segera dinikmati.
Arlez berdiri sekitar lima meter dari tempat Serra. Arlez melipat tangan dan tersenyum menatap gadisya yang sibuk mencuci diwastafel. Arlez membayangkan bagaimana gadisnya menjadi istrinya pasti akan sangat membahagiakan. Dia bisa memeluk gadisnya tanpa takut kena marah, bisa menatap wajah gadisnya dari dekat dan melakukan hal sesukanya.
“Uncle,” seru Serra terlonjak kaget melihat Arlez yang berdiri menatap padanya.
“Uncle dari mana?” Tanya Serra.
“Saya tadi ke tempat gym,” jawabnya.
__ADS_1
“Uncle baru sembuh, mengapa pergi ke tempat gym,” omel Serra kesal.
“Badan saya pegal, selama dua hari rebahan terus tanpa rutinitas,” sanggah Arlez.
“Makanya jangan sakit! Baru sembuh kok langsung ketempat gym, aneh-aneh aja,” gerutu Serra bersungut-sungut.
“Maaf!” Arlez malah mengatakan maaf.
“Lah kok minta maaf, memangnya uncle punya salah sama aku?” Serra bertanya dan menatap bingung pada pria didepannya.
“Pengen aja, terimakasih sudah mau menginap disini,” kata Arlez.
Serra mengangguk, “Emm, uncle.. aku minta maaf gak sopan pakai dapur buat masak tanpa izin uncle...”
“Tidak perlu minta maaf ra, mulai sekarang kamu bisa memakai dapur saya semau kamu tanpa harus izin ke saya,” papar Arlez.
‘Karena nanti kamu akan menjadi istriku dan setiap hari aku akan memandangi mu memasak. Mencicipi masakan mu setiap hari.’ Lanjutnya berkata dalam hati.
🌷🌷🌷🌷
Bersambung. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
__ADS_1
Yuk follow ig author : @dianti2609
Terimakasih ❤