YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 152.


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, kini mereka tiba di sebuah restoran yang menjadi tempat ketemuan. Restoran yang mereka kunjungi merupakan restoran terbaik, yang paling sering menerima penghargaan di Australia. Sekaligus memiliki pemandangan pelabuhan terbaik di Sydney.


Alrez melingkarkan tangan ke pinggang Serra. Keduanya berjalan masuk ke dalam restoran dengan di sambut pelayan. Pelayan membawa Alrez dan Serra ke sebuah ruang privasi yang memang sudah di reservasi oleh Alrez sendiri.


"Mari tuan nona, saya antar."


"Terima kasih," ucap Serra ramah, dibalas senyuman oleh pelayan tersebut.


Serra menatap keluar jendela, terlihat pemandangan sangat indah di luar sana, senyuman langsung mengembang. Alrez yang memperhatikan sang istri menjadi ikut tersenyum, lalu berjalan mendekati istrinya memeluknya dari belakang.


"Suka dengan yang kamu lihat sekarang sayang?" tanya Alrez.


Serra mengangguk dan menyandarkan kepalanya di dada suaminya. "Pemamdangannya indah mas," jawabnya.


"Ekhem! Apa aku menganggu acara kalian," ujar Brian mengejutkan kedua pasangan suami istri yang sedang bermesraan di depannya.


Mendengar suara seseorang buru-buru Serra melepaskam diri dari pelukan suaminya. Alrez menoleh kebelakang mendapati sahabat lamanya tengah berdiri bersedekap dada.


"Apa kabar Brian?" tanya Alrez mengalihkan pembicaraan.


"Kabar ku baik Alrez. Senang sekali bisa bertemu kamu lagi," ucap Brian memeluk sahabatnya.


"Oh ya! Kenalin ini istriku." Alrez memperkenalkan Serra pada Brian.


"Serra."


"Brian Colin."

__ADS_1


Usai berkenalan mereka mengambil tempat duduk masing-masing dan menikmati makan siang sebelum lanjut mengobrol.


"Rez! Maaf kemarin aku tak bisa datang ke acara pernikahan mu, tapi sebagai gantinya terima ini sebagai kado pernikahan kalian dari aku." Brian menyerahkan sebuah kunci pada Alrez.


Alrez mengkerutkan keningnya menatap sahabatnya, semantara Serra hanya diam saja memperhatikan keduanya sambil mendengarkan pembicaraan mereka.


"Itu kunci rumah buat kalian, jadi kalau kalian liburan kesini. Tak perlu tinggal di hotel lagi, rumah itu sudah lengkap dengan isi di dalamnya. Setelah ini kalian bisa langsung kesana, aku sudah mengirimkan lokasi di whatsapp mu," tutur Brian.


"Kau tidak perlu memberikan kado rumah segala untuk kami Brian. Kami kesini hanya untuk honeymoon dan tidak lama. Besok kami akan kembali ke Indonesia, jadi lebih kunci ini kamu berikan pada orang yang membutuhkan di kota ini," ujar Alrez menolak dengan halus, ingin menyerahkan kembali kuncinya pada Brian, tetapi malah di tolak juga.


"Jangan menolaknya Rez! Aku tau kau sudah punya segalanya, hanya saja rumah yang aku berikan untuk kalian adalah hasil dari desain ku sendiri. Aku juga mau kalian tinggal di rumah itu sebelum balik ke Indonesia," balas Brian.


Alrez melirik istrinya, meminta persetujuan. Serra akhirnya mengangguk, ia mengingat setiap perkataan Ibunya, yang tak pernah bosan memberitahunya untuk tidak menolak hadiah dari orang lain, mau besar atau kecil sekalipun. Karena takut orang itu akan tersinggung jika kita menolaknya, apalagi orang yang memberi hadiah sudah susah payah membeli maupun membuatkannya. Jadi kita harus menghargainya hadiah pemberian tersebut.


"Baik aku menerima," ucap Alrez akhirnya.


"Hem begitulah! Sebentar lagi aku juga akan melepas masa lajangku," ujar Brian.


"Lalu mengapa kau datang kesini tak membawa tunangan mu dan memperkenalkan pada kami," ucap Alrez.


"Dia sedang berada di Indonesia sekarang. Kapan-kapan jika aku ke Indonesia aku akan memperkenalkan calon istriku pada kalian," tukas Brian.


"Baiklah aku akan menunggu kedatangan ke Indonesia," balas Alrez.


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Alrez dan Serra langsung menuju ke rumah yang dihadiahkan oleh Brian untuk mereka. Semantara koper mereka akan menyusul nanti.


Sesampainya di rumah tersebut, keduanya lantas masuk bersama melihat ke dalam rumah, lalu melangakan menuju kamar utama. Serra kembali dibuat takjud dengan pemandangan pantai dari luar balkon.

__ADS_1


"Sayang!" panggil Alrez yang tengah duduk di tepian ranjang.


Serra segera menolah kebelakang.


"Sini sayang!" seru Alrez mengerakan tangannya.


Serra lantas berjalan mendekat dan langsung di tarik Alrez hingga jatuh ke atas tubuhnya.


"Mas," cicit Serra merasakan sesuatu yang keras dibawah sana.


"Mas pengen sayang, pleasee jangan menolaknya," mohon Alrez.


"No mas, aku lagi capek. Mau istirahat, nanti malam aja. Lagian ini udah sore mas, bentar lagi masuk waktu ashar," ujar Serra menolak keinginan suaminya.


Alrez memejamkan matanya, setelah Serra bangun dari tubuhnya.


...****************...


...To be continue. . ....


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609


 


 

__ADS_1


__ADS_2