YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 83.


__ADS_3

Hari adalah simulasi terakhir. Seluruh siswa/i belum merasa lega ataupun tenang. Dikarenakan mereka akan menghadapi ujian nasional, yang berarti penentu kelulusan mereka.


Saat mereka tengah berjalan, tiba-tiba ada Aldo menghadang, berdiri di hadapan mereka.


“Kalian mau ikut gue lagi gak ke cafe Ariella? Sepupu yang pernah gue ceritain waktu itu, dia udah pulang ke Indonesia seminggu yang lalu. Ini gue mau ketemu,” ujar Aldo bertanya.


Serra melirik Nabila dan Rachel. Rachel kelihatan acuh dan enggan mau menjawab ketika dilirik oleh Serra.


“Gue mau deh,” jawab Nabila duluan.


“Gue gak ikut ya, ada janji sama Arka. Arka mau ngajarin gue basket sore ini, di rumah gue,” ucap Rachel penuh penekanan, sembari mata melirik sinis Serra, tapi Nabila dan Aldo tak ada yang menyadari selain Serra sendiri.


“Rachel kenapa ya, empat hari ini kelihatan aneh banget, terus setiap kali di ajak ngomong kaya males gitu. Mana kaya naruh benci plus dendam sama aku. Memang kesalahan apa yang aku buat sampai dia segitunya.” Batin Serra.


“Ra, lo gimana? Mau ikut enggak?” Tanya Aldo beralih pada Serra yang belum memberikan jawaban apapun.


“Eung g-gue-“


“Ikut ya ra, temenin gue.. masa gue berduaan aja sama Aldo. Mana si Rachel gak ikut lagi. Sebenarnya tadi gue juga gak mau awalnya, tapi karna rasa penasaran gue udah ngebet banget pengen liat orang yang punya cafe. Ya gitu deh! Jadi mau ya pleasee...” Nabila memotong omongan Serra yang belum menjawabnya.

__ADS_1


Akhirnya Serra mengangguk, tak enak juga ingin menolaknya. Nabila terlihat kesenangan dengan jawaban Serra.


“Guys! Gue duluan ya, udah di tungguin sama Arka,” pamit Rachel bergegas mendatangi mobil Arka yang terparkir.


Serra hanya bisa melihat Rachel masuk dalam mobil Arka dari kejauhan. Disana juga Arka terlihat membuka pintu agar Rachel masuk, di mata Serra mereka seperti layaknya sepasang kekasih.


“Engga Serra, jangan mencurigai suami mu. Mungkin Arka lupa memberitahu, nanti juga Arka akan mengirimkan pesan pada mu.” Batin Serra menghalau rasa kecurigaan pada suaminya.


“Rachel kelihatan gerak cepat banget, biar gak di sosor sama betina satunya,” celetuk Nabila.


“Bagus deh! Gue enek juga kalau liat Arka di tempelin mak lampir kaya Sandra. Adik kelas tapi centil banget,” ujar Aldo bergidik geli mengingat kelakuan Sandra bermanja pada Arka. Kemanapun Arka pasti di ikutin.


“Gimana keadaan Ibu lo ra, udah dapat donor mata belum?” Tanya Aldo sambil mereka berjalan ke parkiran mobil.


“Belum do, lagian biaya operasi mata pasti mahal banget. Tapi aku selalu usahain buat kesembuhan Ibu biar bisa ngeliat kembali,” balas Serra.


“Gue setuju ama lo ra. Kita juga bakalan bantu lo sebisanya untuk biaya,” sambung Nabila.


“Iya ra, bukan cuma soal biaya. Kami juga akan ngebantu mencari donor mata buat Ibu lo,” sahut Aldo dibalik kemudi.

__ADS_1


“Aku makasih banget sama kalian yang udah baik mau bantu aku. Mungkin aku ga bisa membalas dengan apa-apa, tapi aku akan selalu mendoakan kalian,” tutur Serra tersenyum.


“Kita itu udah kaya keluarga ra. Lo udah gue anggap kaya adik sendiri, jadi apapun yang bisa gue bantu akan gue bantu,” ucap Nabila.


Serra menangis haru mendengar ucapan Nabila. Serra lantas memeluk Nabila dari belakang, karena posisi Nabila berada di kursi depan samping Aldo yang sedang menyetir.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓

__ADS_1


__ADS_2