
Jakarta, Indonesia.
Setelah pulang sekolah. Arka langsung mengantar istrinya ke rumah ibu mertuanya untuk menginap selama satu minggu. Sekarang mereka dalam perjalanan menuju ke rumah Ibu mertuanya.
Arka memparkirkan mobil di samping gang, karena gang masuk kontrakan ibu mertuanya tidak muat untuk mobil.
“Loh ka, kamu engga langsung pulang aja,” ujar Serra saat melihat Arka yang juga turun.
“Enggak dong sayang, masa aku ninggalin dan biarin kamu sendiri nemuin ibu. Nanti ibu malah ngira kita bertengkar,” tukas Arka.
“Kan aku bisa jelasin sama ibu. Kamu benaran mau ikut, engga papa becek-becekan.” Serra berkata dengan hati-hati takut menyinggung Arka.
“Kamu kenapa sih sayang, kayak aku baru pertama kali aja ke rumah ibu. Jalanan itu udah biasa aku lewatin kalau mau ketemu kamu.” Arka berkata menyakinkan Serra..
“Ayo kita jalan masuk sekarang,” ajak Arka merangkul istrinya, tangan satunya lagi membawa tas berisi pakaian.
Serra menatap wajah suaminya dengan senyum yang mengembang. Dia pikir jika Arka tidak akan mau menginjak jalan berair dan belumpur dalam gangnya. Ternyata dia salah suaminya tetap mau dan tidak berubah.
“Sayang kamu kenapa liatin wajah aku segitunya banget, pasti kamu terpesona ya sama aku.” Arka dengan pedenya mengatakan.
“Dasar percaya diri banget!” Serra menoel hidung mancung suaminya dengan telunjuknya.
“Sayang-“
Kalimat Arka terhenti saat sebuah bola yang ditendang mengenai lumpur didekat lelaki itu hingga percikan lumpur tersebut mengenai pakaiannya.
Serra yang melihat pakaian suaminya kotor dibagian depan hanya bisa menutup mulut.
“Kakak maafkan teman ku, dia tidak sengaja. Dia tidak tahu jika bola yang ditendang mengarah pada kakak...” ujar salah satu anak kecil berani meminta maaf mewakilkan temannya.
“Maafkan aku kak. Aku benar-benar tidak sengaja,” sambung salah satu anak kecil yang menjadi pelaku yaitu yang menendang bolanya.
“Tidak papa adik-adik, kakak tidak marah. Kakak tahu kalian tak sengaja menendangnya hingga mengenai saya. Lanjutkan saja permainan kali,” tutur Arka tidak ada kemarahan sama sekali dalam diri lelaki itu.
Serra yang mendengar nada bicara suaminya menjadi sangat lega.
“Terimakasih kak...” Setelah mengucapkannya kesebelas bocah laki-laki melanjutkan permainan mereka kembali.
“Ku kira tadi kamu mau marah ka. Aku sampai menahan napas. Tapi ternyata suamiku ini baik sekali dalam mengambil sikap...” puji Serra membuat Arka melayang-layang mendengar pujian sang istri.
Mereka melanjutkan kembali berjalan menuju kontrakan, yang sedikit lagi akan sampai.
Disinilah mereka berdua sekarang berdiri depan pintu kontrakan..
Tokk... tokk..
“Assalamu’alaikum ibu,” seru Serra dan Arka memberi salam.
“Waalaikumsalam,” sahut Rida yang berada di dalam segera membukakan pintu.
__ADS_1
Setelah pintu dibuka Rida dari dalam. Serra dan Arka menyalimi Rida.
“Ayo masuk dulu...” Rida mengajak kedua anak menantunya masuk ke dalam kontrakan kecilnya.
“Ibu senang kalian datang berdua akhirnya,” ujar Rida tampak bahagia melihat kehadiran anak menantunya.
“Aku juga senang bu... maaf ya bu aku baru bisa kesini,” ucap Arka merasa tak enak karena setelah menikah dengan Serra. Ini pertama kali setelah dua minggu pernikahannya.
“Tidak apa nak, ibu tahu kamu juga punya kesibukan. Apalagi kalian ini sudah kelas dua belas,” kata Rida penuh pengertian.
“Oh ya, kalian berdua pasti mau menginap disini,” tebak Rida, karena wanita paruh baya melihat sebuah tas yang dibawa oleh keduanya.
“Iya bu, tapi cuma Fia yang akan nginap,” ujar Serra buka suara.
“Loh nak Arka tidak ikut menginap... Apa kalian ada masalah?” Tanya Rida menatap kedua bergantian yang malah menggeleng bersamaan.
“Kami tidak ada masalah apapun. Hanya saja-“
“Fia rindu sama ibu. Maka dari itu Fia minta izin sama Arka biar dibolehin nginap selama satu atau dua minggu disini. Bolehkan bu?” Serra menyela perkataan Arka.
Aku tak mau jika Arka mengatakan sejujurnya pada ibu, karena itu akan membuat ibu sedih saja. Lebih baik aku berbohong daripada melihat kesedihan di mata ibu, itu lebih menyakitkan bagiku.
“Ouh, ibu kira kalian ada masalah. Ibu tak mau jika ada masalah dalam rumah tangga kalian, Fia kabur-kaburan. Karena itu tidak akan menyelesaikan masalah tetapi malam menambah masalah,” tukas Rida.
“Kami benaran baik-baik aja bu. Nanti juga Arka akan menginap disini, iya kan ka?” Serra bertanya pada suaminya.
“Pasti dong sayang,” jawab Arka semangat.
“Bu, kalau gitu aku mau pamit pulang dulu,” ucap Arka berpamitan dan ingin berdiri.
“Sekarang nak, tidak mau menunggu ibu selesain masak dulu. engga kangen sama masakan ibu nih,” kata Rida membuat menantu jadi bimbang ingin pulang.
“Iya ka, kita makan bersama dulu. Biar kamu ada tenaga latihan basket.” Serra merayu Arka agar tidak pergi dulu sebelum makan. Bukannya apa Serra tahu suaminya belum makan.
“Yaudah kalau ibu sama Serra memaksa. Aku akan menunggu dan makan bersama kalian,” putus Arka.
“Ayo bu, Fia bantu masaknya,” ujar Serra.
Saat kedua berdiri, tak sengaja mata Rida melihat kearah baju menantunya.
“Itu baju kamu kenapa bisa kotor nak?” Tanya Rida baru melihatnya.
“Oh itu bu, tadi ada sekumpulan bocah main bola, ga sengaja bola mantul ke arah lumpur. Jadi percikannya mengenai baju Arka,” jelas Serra.
“Biasalah bu anak-anak,” sambung Arka.
“Fia kamu bawa pakaian suami juga kan?” Rida bertanya pada putrinya.
“Ada bu...” jawabnya.
__ADS_1
“Lebih baik nak Arka ganti baju saja. Fia sana kamu bantu suami mu, biar ibu sendiri saja yang menyelesaikan masakan ini,” suruh Rida.
Serra akhirnya masuk ke dalam kamar yang ditempatinya sebelum menikah dengan Arka yang mengekorinya dibelakang. Serra menyiapkan baju ganti untuk suaminya.
Di dapur Rida telah menyelesaikan masakang dan dihidangkan di atas meja makan. Rida menyuruh kedua pasangan suami istri itu makan bersama.
“Ibu tidak makan?” Tanya Serra.
“Ibu sudah makan tadi Fia. Masih kenyang, jadi kalian nikmati saja makan berdua ya, ibu tinggal ke kedepan.” Serra hanya mengangguk saja.
Keduanya menikmati makan bersama di meja makan. Karena ibunya tak ikut makan, jadi Serra bisa duduk di kursi satunya. Kursi makan mereka hanya ada dua. Jadi tidak bisa makan bertiga harus ada salah satu mengalah.
Beberapa menit setelah menyelesaikan makan, Arka beristirahat sebentar sebelum berangkat ke sekolah untuk latihan basket bersama teman-temannya.
Melihat jam ditangannya telah menunjukkan pukul setengah empat. Arka bangun dari duduk nyamannya.
“Sayang aku mau balik ke sekolah, mau latihan,” ucap Arka.
“Kamu hati-hati ya, jangan ngebut bawa mobilnya,” pesan Serra selalu mengingatkan Arka.
“Siap ibu negara,” balas Arka.
“Buk, aku berangkat latihan. Titip istri aku ya buk,” ucap Arka menyalimi tangan ibu mertuanya.
“Iya nak, kamu hati-hati...”
Arka berjalan menuju keluar dari gang. Di seberang jalan ada sebuah mobil lain yang berhenti sejak mobil Arka terpakir. Ada dua orang bodyguard Arlez yang berada dalam mobil tersebut. Mereka memantau dari jauh, saat melihat hanya Arka saja yang keluar dari gang sempit itu.
Iqbal segera mengeluarkan handphonenya dan menelpon bossnya untuk melaporkan suatu hal yang mereka ketahui hari ini.
“Boss sepertinya nona Serra menginap di tempat ibunya, saya melihat nona Serra membawa tas.” Ujar Iqbal melaporkan informasi yang mereka dapat hari ini.
“Menginap! Apa Serra bersama Arka menginap disana?” Spontan Arlez bertanya diseberang telpon.
“Tuan Arka sepertinya tidak ikut boss. Kami melihatnya keluar dari gang dan kembali menjalankan mobilnya...” sahut Iqbal kembali.
“Berapa lama Serra menginap ditempat ibunya?” Arlez kembali bertanya.
“Saya tidak tahu boss, tapi saya akan mencari tahunya..” Ucap Iqbal. Lalu setelahnya panggilan ditutup sepihak oleh bossnya.
“Cakra jalankan mobilnya, kita ikuti tuan Arka.. kita harus mencari mengapa nona Serra harus menginap dirumah ibunya dan berapa nona Serra menginap disana...” ujar Iqbal seperti boss memerintahkan Cakra yang duduk di kemudi.
Cakra mendengus kesal pada Iqbal mendengar nada bicara yang sudah seperti boss. Cakra ingin sekali menonjok wajah Iqbal, tapi harus ditahannya semantara waktu, jadi Cakra harus bersabar sampai waktunya tiba. Cakra pun menjalankan mobil mengikuti mobil di depan mereka..
🌷🌷🌷🌷
Bersambung. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
__ADS_1
Yuk follow ig author : @dianti2609
Terimakasih ❤