
Saat Alrez ke dapur mengambil air putih, namun ketika melihat lekuk tubuh Serra. Alrez tersenyum tipis menatap Serra tengah berada di dapur. Alrez tak dapat memungkiri jika gadisnya sangat mempesona sehingga menarik perhatian.
Alrez kemudian beranjak dari meja makan, mendekati area dapur, agar dapat memandangi Serra lebih dekat.
Serra menoleh kebelakang saat merasa kehadiran seseorang di dekatnya.
“Uncle! Ada yang bisa aku bantu,” tanya Serra sedikit kikuk, setelah beberapa hari tak bertemu.
“Ekhem! Bisa buatkan saya kopi dan sarapan seperti biasanya,” ucap Alrez, Serra menangguk menyanggupinya.
“Uncle tunggu di meja makan saja, nanti biar aku antarkan kesana,” ucap Serra.
Arlez lantas menuruti dan kembali ke meja makan. Semantara Serra langsung membuatkan kopi, sekaligus roti panggang.
“Ini kopi dan roti panggang uncle. Ada lagi yang bisa aku bantu, kalau tak ada aku akan ke atas membangunkan Arka,” ucap Serra.
“Hem! Tidak ada,” jawab Alrez singkat.
Serra bergegas pergi dari hadapan Alrez menuju kamarnya di lantai atas. Serra membangunkan Arka karena jam hampir mau setengah tujuh pagi. Apalagi hari ini mereka ada simulasi sebelum ujian sekolah.
Serra membuka gorden sehingga di dapat melihat suaminya yang masih bergumul dengan selumut di atas kasur.
Serra mendekati ranjang, kemudian menggoyang tubuh suaminya.
“Arka bangun!” Pintanya sembari terus menggoyangkan tubuh suaminya.
__ADS_1
Serra mengambil remot dan mematikan AC kamar, menarik selimut yang membungkus tubuh suaminya.
“Arka ayo bangun! Kita ada simulasi pagi ini,” ujar Serra bersungut-sungut.
“Masih ngantuk yank, tadi malam aku main game sampai jam duaan baru tidur,” ungkap Arka menarik kembali selimutnya.
“Yasudah silahkan kamu tidur sepuasnya, tapi jangan salahkan aku kalau kamu gak ikut simulasi hari ini.” Serra segera bersiap memakai seragam sekolahnya.
“Fine, aku bangun sayang.” Arka bangun dari ranjang, langsung masuk ke kamar mandi. Serra nampak tersenyum mendengar suara pintu kamar mandi.
...•••...
Setelah selesai sarapan, Arka dan Serra duluan meninggalkan mansion, karena kedua ada simulasi pagi ini. Mereka berangkat bersama dengan Arka yang mengemudikan mobilnya sendiri.
Sampai di sekolah, Arka sengaja tidak memberhentikan mobil di halte. Karena jam telah menunjukkan pukul tujuh lewat beberapa menit.
“Coba kamu lihat ini udah jam berapa,” ucap Arka santai menyuruh Serra agar melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
“Tapi masih sempat,” kekeh Serra.
“Sudahlah sayang! Ngomelnya ntaran aja mending kita turun sekarang, bentar lagi bel bunyi loh,” ujar Arka turun dari mobil dan membuka pintu untuk Serra.
Arka dan Serra tengah melangkah berdampingan menyusuri koridor. Melihat banyak siswa dan siswi berjalan dengan tujuan yang sama, Serra memilih berhenti sebentar, membiarkan Arka berjalan di depan duluan.
Seseorang yang diam-diam mengamati mereka sedari turun dari mobil pun menatap marah dengan tangan mengepal.
__ADS_1
“Gue sama sekali gak nyangka sama lo ra, lo tega banget. Gue kira lo polos, ternyata-“
“Woy chel! Masih disini aja lo, mau bel ini. Ayo masuk kelas,” ujar Nabila mengagetkan Rachel dengan menepuk bahu sahabatnya.
Nabila dan Rachel jalan bersama menuju kelas, ditengah perjalanan Nabila melihat Serra, langsung saja Nabila memanggilnya.
“Ra! Lo baru datang juga ternyata,” seru Nabila.
“I-iya, baru aja. Kalian juga ya?” Tanya Serra sedikit gugup, ia takut mereka sudah datang sedari tadi dan melihat bersama Arka.
“Gue sih baru aja, gatau Rachel,” kata Nabila.
“Ehm, gue dari tadi sih. Ayo buruan ke kelas bel udah bunyi.” Setelah mengatakan itu Rachel berjalan duluan ke depan saking males melihat wajah Serra.
“Tuh anak kenapa ya, kesambet kali ya,” ujar Nabila bercanda merangkul Serra. Mereka berdua berjalan bersama memasuki kelas.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
__ADS_1
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓