YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 131.


__ADS_3

Jam sembilan malam Alrez membawa Serra dan Ibu Rida pergi ke suatu tempat. Mereka masih dalam perjalanan menuju tempat tersebut.


"Uncle kita ngapain kesini? Restoran ini pasti mahal mahal makanannya, mending kita cari makanan di luar saja, lebih murah dan pastinya enak," papar Serra ketika mobil yang mereka tumpangin berhenti di sebuah restoran mewah.


"Buat kamu, ini ga seberapa bagi aku," ucap Alrez tersenyum manis, sembari tangannya terulur menyingkirkan helaian rambut dengan hati-hati yang menjuntai di wajah gadisnya, agar tak merusak riasan.


Serra malah menjadi salah tingkah, hingga menunduk menutupi senyumnya. Supaya Alrez tidak melihat bahwa sekarang bibir tak bisa menahan untuk tidak tersenyum. Entahlah Serra merasa bersama Alrez membawa kebahagian terus-menerus menghampirinya.


"Sayang jangan menunduk, itu malah ngebuat rambut kamu balik menutupi wajah mu. Mendongaklah, lihat aku," pinta Alrez, tanpa sadar Serra melakukan seperti perintah Alrez.


Bahkan wajah mereka berdua malah berdekatan, Alrez sampai kehilangan akal melihat bibir Serra membuat dirinya seakan tak bisa menahan untuk menciumnya. Suara dehaman membuat keduanya tersadar dan saling menjaga jarak seketika.


"Ekhem! Belum halal," deham Ibu Rida menegur kedua pasangan yang tengah di mabuk asmara.


Alrez memimpin berjalan ke depan duluan. Serra dan Ibu Rida mengikuti dari belakang. Ibu Rida masih menampilkan senyumnya melihat adegan putrinya dan Alrez.

__ADS_1


Mereka bertiga telah berada di dalam restoran, Serra dibuat kembali tercengang untuk yang kedua kalinya setelah tadi di salon melihat riasan wajahnya di pantulan cermin dan sekarang terulang lagi dengan hal yang berbeda, yaitu restoran yang mereka datangi begitu sangat mewah tetapi elegan.


"Mari nona kami antar ke meja yang telah disiapkan."


Tiba-tiba saja seorang pelayan perempuan datang mengejutkan dirinya yang tengah asik menikmati memandang restoran mewah tersebut. Pelayan berjalan mengantar Serra ke bagian dalam ruangan, disana ada seorang lelaki yang telah menunggu kedatangan sedari sejam yang lalu.


Cukup lama Serra mengamati sudut-sudut sekitar ruangan. Sampai tak sadar bahwa pelayan yang mengantar sudah pergi tanpa berpamitan.


'Ceklek' suara pintu ruangan dibuka oleh orang dari luar. Serra berbalik menghadap kearah pintu melihat siapa orang yang membuka pintu tersebut. Masuklah sosok laki-laki yang Serra kenal, Serra menjadi bingung melihat kehadiran lelaki yang masih ingin dihindarinya, belum mau untuk ia temui sekarang ini. Tapi lelaki tersebut telah berada dihadapannya, terus apa yang harus dilakukannya sekarang.


"Uncle, Ibu! Mba yang tadi mana?!"


"Aku mau bicara dengan mu, bolehkah?" tanya Aiden meminta izin pada kembaran yang terlihat tidak menghiraukan maupun memperdulikan omongannya.


"Serra pleasee... Kamu mendengarkan ku kan, ku mohon beri aku kesempatan untuk mengonbrol bersama mu," kata Aiden tak ingin menyerah membujuk kembarannya.

__ADS_1


"Enggak, aku belum siap mengobrol maupun ketemu kamu atau keluarga mu," lontar Serra sinis.


Aiden berlutut tidak kuasa menahan sakitnya mendapat tatapan seperti itu dari kembarannya sendiri. Aiden memohon menyatukan kedua tangan, dia sekaranb tak perduli dengan harga dirinya yang jatuh. Dalam otak hanya ada pikiran bagaimana meluluhkan hati adik kembarnya.


"Jangan berlutut di depanku, aku tidak suka. Bangunlah! Kita mengobrol duduk disana," ucap Serra menjadi serba salah sekarang dan meraih bahu Aiden menyuruhnya berdiri.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!

__ADS_1


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓


__ADS_2