YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 127.


__ADS_3

Singapura, hospital


Alrez membawa Serra dan Ibu Rida ke Singapura untuk menjalani operasi mata agar Ibu Rida bisa kembali melihat. Alrez bersedia menanggung semua biaya rumah sakit. Awalnya Serra sempat menolak kebaikan Alrez, Serra merasa sudah terlalu banyak merepotkan pria itu, selain itu Serra tak mau berhutang budi, dengan cara apapun Serra tetap akan membayar hutangnya dan membalas kebaikan Alrez padanya dan Ibunya.


Setelah beristirahat di hotel, kini mereka bersiap pergi menuju rumah sakit. Alrez telah berbicara dengan dokter yang menangani operasi mata.


"Fhia senang sekali, sebentar lagi Ibu bakalan bisa ngeliat lagi," ucap Serra seraya mencium pipi Ibunya.


"Semua ini berkat nak Alrez. Ibu sangat berterimakasih sekali pada nak Alrez, karena sudah banyak membantu. Ibu tidak sabar ingin melihat gimana rupa nak Alrez," ujar Rida.


Alrez maju mendekati ranjang dan memegang tangan Ibu Rida yang satunya. Alrez mencium tangan Ibu Ridu, mengusap lembut tangan Ibu yang telah mengandung dan merawat gadisnya, sampai sedewasa sekarang menjadi gadis kuat yang pernah Alrez kenal.


"Ibu adalah kebahagiaan Serra, gadis yang amat saya cintai. Jujur saja saya akan melakukan apapun yang bisa membuat Serra bahagia. Termasuk menukarnya dengan nyawa saya sekalipun akan saya lakukan. Tetapi jika saya diminta menjauh dari kehidupannya, maaf saya katakan tidak bisa. Entahlah saya tak punya alasan mengapa saya bisa secinta ini sama anak Ibu," ucap Alrez berterus terang tentang perasaannya pada Ibu Rida. Bahwa dirinya begitu mencintai Serra dan menginginkan Serra menjadi istrinya. Alrez telah menyusun semua rencana yang akan dilakukan selama berada di Singapura.


"Ibu mengerti nak Alrez mencintai putri Ibu. Ibu juga merestui kalian untuk bersama, hanya saja Ibu tak ingin memaksa maupun membujuk Fhia membalas perasaan nak Alrez. Fhia sudah dewasa untuk memilih pasangan hidupnya. Keinginan Ibu, yaitu melihat Fhia bahagia, Ibu tak ingin Fhia disakitin lagi," kata Ibu Rida panjang lebar.


"Maaf pasien akan kami bawa ke ruang operasi segara untuk melakukan tindakan selanjutnya."

__ADS_1


Suster mendorong berankar keluar dari kamar rawat menuju ruang operasi. Serra dan Alrez juga membantu para suster, Serra tak melepaskan genggaman pada tangan Ibunya, malah semakin mengeratkan satu sama lainnya.


"Silahkan untuk menunggu di luar saja," ujar suster menghalangi Serra dan Alrez. Menyuruh keduanya untuk menunggu diluar selama operasi berjalan.


Serra duduk diam, larut dalam pikirannya sendiri. Mengingat apa yang telah diketahuinya kemarin dikediaman Lesham membuat hatinya menjadi tak tenang memikirkan perasaan Ibunya. Bagaimana nanti saat Ibunya bertemu pak Avrian dan ibu Sabrina? Ia khawatir Ibunya tambah sakit, bertemu masalalu menyakitkan.


"Ra, ada sedang kamu pikirkan? Cerita sama saya," ujar Alrez membuat Serra tersadar dan menggeleng.


"Saya tahu, kamu pasti memikirkan masalah kemarin. Sebenarnya saya tak ingin ikut campur masalah keluarga mu sayang, demi kebahagiaan mu. Saya akan menyatukan kembali keluarga yang hancur menjadi utuh, mungkin sulit bisa melupakan kesalahan dimasalalu. Tapi saya yakin kamu dan Ibu adalah orang baik, kalian mesti bisa menerima perlahan keliuarga Lesham. Saya memang baru mengenal pak Avrian, tapi saya bisa memastikan beliau adalah orang baik."


...•••...


Keluarga Lesham telah bersiap-siap mengunjungki tempat tinggal Serra dan Rida. Oma Hilya yang baru datang kemarin malam, hanya mengikuti suaminya yang entah dia tak tahu akan dibawa kemana. Diantara mereka hanya Hilya yang belum tahu mengenai permasalahan ini.


"Mas Haidzar sebenarnya kita mau kemana ini?" tanya Oma Hilya bingung.


"Nanti juga bunda tahu! Mas males menceritakan kisahnya, karena panjang sekali bisa memakan waktu berjam-jam, jadi lebih baik bunda bersabar," ucap Opa Haidzar santai.

__ADS_1


"Mas emang gak berubah, selalu saja membuat kejutan yang tak terduga," kesal Oma Hilya menatap jutek suaminya.


Opa Haidzar mengambil tangan istrinya, lalu mendaratkan ke bibirnya. Mengecup lembut sembari mengelus memberi ketenangan pada sang istri. Opa Haidzar begitu tahu cara menenangkan istrinya.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓

__ADS_1


__ADS_2