
Setelah sampai halaman mansion, Serra bergegas masuk ke dalam. Serra berdoa agar tidak ada Arka di mansion. Saat sudah berada dalam mansion, Serra mencari orang siapapun itu agar bisa ditanyain olehnya. Kebetulan sekali Serra melihat Bi Tantri sedang bersih-bersih di dapur, langsung saja dia menghampirinya.
“Assalamu’alaikum bi,” sapa Serra mengucapkan salam dan menyalam tangan Bi Tantri.
“Waalaikumsalam non! Ya allah non nda salim begini, tangan bibi kotor loh non. Banyak kumannya,” ujar Bi Tantri.
“Enggak ada tuh bi, orang ini bersih kok bi,” kata Serra tertawa tipis.
“Non habis darimana? Semalam mansion ini kosong tidak berpenghuni, jadi kami tidak ada yang memasak di dapur ini,” tukas Bi Tantri bertanya.
“Semalam aku menginap tempat ibuku bi. Arka memberitahuku kalau papa dan mama sedang melakukan perjalanan bisnis, lalu Liora dan Avrio menginap di mansion opa Rino. Arka mencemaskan aku, jika aku berada di mansion sendirian,” ujar Serra tersenyum-senyum.
“Owalah tuan muda Arka perhatian banget ya non. Non Serra beruntung mendapatkan suami sebaik tuan,” puji Bi Tantri senang melihat kebahagiaan gadis dihadapannya.
“Oh iya bi, hampir aja aku lupa menanyakan. Apa Arka sudah ada di mansion bi?” Tanya Serra untuk memastikan sebelum naik ke lantai atas ke kamarnya.
“Bibi tidak melihat tuan muda sedari pagi non, tuan belum pulang sepertinya non. Tapi coba aja non cek di kamar kalian, siapatau tuan sudah pulan dan bibi tak melihatnya,” saran Bi Tantri menyuruh Serra agar memeriksa kamar sendiri.
“Oke bi! Aku naik ke lantai atas dulu ya bi,” ucap Serra bergegas masuk dalam lift yang akan membawanya ke lantai atas.
Aku perlahan melangkah menuju kamar kami, dengan gerakan kaki sedikit memperlambat berjalan ke kamar. Sepanjang melangkah aku berdoa dalam hati agar suamiku Arka belum berada di mansion. Alasan apa yang harus aku berikan jika suamiku bertanya. Kalau begini pasti aku sangat susah bicara memberikan alasan masuk akal.
__ADS_1
‘Ceklek’ pintu sudah ku buka dengan mata terpejam. Beberapa detik aku berdiam, tetapi tak ada yang memanggilku. Ketika ku buka mata ternyata kama kami kosong tak ada orang, senyuman ku mengembang, dengan girangnya aku melompat-lompat sampai menghempaskan tubuhnya di atas ranjang.
“Aaa syukurlah Arka belum pulang,” ucap Serra senang, tapi kesenangan hanya sebentar saat mengingat isi pesan Arka yang berbohong pada. Mengatakan menginap dirumah Farel, padahal dia berada dirumah sakit menemani teman masa kecil mereka.
“Hiks kamu jahat jahat Arka. Kamu bohongi aku!” Serra menangis sendirian di kamar, menenggelamkan wajah di bantalan.
Tok... tokk...
Mendengar ketukan pintu, Serra bangun dari ranjang, menghapus air mata di pipinya. Berjalan membuka pintu untuk melihat siapa orang yang mengetuk.
“Ehh, bibi! Ada apa bi? Tanya Serra berusaha bersuara biasa agar Bi Tantri tidak mengetahui bahwa aku habis menangis.
Serra tersenyum ternyata percuma saja menyembunyikan suaranya. Kalau Bi Tantri akan mengetahuinya juga. Menurut Serra diantara semua pelayan yang paling akrab dengannya hanya Bi Tantri. Serra juga telah menganggap wanita paruh baya dihadapannya ini seperti ibu kedua baginya.
“Tidak bi, tadi aku cuman lagi keingat almarhum ayah aku,” bohong Serra, padahal dia menangisi suaminya.
“Kuat ya non, memang ditinggalkan orang yang kita sayang itu sakit banget rasanya. Bibi juga kalau keingat anak bibi yang jauh di kampung suka sedih non, apalagi non yang tidak akan pernah bertemu lagi, pasti sangat sangat sedih, bibi bisa merasakannya. Tetapi jika non kangen dengan ayah non, bawahlah sholat dan doakan ayah non. Karena itu bisa mengobati rasa rindu non...” Bi Tantri memeluk Serra.
“Makasih ya bi,” ucap Serra.
“Non mau di masakin apa? Biar bibi buatin,” ujar Bi Tantri bertanya.
__ADS_1
“Enggak usah repot-repot bi, aku masih kenyang tadi sarapan dirumah ibu,” jawab Serra.
“Nanti kalau non butuh apa apa panggil bibi ada dibawah,” ucap Bi Tantri, diangguki oleh Serra. Bi Tantri berlalu menuju ke bawah lagi untuk melanjutkan pekerjaannya.
Serra memilih untuk mengerjakan tugas sekolahnya duduk di kursi meja belajar yang ada dikamar. Serra mencoba untuk tidak memikirkan kebohongan Arka, kali ini dia akan memaklumi suaminya yang berbohong, hanya untuk kali ini. Tidak ada yang kedua kalinya.
🌷
🌷
🌷
🌷
Bersambung. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609
Terimakasih ❤
__ADS_1