
“Pahit.” ucap Serra merasakan minuman ditenggorokannya.
Beberapa menit kemudian Serra merasa keanehan pada tubuhnya. Badanya terasa panas, Serra beranjak mencari keberadaan Alrez dengan memanggil namanya.
“Uncle,” seru Serra berjalan sempoyongan.
“Uncle Alrez.” Pengelihatab Serra berkunang-kunang, tapi ia berusaha melangkah sambil memanggil nama Alrez.
Alrez mendengar suara orang yang di kenalnya memanggil namanya. Alrez menoleh ke belakang mendapati Serra berjalan sempoyongan. Mata elangnya berubah menajam saat melihat gadisnya mau jatuh dan raih seorang pria.
Alrez secepat kilat menarik tangan Serra dan membentur dada bidangnya.
“Jangan berani menyentuh gadis ku dengan tangan kotor mu,” desis Alrez marah.
“Saya hanya berniat membantu asal kau tahu,” balas pria tersebut.
“Uncle kepala ku pusing sekali, perut ku mual.” Lirih Serra memegangi kepalanya terasa berat.
Alrez mencium aroma mulut Serra,” Bau Alkohol” ucapnya.
“Kau minum wine sayang?” Serra menggeleng lemah.
Tanpa banyak membuat waktu, Alrez menggendong Serra berjalan di tengah kerumunan orang banyak yang memperhatikan mereka. Orang yang bersembunyi tengah tersenyum jahat, orang tersebut telah mengabadikan foto keduanya dengan bidikan kamera handphonenya.
“Lihat apa yang akan terjadi besok pagi.” Orang tersebut menyunggingkan senyum miring.
__ADS_1
•
Dalam perjalanan pulang ke hotel, Serra berada di pangkuan Alrez.
“Huekk! Hueek!”
Serra memutahkan makanan ke dalam kantong plastik yang dipegangi Alrez. Lima menit kemudian mereka sampai di parkiran hotel. Alrez kembali membawa Serra dalam gendongannya dengan menenteng plastik lalu membuang ke sampah.
Alrez melewati lobby hotel dengan santai, resepsionis yang melihat itu pun biasa saja. Mereka tahu siapa Alrez, maka dari itu mereka tak ingin mencari masalah dengan CEO pemilik perusahaan Eldrick’s Corp.
“Eum ruangan ini panas sekali, bolehkah aku membuka pakaian ku?” Keluh Serra dan bertanya meminta izin pada Alrez dengan mata yang tertutup.
“Siapa yang memberi mu minuman sampai kau mabuk seperti ini sayang. Ku rasa itu bukan minuman biasa, pasti orang itu telah mencampur sesuatu dalam minumannya,” tandas Alrez dingin, tangan mengepal kuat.
“Aku mau buka baju, ini panas sekali.”
Alrez menahan diri melihat Serra yang hanya tinggal pakaian dalam saja menutupi kedua daerah sensitifnya. Alrez bangkit dari ranjang mengabil handphone dang menghubungi Cakra dan Iqbal.
“Kalian berdua cari tahu, siapa orang yang telah memberikan Serra minuman.”
Tanpa sepengetahuan Alrez, Serra berada dalam kamar mandi dan berdiri dibawah shower membasahi dirinya.
“Serra!” Seru Alrez membuka kasar pintu kamar mandi dan melihat Serra dalam keadaan basah berdiri di bawah shower.
“Eughh rasa panas engga mau hilang hiks.” Tangis Serra dibawah shower.
__ADS_1
“Saya akan menghilangkan rasa panas mu.”
Alrez menggendong Serra membawa ke ranjang dengan cara melempar pelan. Alrez merangkak mendekati Serra, kini ia sudah berada di atas Serra mencium mesra kening sampai turun ke bibir.
Tangan Serra menjambak rambut Alrez. Alrez semakin gencar, kemudian beralih ingin membuka penutup terakhir yang melekat di tubuh Serra.
“Bolehkah saya menyentuh mu? Jika kamu mengizinkan maka saya akan melakukan,” tutur Alrez bertanya.
Masih berada di atas Serra tapi matanya tidak menatap pada Serra. Beberapa menit kemudian masih belum ada jawaban Alrez menatap Serra.
“Ser-ra! Ternyata kamu tertidur,” ucap Alrez tersenyum mendapati wajah gadis cantik miliknya terlelap.
Alrez berguling di samping Serra, bangun dari berbaringnya dan memperbaiki posisi tidur Serra, tak lupa menyelimutinya.
“Goodnight sweetheart!”
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
__ADS_1
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓