YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 141.


__ADS_3

Liburan di Bali telah usai, Serra berserta keluarganya kembali ke Jakarta. Setelah malam pertunangan, keesokan paginya kedua belah pihak keluarga bertemu lagi untuk membahas tanggal pernikahan dan memutuskan pernikahan akan dilaksanakan dua minggu dari sekarang.


Tiba di Bandara, Serra tak ikut pulang bersama kelurganya. Sebab calon suaminya sudah mengabari bahwa akan menjemputnya dan membawanya ke suatu tempat yang ia pun tidak tahu kemana tujuannya.


Alrez memarkirkan mobilnya, lekas bergegas keluar dan masuk ke dalam Bandara. Pria itu melangkah lebar, matanya mencari keberadaan calon istrinya, saat matanya menangkap sosok gadis yang sedang berkacak pinggang, bibirnya kadang maju, ia yang melihat dari kejauhan segera berlari menghampiri.


"Sayang maaf mas telat menjemput mu," ucap Alrez memeluk gadisnya.


"Hampir aja aku mau pulang naik taksi. Sebelumnya juga aku udah bilang sama mas kalau pesawat ku udah landing, terus kok bisa telat nyampe sini," omel Serra sembari tangannya tak bisa diam menarik-narik kemeja Alrez, sampai tak menyadari satu kancing terlepas dan jatuh begitu saja kebawah.


"Maaf sayang, mas tadi ada meeting dadakan. Salahkan Angga yang sudah salah mengatur jadwal, mas bisa saja batalkan meeting cuma mas ngerasa ga enak, orangnya sudah datang jauh-jauh dari luar negeri masa mas batalkan," jelas Alrez mengkambing hitamkan Angga, sejujurnya memang salah ia sendiri, lupa jika ada meeting pagi tadi, padahal sebelumnya Angga telah memberitahu.


"Seharusnya mas kabarin aku kalau ada meeting, biar aku yang nyamperin mas ke kantor."


"Gara-gara meeting mendadak mas sampai lupa ngabarin kamu."


Serra mencubit perut Alrez saking terbawa suasana sedikit masih kesal karna keterlambatan Alrez. Menyebabkan dirinya kelihatan seperti orang bodoh menunggu kedatangan calon suaminya yang belum datang juga menjemputnya.


"Arghh!" ringis Alrez merasa kesakitan cubitan dari Serra.

__ADS_1


"Mas aduh yaampun maaf aku gak sengaja, sini mas kita duduk dulu." Serra mengajak Alrez untuk duduk, Serra mengusap perut Alrez, matanya tidak sengaja melihat salah satu kancing baju Alrez hilang.


"Mas," Serra mendongak menatap Alrez seraya jarinya menunjuk kancing baju Alrez yang hilang.


"Heum apa sayang?" tanya Alrez yang tak mengerti arti tatapan Serra padanya.


"Mas ka-kancing kemeja kamu hilang, kayaknya gara-gara aku tadi narik-narik kemeja kamu," ujar Serra malah berbalik dirinya merasa gugup, takut jika Alrez marah.


Alrez menunduk untuk melihat kancing kemeja yang hilang, hingga perut Alrez sedikit kelihatan.


"Oh cuman satu kancing, ga masalah sayang. Mau semuanya pun yang hilang engga papa sayang. Sekarang kita ke mobil langsung ke tempat tujuan, mas mau nunjukin sesuatu sama kamu," papar Alrez menarik lembut tangan Serra.


"Sayang sebelum mas jalankan mobilnya, mas izin menutup mata kamu pakai kain hitam ini, boleh?" Alrez menunggu persetujuan dari Serra, sebelum menutup mata calon istrinya.


Serra melotot pada kain hitam yang Alrez pegang sebagai penutup mata. "Mas, kamu kenapa sih, selalu saja buat kejutan. Kamu engga bisa ya kasih tau aja sesuatu apa yang mau kamu tunjukkin ke aku."


"Kalau kamu tau, bukan kejutan dong namanya sayang," kata Alrez menjawil hidung Serra.


"Jadi gimana sayang?" ulang Alrez.

__ADS_1


Serra mengangguk, "Sini mas, biar aku pasang sendiri aja."


Serra mengambil penutup matanya dan memasang sendiri. Barulah Alrez menjalankan mobilnya, sepanjang perjalanan Serra kadang bertanya.


"Mas sudah mau nyampe belum?"


"Belum sayang, bentar lagi kita nyampe kok."


...****************...


To be continue. . .


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609


 


 

__ADS_1


__ADS_2