YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 137.


__ADS_3

"Gimana penampilan aku mah pah?" Alrez bertanya kepada kedua orang tuanya, nampak keliahatan sekali aura Alrez begitu bahagia, menanti hari ini.


"Sempuran sayang." Alia merangkum wajah putranya yang sebentar lagi akan bertunangan dan akan lanjut ke pelaminan dua minggu lagi.


"Son papa masih ngga nyangka akhirnya sebentar lagi kamu akan melepas masa lajang mu. Papa gak pernah bosan mengingatkan mu, jangan mengulangi kesalahan Arka dengan menyakiti Serra. Bahagia gadis itu son, selama ini sudah cukup dia menderita, sekarang saat dia bahagia melalui kamu," tutur Reno menepuk bahu putranya.


"Aku akan membuktikannya pah," ucap Alrez tegas.


"Papa suka dengan jawaban mu. Ayo! kita bergegas berangkat," ajak Reno yang memang telah siap bersama istrinya, makanya mereka berdua mendatangi kamar Alrez untuk melihat putra mereka telah siap atau tidak.


Seluruh keluarga Xander ikut dalam acara pertunangan Alrez. Begitupun keluarga Frianka juga ikut dalam acara ini. Mereka sedang menunggu dibawah, termasuk Angga assisten kepercayaan yang telah dianggap Alrez sebagai keluarga turut hadir di acara pertunangannya.


Alrez menampilkan wajah bahagia pada seluruh keluarga yang tengah berdiri menatap takjud.


Prok! Prok! Prok!


Alka bertepuk tangan melihat penampilan dan wajah Alrez yang berseri-seri. Alka mendekat hingga berhadapan dengan Alrez, tangannya bergerak merapikan dasi.


"Kau terlihat sangat tampan Alrez! Siapakah kira-kira wanita yang berhasil mendapatkan cinta mu? Aku penasaran sekali dengan wanitanya, tidak bisakah kau memberitahu ku saja siapa wanitanya, agar rasa keingintahuan ku ini bisa sedikit berkurang," papar Alka ekspresi benar-benar penasaran dengan calon adik iparnya.

__ADS_1


"Apa mama papa juga tidak ingin membocorkan nama calon adik iparku sebelum kita pergi ke tempat acaranya," lanjut Alka beralih menatap kedua orang tuanya menggelengkan kepala dengan kompak.


"Sabarlah Alka, sebentar lagi kau akan mengetahuinya. Bahkan mungkin kau akan sangat terkejut setelahnya," ujar Reno santai.


Sepertinya orang-orang tidak menyadari sorat mata Arka menunjukkan ketidaksukaannya dengan acara pertunangan Alrez. Arka seolah-olah mengetahui pasangan wanita dari Alrez. Itulah mengapa Arka tidak kelihatan senang menyambut hari bahagia Alrez. Hati Arka terasa gelisah, takut jika tebakannya ternyata benar, jika seseorang itu adalah perempuan yang masih mengisi hatinya saat ini, perempuan yang amat dia cintai. Istrinya sendiri belum mampu meluluhkan hatinya.


"Ka kamu kenapa?" tanya Rachel pelan, seraya menyenggol lengan Arka.


"Memangnya aku kenapa?" Arka malah balik bertanya.


"Engga papa sih, cuma agak keliatan tegang aja. Emangnya kamu tau ya siapa calon uncle Alrez," ujar Rachel.


"Oh iya benar, uncle Alrez kan jarang nginap di mansion papa," kata Rachel.


Lalu tidak ada obrolan lagi dari kedua suami istri tersebut. Arka dan Rachel memilih diam, mendengarkan obrolan dari yang lainnya.


"Daripada kita terus mengobrol, ada baiknya kita segera berangkat ke tempat acaranya," imbuh uncle Rino.


"Papi benar! Tante Om, mari kita berangkat sekarang saja," sambung Nevano.

__ADS_1


Lantas mereka segera memasuki mobil masing-masing. Alrez ikut ke dalam mobil dimana Angga lah yang menyetirkan dirinya.


"Akhirnya bentar lagi tuan lepas masa lajang, benar-benar tidak disangka tuan berjodoh dengan gadis yang dari awal memang tuan incar. Sampai akhirnya gadis itu jatuh kepelukan tuan, saya sangat mengapresiasi perjuangan anda begitu luar biasa. Saya doakan pertunangan sampai hari pernikahan anda nanti diberi kelancaran," ucap Angga baru bisa ngomong saat dia hanya berdua bersama Alrez di mobil.


"Terima kasih Angga! Saya juga mendoakan kamu agar segera menemukan jodoh mu," balas Alrez.


Angga mengaminkan do'a Alrez.


...****************...


To be continue. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609


 


 

__ADS_1


__ADS_2