YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 64.


__ADS_3

Serra baru saja sampai depan gerbang mansion Alkavero dengan berjalan kaki. Ia sengaja meminta sopir angkot agar memberhentikan agak jauh beberapa meter dari mansion. Bagaimanapun caranya ia harus menjaga nama baik keluarga besar Xander.


Serra membunyikan bell gerbang, agar satpam yang berjaga di dalam membukakannya. Benar saja, satpam di dalam langsung bergegas membukakan gerbang untuknya.


"Loh nona pulang gak bareng den Arka?" ujar pak satpam bertanya sopan.


"Enggak pak, Arka masih ada kegiatan jadi saya duluan pulang," ucap Serra.


"Oh begitu ya non, jadi nona pulang naik apa?" Satpam tersebut bertanya kembali.


"Tadi dipesankan taksi online sama Arka," ucap Serra menyahutinya lagi.


"Maaf ya non, saya banyak tanya." Akhirnya pak satpam meminta maaf karena terlalu banyak bertanya.


Serra malah tersenyum, "Santai aja kali pak, saya engga bakalan marah kok. Selagi pertanyaan mengarah ke yang baik."


Satpam tersebut hanya tertawa, "Hehe iya non.."


"Yaudah kalau gaada lagi yang mau ditanyakan, saya mau lanjutkan jalan ke mansion," ujar Serra.


Pak satpam pun mengangguk. Serra melanjutkan perjalanan menuju mansion. Jarak gerbang dan pintu utama mansion kira-kira lima meter. Serra mengucap syukur alhamdulillah karena telah berada di dalam mansion. Sebelum menaiki tangga menuju kamar, Serra membelokan langkahnya ke dapur untuk mengisi dahaganya, kerongkongan berasa kering.


"Alhamdulillah seger banget abis minum air dingin," ucap Serra, lalu mengamati sekitarnya.

__ADS_1


"Kemanan mereka ya? Dapur kok tumben banget sepi begini," ucapnya bicara sendiri.


Kepala cantik langsung mendapatka lampu menyala. Ya, Serra mendapatkan sebuah ide cemerlang di otaknya.


"Mumpung dapur sepi, daripada nganggur lebih baik aku masak."


Tanpa mengganti seragam sekolah maupun menaruh tas di kamar. Serra malah meletakan tas di atas meja makan dan masuk ke area dapur. Pertama dilakukan menyiapkan semua bahan yang di perlukan. Serra memilih untuk masak ayam kecap manis dengan tumis kangkung. Makanan yang akan dimasaknya sangat simpel tapi enak untuk dinikmati.


Setengah jam kemudian masakan Serra telah matang sempurna, tinggal menaruhnya di atas meja makan.


Lalu Serra melangkahkan kaki menuju kamar. Membiarkan begitu saja masakan di meja makan. Serra langsung masuk ke dalam kamar mandi menyegarkan tubuhnya, sedari tadi ia sudah merasakan tidak nyaman dengan seragam sekolahnya. Tercium bau masakan di seragam yang sudah kusut, ditambah tubuhnya lengket karena peluh.


•


"Arka, pulang sendirian! Istrimu mana gak bareng pulangnya?" sergah Alrez bertanya, saat mata tidak melihat adanya keberadaan gadisnya.


"Oh itu, tadi Serra kelamaan nunggu aku selesai basket, jadi dia bilang mau pulanh duluan aja katanya," jawab Arka berbohong.


"Sudah jangan bohong lagi, uncle tahu kalian pasti takut ketahuan kan. Makanya pulang sendiri-sendiri." Arka mengangguk, membenarkan perkataan Alrez.


Alrez menepuk bahu keponakannya, "Arka kalau kamu butuh bantuan uncle jangan sungkan-sungkan."


Arka malah memberikan tatapan bingung pada Alrez. Ia tidak mengerti maksud unclenya, bahkan sekarang ini dia tak membutuhkan bantuan apapun. Sandra juga telah balik ke rumahnya sendiri.

__ADS_1


"Sudah jangan dipikirkan, nanti kalau kamu butuh bantuan datang saja pada uncle. Sebisa uncle akan membantu mu."


Usai membuat kebingungan di raut wajah Arka. Alrez berjalan melewati keponakannya begitu saja sambil tersenyum smirk. Sampai di dalam mansion hidung Alrez mencium sesuatu yang harum, tanpa sadar langkah kakinya membawa ke meja makan.


"Siapa yang memasak ini? Padahal malam ini ada acara makan di luar." Alrez yang penasaran dengan rasa makanan pun mencolek sedikit dan mencicipinya.


"Ini enak sekali! Seperti aku tahu siapa yang memasak makanan."


"Ya ini pasti Serra yang memasak. Karena hanya masakannya yang paling enak dan pas di lidahku."


Tak mau berlama-lama Alrez lekas mengambil piring dan mengisi nasi sendiri ke dalam piringnya. Mengambil ayam bagian paha dan tumis kangkung. Kebetulan sekali perutnya memang sudah lapar, apalagi tadi siang ia tak ada makan apapun. Lalu dengan tiba-tiba sebuah masakan terhidang di atas meja makan, yang membuatnya tergiur segera minta di makan.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.

__ADS_1


Terimakasih💓


__ADS_2