
"Aiden anak ku, kembaran Fhia." Ibu Rida tak kalah eratnya memeluknya.
"Kembaran? Maksud Ibu gimana, aku gak ngerti semuanya, tiba-tiba Ibu kenal Aiden. Padahalkan Ibu belum pernah ketemu dan baru pertama kali ya ini. Jelaskan siapa sebenarnya Aiden, mengapa Ibu bisa mengenalnya," ucap Serra menuntut penjelasan dari semua kebingungannya yang tidak tahu apa-apa.
"Ibu akan menceritakannya." Ibu Rida mengurai pelukannya.
Flashback
Mengalirlah cerita dimana Rida pertama kali bertemu dengan Avrian Lesham ayah kandung dari Aiden dan Serra. Awal pertemuan mereka bermula dari Rida yang bekerja sebagai OG di kantor Lesham Corp. Rida yang hanya lulusan SMP, tak bisa melanjutkan sekolah menengah atas, apalah daya terhalang perekonomian. Apalagi Rida anak yatim piatu pada saat dia masih kelas 2 SMP, hanya memiliki satu saudara laki-laki yaitu kakaknya, yang sering dipanggil bapak oleh Serra. Tetapi kakak kandungnya telah meninggal dunia pada saat Serra kelas 3 SMP.
Selama tujuh tahun Rida hidup bersama kakak laki-lakinya dan kakak iparnya. Rida merasa tak ingin merepotkan kakaknya terus-menurus, akhirnya dia memilih meminta izin untuk merantau ke kota mencari pekerjaan disana dan hidup mandiri. Rida yang baru berusia 19 tahun, melamar pekerjaan di kantor Lesham Corp. sebagai OG disana. Sudah satu tahunan bekerja disana Rida tak pernah mendapatkan tugas membersihkan ruangan CEO. Entah mengapa hari teman tak masuk kerja dan dia yang malah diperintahkan untuk membersihkan ruangan CEO.
Pertama kalinya Rida memasuki ruangan CEO semewah itu, Rida masih menyusuri setiap sudut tempat yang ada dalam ruangan CEO. Meneliti setiap tempat, dengan penuh kehati-hatian Rida membersihkan tempat-tempat. Rida memastikan tidak ada debu ataupun kotoran lainnya yang menempel. Sebab Rida diberitahu oleh sekretaris CEO tersebut, bahwa CEO yang tak diketahui namannya siapa. Tak suka melihat ruangannya kotor maupun ada debu sedikitpun, jika sampai ada debu sedikit saja maka orang itu akan langsung dipecat. Rida yang mendengarkan dengan baik setiap diberitahu pun melaksanakan tugasnya tanpa melakukan kesalahan. Rida tak ingin sampai di pecat, mencari pekerjaan sangat susah baginya yang hanya tamatan SMP.
Rida yang masih membersihkan ruangan dibuat kaget suara pintu yang dibuka, sontak saja tubuhnya menegang. Sekretaris CEO juga mengatakan jangan sampai CEO masuk ruangan pekerjaan belum beres dan masih berada diruangan, CEO akan marah mengetahui masih ada orang diruangannya.
Avrian Lesham selaku CEO Lesham Corp. masuk ke ruangannya dan mendapati seorang perempuan berpakaian khusus pekerja OG masih berada diruangan, menunduk dan terdiam ditempatnya. Raut wajah Avrian langsung berubah marah melihatnya.
"Siapa kau? Mengapa masih berada diruangan saya?" cecar Avrian menatap tajam perempuan yang jaraknya beberapa meter darinya.
"Emm.. Mmaaf tu-tuan," cicit Rida menunduk ketakutkan mendengar suara berat seorang pria yang diketahuinya adalah CEO.
"Saya gak butuh maaf, saya tanya kamu siapa? Mengapa di jam segini masih berada diruangan saya, kau mau saya pecat sekarang juga hah, jawab! Jangan diam saja," bentak Avrian emosi mulai terpancing, dia tak suka melihat pekerjanya masih berkeliaran dalam ruangannya. Orang yang boleh berlama-lama dalam ruangannya hanya istrinya saja.
"Hiks, tolong jangan pecat saya tu-tuan," mohon Rida memberanikan diri mendongak menatap atasan, padahal itu malah akan membuat Avrian semakin marah.
"Masyaallah tampan sekali pria dihadapan ku ini." batinnya saat melihat wajah CEO. Dalam keadaan genting seperti ini Rida masih sempat saja memuji berucap dalam hati.
__ADS_1
Avrian memencet interkom yang terhubung dengan ruangan assisten sekaligus merangkap sebagai sekretarisnya.
"Rama! Keruangan saya sekarang cepat!" perintah Avrian melalui interkom.
Rama yang mendengar nada bossy atasan, Rama lekas terburu-buru keluar dari ruangannya dan mendatangi ruangan CEO. Sesampainya disana, barulah Rama mengerti mengapa bossnya meminta kesini.
"Berapakali sudah saya peringatkan, untuk mengosongkan ruangan saya ketika saya akan masuk. dan dia mengapa bisa masih berada dalam ruangan saya, apa kau tak mengecek ruangan ini sebelum saya masuk tadi." Avrian mengangkat jari telunjuk menggunakannya menunjuk Rida.
"Maaf tuan saya teledor untuk itu, tetapi saya telah memberitahu OG ini untuk cepat membersihkan ruangan tuan, sebelum anda memasukinya. Seperti pekerjaannya belum beres, hingga menyebabkannya belum keluar dan di tuan sudah keburu masuk," ucap Rama setenang mungkin.
"Rama kau taukan apa yang harus kau lakukan sekarang," ujar Avrian menoleh dan memberi kode pada assistennya.
"Baik tuan saya mengerti! Rida kamu bisa ikut saya sekarang," kata Rama memerintahkan Rida mengikutinya.
Rida mengangguk, sembari berjalan menunduk melewati CEO. Kini keduanya telah berada diruangan khusus para OG. Rida masih saja menunduk tidak berani juga menatap sekretaris CEO.
"Rida mengapa kau bekerja lambat sekali membersihkan ruangan CEO. Padahal kau sudah saya peringatkan untuk bekerja dengan cepat. Kau taukan konsekuensi dari kesalahan yang kau buat?!"
"Maaf Rida untuk hal ini saya tidak bisa menolong mu. Ini sudah keputusan dari tuan Avrian. Terima ini, semoga itu cukup untuk kehidupan mu sehari-hari, sebelum nantinya mendapatkan pekerjaan lagi." Rama sebenarnya tidak tega, tapi mau bagaimana lagi perintah boss adalah mutlak harus dilakukannya.
"Tapi-"
"Terimalah ini, saya tahu ini bukan hanya kesalahan sepele menurut saya. Tetapi tidak dengan boss saya. Saya akan mendoakan mu semoga cepat mendapatkan pekerjaan lagi," kata Rama menyerahkan amplop berisi gajih ke tangan Rida.
"Terimakasih," lirih Rida.
Rida berjalan membuka lemari loker, mengambil baju dan menggantinya. Lalu Rida berpamitan dengan teman-temannya yang lain.
__ADS_1
"Rida aku akan doakan kamu agar cepat mendapatkan pekerjaan."
"Aku juga sama akan mendoakan mu, kami disini pasti sangat merindukan rekan kerja sebaik kamu."
"Sykurlah akhirnya kau di pecat, aku senang sekali," ucap salah satu OG yang tak menyukai kehadiran Rida.
"Heh tutup mulut mu itu. Aku malah beraharapnya kau yang dipecat bukan Rida," bela teman sejawat Rida.
"Sudah-sudah kalian jangan bertengkar, aku tak mau kalian juga ikutan dipecat sepertiku. Kita masih bisa bertemu kok, kalian yang semangat bekerjanya." Rida melerai keduanya sebelum terjadi keributan.
"Hiks rasanya kami gak rela berpisah dengan mu. Kamu itu sangat baik."
"Sudah jangan menangis lagi! Kapan-kapan kita ketemu, aku pamit dulu ya teman-teman sejawatku," pamit Rida keluar dari ruangan OG. Lalu melangkah keluar melalui pintu belakang.
Rida menyusuri setiap jalan, kadang dia yang melihat seorang Ibu-Ibu yang tengah duduk mengharap belas kasihan orang lain tidak tega. Akhirnya hati terketuk dan memberikan sedikit rejeki pada Ibu-Ibu tersebut.
Rida memang terlalu baik terhadap orang-orang. Walaupun orang itu dikenal maupun jahat padanya dia tetap berlaku baik. Menurut tidak ada gunanya membenci orang yang jahat padanya.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
__ADS_1
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓