
Isakan kecil terdengar memecah keheningan pagi ini di sebuah kamar hotel. Hujan mengguyur dengan deras, membuat AC semakin terasa dingin di kulit telanjang gadis yang tak berpakaian sehelai benang pun hanya dibungkus selimut.
Rachel tak henti menangisi apa yang telah terjadi semalam dengannya. Memang ia mencintai pelaku yang telah merenggut kesuciannya, tapi tidak begini caranya. Rupanya isakan Rachel mengusik tidur Arka, Arka menggeliat mulai bangun, perlahan mata terbuka.
"Rachel." Arka langsung terduduk ketika melihat siapa orang yang menangis di atas ranjang bersamanya.
"Chel lo kenapa nangis? Apa yang sudah gue lakuin sama lo?" cecar Arka dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat Rachel tambah menangis.
"Chel gue mohon stop nangis dan bilang sama gue? Gue bingung kalau lo nangis gini," ucap Arka menggosok kasar rambutnya.
"Lo beneran gak ingat apa yang udah terjadi semalam?" Rachel bertanya balik.
Arka mencoba mengingat kejadian semalam. Kilas balik tragedi tadi malam melintas di ingatan Arka. Bagaimana mereka berdua dalam pengaruh obat, hingga Arka harus membawa Rachel memasuki kamar hotel. Dan saat Arka akam masuk ke dalam kamar mandi, tiba-tiba saja Rachel memeluknya dari belakang, disitulah pertahanan Arka runtuh, menggendong Rachel dan melemparnya keranjang, dengan panasnya mereka melakukan hubungan suami istri tanpa adanya status.
"Tolong maafkan aku Chel," ucap Arka seraya mengambil tangan Rachel.
"Maaf! Cuman minta maaf? Lo gak ada niatan buat tanggung jawab apa yang udah lo lakuin ke gue ka.. Jahat lo!" teriak Rachel marah.
"Maaf Chel, aku gak bisa. Karena ada hati seseorang yang harus gue jaga," ungkap Arka membuat Rachel semakin berang mendengar pernyataan cowo di sampingnya.
"Terus kenapa lo lakuin ini sama gue ka. Harusnya lo bisa tahan ka, sekarang semua udah terjadi ka. Gimana kalau gue hamil?"
"Lo bisa gugurin kan," jawab Arka sesantai itu tanpa tau perasaan Rachel yang mendengarnya.
__ADS_1
'Plak' tamparan mendarat sempurna di pipi kiri Arka.
"Enak banget lo ngomong gitu ka, lo gak mikirin perasaan gue. Siapa yang mau sama gadis yang udah gak perawan lagi. Siapa?! Jawab gue Arka!" bentak Rachel.
"Hiks, Lo jahat jahat jahat!" raungnya dengan tangisan semakin menjadi-jadi.
"Chel berhenti nangis! Maaf maaf maafin gue! Fine, gue bakal tanggung jawab!" ucap Arka akhirnya.
Arka merasa bersalah membuat Rachel seperti ini. Mulutnya benar benar gak bisa di kontrol dengan baik.
Rachel menatap Arka dengan mata bengkak hidung merah. Air mata yang gak bisa berhenti mengalir.
"Hiks lo gak bohongkan?" tanya Rachel memastikan.
"Gue setuju," ucap Rachel.
"Yaudah sekarang kita siap-siap, gue anterin lo pulang," ujar Arka, tangan menghapus sisa air mata Rachel.
Rachel bergegas bersiap-siap memakai pakaian semalam, karena memang tidak ada pakaian ganti di kamar hotel. Dalam perjalanan pulang hanya ada keheningan yang terjadi, Rachel termenung diam gadis semakin dirundung rasa takut, takut Arka membohonginya.
"Chel, udah sampai," ucap Arka menoleh ke Rachel yang berada di sebelah kirinya.
"Oh, iya makasih!" Rachel yang akan membuka pintu mobil ditahan oleh Arka.
__ADS_1
Terpaksa Rachel duduk kembali dan menoleh ke Arka. Gadis diam menunggu Arka yang bicara.
"Chel gue akan bertanggung jawab dengan apa yang udah gue lakuin ke lo," ulang Arka mengatakannya kembali.
Rachel tersenyum simpul, "Gue harap lo gak bohong ka!"
Setelah mengatakan itu, Rachel keluar dari mobil Arka. Rachel lekas masuk dalam rumah dan pergi ke kamar untuk menenangkan diri.
"Apa yang udah lo lakuin Arka, lo udah ngehianatin cinta dan pernikahan suci ini," pekik Arka memukuli kepalanya dengan keras dan menjalankan mobilnya melaju kencang.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609 @therealdianti26_
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓
__ADS_1