
Pagi harinya...
Arlez terbangun, karena silau matahari tepat mengenai wajahnya. Dia mengucek mata perlahan dan melihat gadis disampingnya masih tertidur pulas.
Tangan kirinya terasa pegal sekali karena harus menahan kepala seorang gadis. Tidak mau sampai Serra terbangun, Arlez turun dari ranjang menghalangi agar sinar matahari tak mengenai wajah Serra. Sampai depan gorden, Arlez menutup tirainya agar cahaya matahari tidak masuk ke dalam ruangan.
Arlez berjalan masuk ke kamar mandi membersihkan diri. Lalu bersiap-siap pergi ke kantor. Padahal Arlez telah mengatakan pada Serra akan mengantarkan pulang ke mansion hari. Tetapi entah kenapa pria itu sepertinya memilih untuk menghindari Serra hari ini.
Arlez sudah siap dengan mengenakan setelan kantor dan jas di badan atletis miliknya. Sebelum benar-benar keluar dari kamar, pria itu menyempatkan menatap lama wajah sang putri tidur. Bibirnya sangat ingin mencium kening atau bibir gadis itu, saat mengingat perkataan gadisnya Arlez mengurungkan niatnya untuk melakukan.
Arlez memesankan makanan untuk sarapan Serra ketika gadis itu sudah bangun nantinya. Arlez merogoh kantong celananya untuk mengambil handphone dan menghubungi orang.
*“Datang ke apartemen saya sekarang, berjaga di pintu masuk saja. Jangan masuk ke dalam apartemen saya mengerti!” *Perintah Arlez menyuruh dua orang bodyguardnya untuk datang sekarang dan berjaga di pintu masuk apartemen. Di depan pintu masuk saja, pria itu tak mengizinkan dua bodyguarnya untuk masuk ke dalam.
*“Baik tuan, kami kesana sekarang..” *Sahut bodyguard diseberang sana yang di telpon oleh boss mereka.
Setelah sambungan telpon berakhir, Arlez memasukan kembali handphonenya. Pria itu langsung keluar dari apartemen menuju basemant dimana disana telah ada mobil mercy kesayangannya. Ia mengemudikan menuju ke kantor...
🌷🌷🌷🌷
Sampai di kantor, Arlez memasuki kantor dengan wajah datar tanpa ekspresi sama sekali ditunjukkan. Semua karyawan menunduk hormat dan ada juga yang merasa takut melihat boss mereka. Beberapa karyawan ganjen menyapa Arlez langsung dihadiahi pria itu dengan tatapan tajam. Arlez sangat jijik melihat tatapan wanita-wanita murahan yang bisa diterima kerja di perusahaannya.
Sepertinya nanti Arlez akan memerintahkan asisstennya Angga untuk memecat beberapa karyawan yang berpenampilan menor dan berpakaian kekurangan bahan, menurut pria itu wanita-wanita seperti terkesan murahan. Kantor Eldrick Corp memang membutuhkan orang yang berkompeten, tapi selain itu juga penampilan harus sopan, tidak hanya itu etika mereka juga dijaga.
Sampai diruangannya Arlez duduk di kursi kebesarannya. Arlez memainkan bolpoin diatas mejanya, pikirannya selalu terbayang kejadian tadi malam. Arlez sampai tidak menyadari Angga yang masuk ke ruangannya.
“Tuan hari ini juga kita harus berangkat ke Turki, ada pertemuan penting disana. Anda juga diundang untuk menghadiri pesta salah satu rekan bisnis kita,” jelas Angga panjang lebar tapi Arlez yang melamun mana mendengar perkataan asisstennya.
“Tuan!” Panggil Angga kembali.
Angga menghela nafas menatap Arlez yang dipanggil tak menyahut atau merespon. Angga mencoba menjentikan jarinya, barulah Arlez tersadar dari lamunannya.
“Anggara bisakah kau sopan dengan saya,” geram Arlez terkejut adanya kehadiran asisstennya di ruangannya.
“Bukan begitu tuan, maaf jika saya lancang. Saya sudah mengetuk pintu anda beberapa kali. Tetapi saya tidak mendengar jawaban dari dalam, saya pikir anda pasti membolehkan saya masuk. Saya juga sudah memberitahu anda tentang keberangkatan ke Turki dan tinggal beberapa hari disana. Banyak pertemuan dan ada udangan pesta dari rekan bisnis anda yang harus dihadiri...” Tutur Angga menjelaskan kembali pada bossnya.
__ADS_1
“Kapan saya berangkat?”
Pertanyaan Arlez membuat Angga ingin sekali menembak kepala bossnya. Barusan Angga sudah menjelaskannya.
“Sekarang tuan! Semua sudah saya siapkan, kita akan berangkat menggunakan jet pribadi milik Xander Corp,” ucap Angga.
“Hem..” dehem Arlez sebagai jawaban.
“Saya akan tunggu di mobil tuan..” Pamit Angga keluar dari ruangan Arlez pergi ke basemant untuk menunggu bossnya di mobil Alphard.
🌷🌷🌷🌷
Arlez telah berada di dalam mobil Alphard duduk bersebelahan dengan Angga yang sibuk mengecek email masuk di ipad dan sangat fokus.
“Angga minta mereka menyiapkan sarapan untuk saya,” perintah Arlez bicara tanpa melihat kearah Angga.
“Baik tuan, apa anda juga ingin dibuatkan kopi?” Ujar Angga bertanya.
“Hem..”
Mobil Alphard langsung masuk dan berhenti beberapa meter dari pesawat. Setelah pintu mobil terbuka Arlez dan Angga keluar, melangkah lebar menuju pesawat dan menaiki tangganya.
Pesawat mewah yang akan membawa mereka ke Turki adalah milik Xander Corp. Desain dalam pesawatnya sangat mewah.
“Selamat datang tuan Arlez dan tuan Angga.” Sambut salah satu pramugari dan mengantarkan mereka langsung ke tempat dimana sudah disiapkan berbagai hidangan makanan.
Pramugari tersebut masih berdiri jauh beberapa meter dari mereka. Tetapi Arlez merasa risih melihat keberadaan pramugari itu, membuatnya belum menyentuh makanan yang terhidang tersebut. Walaupun sebenarnya pramugari itu berdiri dengan jarak agak jauh dari mereka.
Pramugari bernama Hanny heran melihat tuan Arlez yang belum menyetuh makanan yang terhidang pun memberanikan diri bertanya.
“Maaf tuan, apakah makanan yang telah kami siapkan kurang? atau tuan tidak menyukainya. Kami bisa menggantinya dan memberitahu chef agar memasakan ulang sarapan untuk tuan...” Hanny berbicara sopan.
Arlez tidak menggubris atau berbicara, melainkan diam dengan aura tak mengenakan.
Angga yang mengerti situasi, mengapa bossnya belum menyetuh makanan tersebut langsung angkat bicara sebelum sang boss membentak pramugari atau bisa saja bossnya mengamuk. Bisa-bisa pistol yang tersembunyi keluar dari tempatnya.
__ADS_1
“Bisakah kau pergi dari hadapan kami sekarang! Tuan Arlez tidak ingin diganggu saat sedang sarapan,” usir Angga meminta pramugari itu meninggal mereka dalam ruangan.
“Baik tuan, jika butuh bantuan panggil saja saya,” kata Hanny mengedipkan mata pada Angga.
Membuat mata Angga melotot seketika. Angga merasa ingin muntah mendapatkan kedipan menggelikan dan menjijikan menurutnya.
“Tuan bisa menikmati makanan anda sekarang tanpa gangguan...” Angga mempersilahkan boss memakan makanan yang telah dihidangkan.
“Saya tahu...” Singkatnya.
Barulah Arlez memakan sarapannya, tetapi tidak semuanya dimakan oleh Arlez. Pria memilih makanan yang mau dimakannya saja. Selesai sarapan Arlez tak melupakan meminum secangkir kopi sebagai penutupnya.
Berderiiingg...
Arlez segera mengangkat panggilan dari salah satu bodyguardnya yang ditugaskan berjaga depan pintu apartemen dan diperintahkan mengantar gadisnya pulang ke mansion.
“Jaga dia baik-baik, antarkan sampai selamat jangan sampai ada lecet sedikitpun. Atau kalian akan menerima akibat dari kelalaian kalian. Mengerti?” Ucap Arlez berbicara di telpon menjauh dari Angga.
“Bagus! Saya akan menaikan gajih kalian dua kali lipat mulai sekarang. Saya akan berada di Turki dalam beberapa hari. Jadi saya minta awasi terus kemanapun dia pergi, tetapi awasi dari jauh saja. Ingat kalian tidak boleh ketahuan...” tukas Arlez..
Angga tidak bisa mendengar percakapan Arlez ditelpon. Karena tuannya bicara seperti orang berbisik. Angga memilih menlanjutkan pekerjaan, membiarkan Arlez yang masih bicara lewat telpon.
🌷
🌷
🌷
🌷
Bersambung. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609
__ADS_1
Terimakasih ❤