YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 149.


__ADS_3

Setibanya dalam kamar yang berbeda, Alrez perlahan mendudukan Serra diranjang yang kembali penuh taburan bunga. Alrez melepaskan heels istrinya, bola mata melebar melihat kaki istrinya lecet.


"Sayang kenapa ga bilang kalau kamu kesakitan sedari tadi hem," ujar Alrez mendongak menatap lembut istrinya.


"Engga papa mas, ini cuma luka kecil kok," kata Serra.


"Tapi ini sakit menurut mas sayang, luka yang kamu dapat, mas juga ikut merasakan sakitnya. Mas mau apapun itu kamu harus kasih tau mas, meskipun hal yang ga penting sekalipun," papar Alrez mengambil tempat duduk disamping istrinya.


Alrez mengambil kota P3K dalam laci, hansaplast lalu menempelkan pada bagian kaki yang terluka.


"Mas kok kamar kita beda lagi," ujar Serra merasa heran.


"Mas mau malam pertama kita dikamar pribadi milik mas sayang, kamar ini didesain khusus oleh mas sendiri," jelas Alrez.


"Mas pikirin mesumnya kok gak hilang-hilang. Lebih mas mandi sekarang biar otak mas lebih fresh," suruh Serra.


"Maunya mandi bareng," ucap Alrez manja memeluk Serra seraya menyandarkan kepala di bahu sang istri.


"Mandi atau gak ada malam pertama," ancam Serra.


"Oh tidak bisa sayang, malam pertama adalah kewajiban yang harus kita lakukan sebagai pasangan halal. Kamu tidak boleh menolak keingingan suami, dosa sayang," terang Alrez.


"Terserah mas." Serra berdiri dan duduk di meja rias. Ia mulai melepaskan hiasan yang ada dikepalanya, lalu membersihkan make-upnya.

__ADS_1


'Cup' Alrez mencuri ciuman bibir dari istrinya dan berlari kearah kamar mandi sebelum istrinya berteriak.


"MAS!"


Benar saja Serra berteriak kesal. Usai berteriak ia mengelus dadanya. Ia benar-benar merasa tidak ada kecanggungan bersama suaminya. Apalagi ia sedikit tahu akan sifat suaminya, yang berubah-berubah seperti bunglon, jadi ia akan memahami situasinya.


Hampir satu jam lamanya Alrez berada di kamar mandi. Setelah selesai Alrez keluar dengan menggunakan handuk yang melingkar dipinggangnya, sedangkan rambut masih basah, terlihat air yang menetes sampai ke dada bidangnya.


"Mas rambutnya masa basah, coba di gosok dulu sana," tegur Serra dengn santainya Alrez malah duduk ditepian ranjang.


"Biar kamu aja yang keringin rambut aku," sahut Alrez.


"Ampun suamiku sifat angkuhnya kemana? kok berubah jadi manja banget gini, belum juga ada bayi kecil, harus ngurus bayi gede dulu," gerutu Serra tetap menghampiri suaminya, mengambil handuk dari tangan suaminya. Lalu menggosokan ke rambut suaminya.


"Mas lepas ish, aku mau ambilkan pakaian kamu, biar gak kedinginan," ucap Serra.


"Gak usah sayang, nanti juga pakaian dilepas," balas Alrez.


"Yaudah aku mau mandi dulu." Serra mencoba melepaskan pelukan Alrez, tetapi tidak bisa, karena pelukan suaminya begitu erat.


Alrez melepaskan pelukannya dan berdiri memandang lekat wajah istrinya. Alrez memeluk kembali istrinya, tangan mencari resleting yang ada dibelakang gaun. Alrez menarik resleting sampai kebawah, menampakan punggung indah milik istrinya.


Betapa terkejutnya Serra baru menyadari bahwa gaunnya sudah melorot kebawah kakinya. Serra menjadi gugup ketika dipandang intens oleh suaminya sendiri, Serra menyilangkan tangan malu.

__ADS_1


"Jangan ditutup sayang mas mau melihat semua yang ada dirimu, karena semuanya adalah milik mas. Tidak ada yang boleh melihat maupun menatapnya, atau mata mereka akan buta saat itu juga."


Alrez perlahan menyingkirkan tangan Serra, membaringkannya perlahan diranjang. Alrez yang terbawa nafsu tanpa berlama-lama mendaratkan bibirnya mencium sang istri. Alrez melepaskan ciumannya setelah dirasa pasokan udaranya menipis.


Keduanya mengambil oksigen sebanyak-banyaknya sebelum melanjutkannya. Akhirnya terjadilah malam pertama mereka. Serra terlelah karena kelelahan mengimbangi nafsu suaminya.


"Good night honey!"


"Semoga kamu cepat tumbuh disini baby. Papa dan mama menantikan kehadiran mu segera."


Lalu Alrez memejamkan matanya, sembari membawa istrinya ke dalam pelukan hangatnya.


...****************...


To be continue. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609


 


 

__ADS_1


__ADS_2