
Mobil Arka berhenti di depan halte, beberapa meter dari sekolah.
"Yank nanti kamu nonton aku tanding, ini pertandingan terakhir aku di sekolah ini. Pokok aku harus ada disana nanti, biar aku tambah semangat dan sekolah kita menang."
"Kamu tenang aja aku pasti nonton dan semangatin kamu. Dan juga mendoakan supaya kalian menang."
"Makasih sayang." Arka mengecup bibir Serra.
"Eem sama-sama." balas Serra.
Serra melihat sekitar tidak ada yang lewat dengan cepat ia membuka pintu mobil lalu keluar. Berjalan sedikit berlari ke arah gerbang, sematara Arka yang berada dalam mobil menggelengkan kepala melihat tingkah Serra.
"Andai saja pernikahan kita tidak di rahasiakan seperti ini. Pasti kita bakalan selalu bersama, kemanapun kamu pergi selalu ada aku di samping mu," gumam Arka.
Tak mau berlama-lama Arka menjalankan mobilnya memasuki gerbang sekolah yang sebentar lagi akan ditutup. Karena jam sudah menunjukkan pukul 07.10, tinggal lima menit lagi gerbang pasti di tutup.
•
Serra baru saja keluar dari kelas bersama dua sahabatnya Rachel dan Nabilla. Karena bell pulang telah berbunyi lima menit yang lalu. Saat ketiga cewe sedang berjalan di koridor sekolah, mereka dicegat oleh Aldo dan Dimas yang tiba-tiba menghadang di depan mereka.
"Stop! Kalian mau kemana?" tanya Aldo.
__ADS_1
"Mau pulang lah," jawab Nabilla.
"Kebetulan gue tepat waktu cegat kalian bertiga. Kalian jangan pulang dulu ya, hari ini tim basket kita ada pertandingan di lapangan basket. Ini pertandingan kita yang terakhir kalinya. Jadi kalian wajib harus nonton dan menyemangatin kita," jelas Aldo.
"Woah yang benar, kalau gitu gue pasti nonton dong," sahut Rachel bersemangat.
"Ye lo giliran begini pasti semangat, bilang aja lo mau ngeliat Arka kan. Senang pasti lo abis dianterin pulang sama Arka kemarin, jadi tambah semangat mau nontonin Arka tanding," sungut Nabila.
"Dianterin pulang," ucap Serra, karena Arka sama sekali tidak ada menceritakan padanya.
"Iya ra! Kemaren bokap sibuk jadi gak bisa jemput. Emang Rachel gak cerita sama lo?" ujar Nabilla bertanya, Serra menjawab dengan memberikan gelengan.
"Maafin gue ra, lupa cerita ke lo." Rachel menatap Serra dengan mengeluarkan puppy eyes.
"Eum, sa-santai aja kali chel," ucap Serra tenang, padahal dalam hati tersimpan kecemburuan memdalam. Sebenarnya Serra tahu kalau Rachel menyukai Arka, tapi sama sekali tidak pernah berpikir mereka akan dekat. Sampai Arka harus mengantarkan Rachel pulang, parahnya suaminya sama sekali tidak menceritakan apapun.
"Ayo sekarang kita ke lapangan." Aldo memarik tangan Serra agar mengikutinya.
Semantara Nabilla yang melihat itu, hanya bisa terdiam. Rachel paham dengan perasaan Nabilla pun merangkul sahabatnya itu.
"Lo tenang aja, Serra enggak mungkin nikung lo," bisik Rachel lantas dihadiahi Nabilla dengan menyikut perutnya.
__ADS_1
"Aduhh, loh kasar banget sih bill," ringis Rachel bercanda.
"Udah gak usah pura-pura." Nabilla menarik tangan Rachel.
Mereka nampak tidak menyadari bahwa masih ada satu orang teman mereka yang tertinggal. Ya, dia adalah Dimas, mendengar semua yang dikatakam oleh Rachel membuat Dimas akhiranya mengetahui, kalau cewe yang beberapa hari ini selalu ia perhatikan menyukai Arka sahabatnya.
"Bisa gak sih lo ngeliat kearah gue! Gue tahu kita gak cukup akrab, tapi pertama kali Aldo ngenalin lo langsung ngebuat gue jadi ada rasa sama lo." Gumamnya.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓
__ADS_1