YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 70.


__ADS_3

Setelah punggung Alrez tidak kelihatan lagi. Serra melotot menatap Arka suaminya. Sedangkan orang yang dipelototi hanya menyengir.


Saat Arka ingin menciumnya lagi, Serra menahan bibir suaminya menggunakan tangannya.


“Arka stop! Kamu kenapa sih hari ini kok jadi aneh banget,” ucap Serra merasa heran.


“Aku biasa aja kok yank. Sebenarnya aku pengen banget bisa nyentuh kamu. Tapi gimana kita harus penuhi syarat mama papa. Nunggu sampai lulus sekolah, lama bangat...” keluh Arka mengingat persyaratan dari Alka dan Devita selaku orang tuanya.


“Sabar ka, gak kerasa kok bentar lagi mau ujian.” Serra membawa tangan suaminya untuk di genggam lalu memberikan usapan lembut.


“Iya sayang, aku akan berusaha menahan ini sampai kelulusan tiba dan kita terbebaskan dari berbagai persyaratan. Ga sabar lagi rasanya menunggu pernikahan kita akan diumumkan ke publik, orang-orang akan mengetahui kalau Serra Alifiana adalah istri seorang Arkananta Xander. Milik aku selamanya!!”


Semburat merah di pipi Serra. Gadis itu tersipu mendengar pernyataan suaminya.


“Yank kita ke kamar aja yuk! Mengulangani yang tadi, janji gak sampai nyentuh kemana-mana,” ajak Arka dan berjanji.


“Engga, ini sudah sore Ka. Aku belum masak untuk makan malam,” ucap Serra menolak ajakan Arka.


“Kamu ngapain masak sih, orang udah ada pelayan kok. Kamu udah jadi nyonya Arkananta Xander jadi gak perlu turun langsung ke dapur ngebantuin para pelayan memasak. Biarkan mereka saja yang masakin makanan buat kita,” jelas Arka tidak suka ketika Serra menolak ajakan agar berada di kamar saja.

__ADS_1


“Masalahnya uncle mesum, pemaksa mu itu minta di masakin. Manusia mesum itu tergila-gila sama masakan ku, aku juga punya syarat yang harus aku penuhi buat ngelunasin hutang ku padanya.”


“Tidak Arka, sudah kewajiban aku sebagai istri untuk menyiapkan makanan suami dan keluarga disini. Aku tau kok mansion ini banyak pelayan, tapi apa kamu enggak mau makan masakan yang di buat oleh tangan istri mu sendiri?”


Arka menghela nafas, Serra benar-benar istri yang pintar dalam segala hal. Bagaimana mungkin dirinya tidak mau merasakan masakan dari tangan istrinya sendiri. Masakan istrinya sendiri sangatlah enak, bahkan beberap orang mansion mengakuinya. Rasanya dirinya begitu beruntung mendapatkan Serra dan menikahinya.


“Aku mengalah sayang! Kamu boleh masak, tapi jangan sendiri, harus di bantu sama yang lain juga. Mengerti?”


Serra mengangguk. “Makasih sayang! Tapi Ka aku mau minta kamu buat ngomong sama Ibu Paulia kalau kamu ngebolehin aku masak di dapur. Soalnya aku gak enak sama Ibu Paulia.”


“Oke sayang, biar aku yang ngomong langsung. Ayo kita ke dapur sama-sama.”


Arka mengajak Ibu Paulia bicara dengan Serra yang juga ada disana mendengarkan percakapan keduanya.


“Kalau den Arka sendiri yang mengizinkan yaudah Ibu engga papa. Selama ini Ibu gak ngizini karena nona Serra adalah majikan disini,” tutur Ibu Paulia.


“Jadi aku udah boleh gabung kan sama Ibu Paulian dan yang lainnya ngebantuin masak di dapur,” ujar Serra memastikan.


“Boleh nona, karena suami telah memberikan izin. Jadi Ibu tidak akan melarang mu lagi untuk memasak bersama kami,” jelas Ibu Paulia.

__ADS_1


“Kalau gitu aku tinggal ke kamar ya! Ibu Paulia saya titip istri saya, walaupun saya izinkan dia memasak tapi tetap harus di bantu sama yang lainnya,” papar Arka.


“Tenang den, saya sendiri yang akan mengawasi nona,” sahut Ibu Paulia.


Arka menjadi lebih dan pergi meninggalkan dapur menuju ke kamar.


Semua pelayan disana tersenyum ramah pada Serra. Menurut mereka Serra bukanlah tipe orang seperti Clara dan Devita yang suka seenaknya dan semaunya menyuruh dan memperlakukan mereka. Bahkan sering marah-marah tidak jelas padahal mereka tidak ada melakukan kesalahan.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.

__ADS_1


Terimakasih💓


__ADS_2