YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 116.


__ADS_3

Ting!


Aiden yang tengah bersandar di kepala ranjang sambil membaca buku. Ketika mendengar dering tanda sebuah pesan masuk di ponsel, segera menutup bukunya dan mengambil ponselnya yang berada diatas nakas. Setelah layar ponselnya menyala, terteralah nama Rafael assistennya. Aiden langsung mengklik membuka pesan tersebut.


Rafael📲


Boss saya sudah menemukan orangnya, ternyata orang yang boss cari tinggal di tempat tadi kita kunjungi. Dan ini saya lagi bersama orangnya, boss cepat kesini saya tunggu 15 menit.


"Dasar assisten sialan, dikira dia siapa. Merintah saya!" umpat Aiden jengkel dengan assistennya yang menyebalkan.


"Argh! tapi aku juga senang, akhirnya bisa bertemu Ibu dan adiku." Aiden tersenyum bahagia yang mewakili perasaan saat ini.


Ting! Aiden membuka lagi pesan dari Rafael, isinya mengingatkannya agar segera pergi kesana sekarang juga.


Rafael📲


Boss saya tahu anda tengah bahagia saat ini. Boss juga harus ingat dengan waktu terus berjalan, saya sudah minta waktu 15 menit pada gadis yang punya kontrakan, agar mau memunggu boss datang. Maka cepatlah kesini.

__ADS_1


Aiden lantas turun dari ranjang, tergesa-gesa mengambil jaket kulit dan memakainya. Tak lupa mengganti celana piyama dengan jins, membuka laci mengambil kunci motor dan lekas berlari terburu-buru menuruni anak tangga.


"Aiden mau kemana kamu malam-malam begini," sergah Avrian menghentikan langkah putranya.


"Ngumpul bareng teman pah," ujar Aiden balik menghadap kearah papanya yang tengah duduk diruang tamu bersama mamanya.


"Ke club malam, papa tidak izinkan. Kembali ke kamar mu," tegas Avrian menyuruh putranya kembali ke kamar.


"Tidak pa, aku hanya pergi ke cafe," kata Aiden.


"Jangan bebohong Aiden, ke cafe hanya alibi mu saja agar kau diizinkan lalu setelahnya mampir ke club malam. Berapa kali papa harus menasehati, untuk jangan pergi ke tempat kayak gitu, itu tempat gak baik Aiden," ucap Avrian panjang lebar.


"Mas! Aiden benar, mama tahu gimana putra kita sekarang. Aiden sudah berubah mas, beri dia kepercayaan pah. Cukup selama ini kita mengekangnya, sampai kita harus menetap tinggal di luar negeri beberapa tahun disana. Sekarang bebaskan dia mau kemana, asalkan Aiden selalu ingat pesan mama sama papa, jangan pergi club malam ataupun bermain wanita. Dan jangan pernah sesekali untuk mencoba barang-barang yang haram bagi kita, mama tau Aiden sudah dewasa sudah tujuh belas tahun dan sudah dapat gelar sarjana dalam waktu yang singkat. Mama dan papa tidak akan pernah bosan selalu mengingatkan mu tentang hal-hal yang dilarang," sanggah Sabrina yang angkat bicara.


"Hem, ya papa mengizinkannya. Tapi ingat Aiden sekali papa tau kamu masuk ke club malam. Selamanya papa akan mengekang dan mengawasimu." Avrian menegaskan setiap kalimat yang diucapkan. Bukan maksud dia menekan putranya, semua yang dilakukan demi kebaikan putranya. Dia tak ingin putranya jatuh ke dalam jurang yang penuh akan dosa besar. Dia mau putrany menjalani kehidupan sewajarnya, bebas tapi mengingat larangan.


Aiden langsung memeluk erat tubuh mamanya, "Makasih mama selalu ngertian aku," ucapnya seraya mencium pipi mamanya.

__ADS_1


"Pah aku berangkat, aku janji tak akan pernah lagi menginjakkan kaki ketempat kaya gitu," sambung Aiden saat kini berahadapan dengan papanya.


"Papa harap, kepercayaan yang sudah papa berikan. Tidak dikecewakan oleh janji mu itu," kata Avrian.


Aiden mengangguk, lalu mencium kedua tangan orang tuanya. Aiden melanjutkan langkah menuju garasi dimana motornya berada. Aiden mengeluarkan motornya. Setelah keluar dari gerbang rumahnya, Aiden melajukan motornya pergi ke alamat yang tadi pagi didatanginya.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.

__ADS_1


Terimakasih💓


__ADS_2