
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat, hingga tiba malam ini akan diumumkan pernikahan Arka dan Serra ke publik, agar seluruh orang tahu bahwa putra Alkavero Xander dan Devita Frianka yaitu Arkananta Xander telah resmi menikah tiga bulan yang lalu dengan seorang gadis bernama Serra Alifiana.
Serra sudah bersiap mengenakan gaun mewahnya yang dibelikan oleh mertuanya. Devita membelikan gaun tersebut dengan maksud baik, agar keluarganya tidak dipermalukan depan umum. Masa keluarga Xander, konglomerat kaya raya tidak mampu membelikan gaun mewah untuk menantu mereka! Oh gunjingan seperti itu harus dihindari Devita.
Devita sangat mengutamakan menjaga nama baik Xander, biar tidak tercoreng karena hal sepele seperti itu.
“Jangan menggunakan high heels diatas 5 cm,” ucap Alrez muncul berdiri di ambang pintu sembari bersedekap dada.
Alrez menampilkan senyuman lebarnya, ketika menatap wajah terkejut Serra yang melihat kehadiran.
“Uncle mau ngapain di kamar ku, sana keluar uncle,” usir Serra meminta Alrez segera keluar sebelum ada orang yang melihat keberadaannya.
“Saya akan keluar tapi lepaskan heels mu sekarang! Saya tak ingin melihat mu kesusahan berjalan karena heels sialan itu,” tandas Alrez marah.
“Aku akan tetap memakainya! Tolong uncle kali saja jangan melarang larang ku, uncle bukan suamiku. Ingat itu uncle! Jadi stop mencampuri urusan pribadi ku,” jeda Serra terdiam sejenak menormalkan emosinya.
“Pembahasan kita hanya soal pekerjaan, di luar pekerjaan tidak ada bahasan apapun,” kecam Serra.
“Saya paham tak perlu kamu menjelaskannya, saya hanya minta kamu tidak menggunakan heels di atas 5 cm itu saja ra. Apa susahnya menuruti.” Alrez begerak mengambil heel yang kebetulan ada dilihatnya. Ia berjongkok melepas paksa heels gadisnya dan melempar ke sembarang tempat, heels gadisnya sudah berganti dengan heels 5 cm.
Arlez tersenyum bangga melihat Serra yang menurut tanpa perlawanan. Alrez tahu gadisnya mulai memahami karakternya yang tidak terbantahkan.
“Selesai! Ini lebih baik untuk keselamatan dirimu,” ungkap Alrez.
‘Cup’ setelah mencuri ciuman Alrez berlari keluar dari kamar dan menutup pintunya agar teriakan Serra tidak kedengaran sampai bawah.
“UNCLE!!! DASAR PRIA MESUM!!!”
Teriak Serra senyaring-nyaring meluapkan kekesalan yang telah di tahan sedari tadi saat melihat kedatangan Alrez ke kamarnya.
Serra mengelap bekas ciuman Alrez di pipi. Serra menambahkan bedak di pipi untuk menghilang rasa ciuman Alrez. Sesudah itu Serra keluar dari kamar, turun kebawah menggunakan lift. Kaki melangkah ke ruang tamu, saat telinga mendengar suara keributan. Serra memilih bersembunyi di balik tembok dan melihat jelas siapa orang yang berteriak marah disana.
“Kau harus bertanggung jawab Arka! Nikahi putri ku, dia tengah mengandung anak mu.”
Deg! Jantung Serra berasa berhenti mendadak mendengar kalimat dari Syareza papanya Rachel.
...•••...
Mobil Syahreza berhenti tepat depan gerbang mansion Alkavero Xander. Satpam yang berjada di pos membukakan gerbang, sebelum mobil itu masuk ke dalam satpam mendatangi pemiliknya.
“Cari siapa tuan? Dan ada keperluan apa tuan?” Tanya Satpam.
Syahreza menurunkan kaca mobilnya, menatap tajam satpam yang berdiri samping pintu mobilnya.
“Saya ingin bertemu Arkananta Xander. Apa dia ada di dalam?” Ujar Syahreza balik bertanya.
__ADS_1
“Nama tuan siapa kalau boleh tau?”
“Banyak sekali pertanyaan sudah seperti polisi saja. Saya Syahreza Alfarizqi, majikan mu itu mengenal saya, jadi buka gerbangnya. Waktu saya terbuang sia sia karena terus meladeni satpam gak berguna seperti mu.” Syahreza malah marah-marah dan melontarkan kata-kata kasar.
Satpam bergegas membuka lebar gerbang mansion. Satpam tersebut tidak mau kena amukan dan malah diadukan dan membuatnya dipecat.
Mobil Syahreza berhenti tepat depan pintu utama mansion. Syahreza keluar dari mobilnya, lekas melangkah lebar memasuki mansion.
“Syahreza!” Ucap Alka lantas berdiri menyambut kedatangan sahabatnya untuk pertama kali ke rumahnya.
“Kenapa kesini tidak mengabari. Aku sudah mengirimkan surat undangan untuk mu. Malam ini aku mengadakan konferensi pers, mengumumkan pernikahan putra ku Arka dan istrinya.” Lanjut Alka berbicara.
Syahreza mengabaikan ucapan Alka. Melihat Arka yang berada di samping Alka membuat aura kemarahan Syahreza mengebu-gebu. Kemudian Syahreza melangkah cepat mendekati dan meraih kerah baju Arka.
Bruuggg
“BAJINGANNN!!!”
Bugh!
“Bangsat.” Umpat Syahreza menghajar Arka membabi buta tanpa jeda.
Bugh!
Bugh!
Rachel datang tergesa-gesa, sambil memegangi perutnya.
“Papa stop, jangan pukul Arka!” Teriakan Rachel menghentikan aksi Syahreza yang akan memberikan bogeman kembali.
“Ada apa ini sebenarnya Reza? Kenapa kau memukuli putra ku,” ujar Alka bertanya karena tak tahu letak permasalahan sampai sahabat begitu marah.
Alrez membantu keponakan berdiri, dan membantu menahan tubuhnya.
“Putra mu ini telah menghamili putriku,” ucap Syahreza murka.
“Menghamili putrimu! Apa maksudmu, jangan mengada-ngada putra ku tak mungkin berbuat sejauh itu, apalagi putraku sudah menikah,” balas Alka tak terima tuduhan sahabatnya.
Rachel menutup mulutnya, mendengar kalimat dari papa Arka. Bahwa cowo yang dicintai telah menikah.
“Arka sudah menikah,” celetuk Rachel menata kearah Arka yang mengelap darah di sudut bibirnya.
“Ya abangku sudah menikah dengan sahabat mu Serra,” timpal Liora ikut bicara.
Rachel tertegun dan di buat tambah shock lagi mengetahui bahwa istrinya Arka adalah Serra sahabatnya. Ada apa ini, apa sekarang dia tengah di permainkan.
__ADS_1
“Katakan Rachel kapan kalian melakukan,” ujar Syahreza beralih menata putrinya.
Semantara Rachel masih terpaku, mulutnya sangat susah untuk sekedar mengeluarkan suara setelah apa yang diketahuinya.
“Nak jawab pertanyaan papa mu,” suruh Ranti.
“Tepat malam acara prom night,” ungkap Rachel tidak menutup-nutupinya.
Bugh!
Sekarang Arka mendapatkan pukulan dari Alka. Alka benar-benar tak menyangka putra bisa berbuat itu, padahal telah menikah.
“Papa kecewa dengan mu ka! Papa juga membatalkan mengumumkan pernikahan mu, kamu benar benar membuat papa malu,” bentak Alka depan wajah putranya.
“Pa! Aku mohon jangan membatalkannya,” mohon Arka.
“Kau harus bertanggung jawab Arka! Nikahi putri ku, dia tengah mengandung anak mu,” sarkas Syahreza.
“Maaf om saya enggak bisa. Saya hanya mencintai Serra bukan putri om.” Perkataan Arka membuat Syahreza kembali meradang.
“Cuih! Brengsek kamu, setelah apa yang kau lakukan pada putriku masih bisa kau mengatakan mencintai istri mu. Omong kosong dengan cintamu, saya tidak perduli kau harus menikah putriku, karna dia mengandung anakmu.” Tuntut Syahreza.
“Mungkin saja itu bukan anak putra ku, bisa saja putrimu melakukan dengan orang lain setelah berhubungan bersama putraku,” sanggah Devita.
“Putriku tidak seperti jeng Devita. Bahkan putriku tak berpacaran sekalipun asal anda tahu,” sahut Ranti membantah perkataan Devita.
“Sudah cukup semua, mari kita duduk terlebih dahulu. Kita cari jalan keluar untuk menyelesaikan permasalahan ini.” Reno angkat bicara membuat semua orang tak bersuara.
“Tantri!” Panggil Alia.
“Iya nyonya ada apa,” balas Tantri kini sudah berdiri beberapa meter dari Alia.
“Buatkan minuman dan panggil Serra turun kebawah,” perintah Alia.
“Baik nyonya.” Tantri segera pergi, tapi tidak jadi memanggil Serra karena orang sudah berada di bawah sedari tadi.
Serra melangkah menuju ruang tamu dimana semua orang sudah duduk dengan keadaan raut wajah yang berbeda.
Alrez sebenarnya melihat keberadaan Serra di balik tembok tapi pria itu hanya diam saja.
...****************...
TBC
Jangan lupa tinggalkan jejakt kalian yaitu vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
__ADS_1
Yuk follow ig author : @dianti2609