YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 97.


__ADS_3

Serra melangkah kakinya pelan menuju ruang tamu, dengan kepala menunduk. Serra tidak sanggup menatap wajah Arka maupun Rachel sekalipun. Hatinya kali sudah benar-benar hancur-sehancurnya dan bersamaan rasa kecewa menyelimutinya.


"Serra duduklah, dekat Alrez," suruh Alia.


"Oma kok-"


"Sudahlan Arka jangan banyak protes, diamlah!" ucap Devita memarahi putranya dan meminta tak protes.


Serra mengambil tempat duduk disamping uncle Alrez seperti perintah oma Alia.


"Jangan menangis, saya akan selalu bersama mu," bisik Alrez pelan. Serra tak menggubris sama sekali bisikan pria disampingnya.


"Begini Serra oma akan menjelaskan apa yang terjadi barusan. Kamu pasti heran dan kebingungan melihat ada kehadiran sahabat mu, sekaligus bersama kedua orang tuanya. Jadi maksud kedatangan mereka kesini yaitu memberitahu kami bahwa suami mu telah meng-"


"Suamiku menghamili sahabatku sendiri, aku sudah mendengar semuanya oma. Maaf memotong omongan oma," ucap Serra meminta maaf karena menyela omongan oma Alia yang belum selesai.


"Jadi bagaimana keputusan mu Serra! Apa kamu siap di madu atau bercerai dari Arka? Papa akan menerima keputusan mu, jika kamu ingin mengakhiri pernikahan ini papa sendiri akan bertindak membantu menyelesaikan," ujar Alka menatap menantunya.


"Ra! Aku mohon maafkan aku. Aku tidak mau menikahai Rachel, percaya aku hanya mencintai mu sayang." Ungkapan cinta yang keluar dari mulut Arka membuat Serra merasa muak mendengarnya.


Serra berdiri, melangkah mendekati Arka yang juga berdiri.


Plak! Serra melayangkan tamparan keras pada pipi kiri Arka.


"Cukup Arka! Cinta mu omong kosong, aku engga percaya kamu bisa berbuat sejauh ini. Sungguh aku sangat kecewa dan hatiku sakit," tanda Serra berteriak depan muka Arka dengan keadaan menangis.


"Sayang maafkan aku! Aku sama Rachel dijebak dengan minuman entah apa yang mereka masukan dalam minuman kami," ujar Arka mencoba menjelaskan pada Serra. Sayang sekali rasa kepercayaan Serra telah hilang untuk Arka.


"Papa aku ingin bercerai dengan Arka. Aku tidak akan sanggup harus menjalani pernikahan, jika harus di madu. Jadi lebih baik aku mengalah, menyerah dengan pernikahan ini," ucap Serra membuat Arka menggeleng-geleng tak terima keputusan sepihak dari istrinya.


"Aku tidak mau menceraikan mu, kamu akan tetap menjadi istriku satu-satunya bukan dia atau siapapun. Tidak ada yang bisa menggantikan mu." Arka menunjuk kearah Rachel yang duduk ditengah-tengah orang tuanya.

__ADS_1


Rachel berdiri dari tempat duduknya, "Arka kamu lupa dengan janji mu saat di hotel satu bulan yang lalu. Disana kamu mengatakan akan bertanggung jawab karena telah mengambil mahkota ku. Satu bulan aku menunggu kepastian dari kamu, kamu bilang mau menjelaskan pada orang tuamu, nyatanya keluarga mu baru mengetahuinya setelah papa ku kesini dengan menurunkan rasa malunya, membantu putrinya agar mendapatkan keadilan, disini aku meminta pertanggung jawabanmu seperti janji mu waktu ini." jelasnya panjang lebar.


"Aku juga minta terima keputusan Serra, ceraikan dia. Aku tidak mau di madu walaupun dengan sahabat ku sendiri," lanjut Rachel.


"Engga! Aku tidak mau berpisah dari Serra, aku hanya mencintainta," bantah Arka.


"Keputusan ku sudah bulat ka, besok aku akan keluar dari mansion ini." Setelah mengatakan itu, Serra lekas pergi masuk ke dalam kamar tamu dimana disana Ibunya tengah tertidur lelap.


"Serra pleasee maafkan aku!" teriak Arka, tak diperdulikan Serra sama sekali yang berjalan menjauhi ruang tamu.


Alrez yang melihat perdebatan di depan matanya hanya bisa tersenyum puas. Sekarang tinggal dirinya beraksi mendapatkan hati gadisnya.


"Jadi bagaimana keputusan mu Alka?" tanya Syahreza.


"Saya akan menikahkan putraku dengan putri mu Reza. Saya juga akan mengurus perceraian putra dan istrinya, sebab menantu ku sendiri telah memutuskan untuk mengakhiri pernikahan mereka," papar Alka.


"Aku tetap tidak akan mau menikahinya," bantah Arka lanta pergi menaiki tangga masuk dalam kamarnya.


Prang! Arka menghancurkan semua barang-barang dalam kamar dan melemparkan begitu saja, sebagian pecah dan beling berceceran kemana. Arka tak memperdulikan semua itu, hatinya sekarang benar-benar hancur bersamaan dengan keputusan Serra.


Arka menghempaskan punggung keranjang mereka dan menangis.


"Serra akan tetap menjadi istriku, tidak ada satupun orang yang boleh menggantikannya," gumam Arka.


Dalam kamar tamu Serra mengambil tas milik Ibunya. Serra mengemasi pakaian Ibunya, besok mereka akan meninggalkan mansion ini dan kembali ke kontrakan yang lama. Serra akan berusaha kuat menjalani kehidupannya sekarang. Ia juga akan berusaha melupakan Arka, suami yang sangat dicintainya dan nanti akan menjadi mantan suaminya. Sebentar itukah pernikahannya? Padahal mereka telah merancang masa depan bersama, tapi semuanya telah dihancurkan oleh Arka dalam sekejap.


"Huuh! Aku harus bisa tanpa dia," gumam Serra menangis berbaring samping ibunya.


...•••...


Pagi harinya, Serra keluar kamar bersama Ibunya yang dia tuntun. Serra melihat kedua mertua dan opa oma, serta uncle Alrez dan Liora. Mereka tengah sarapan bersama.

__ADS_1


"Serra tidak sarapan dulu," ucap Alia.


Serra menggeleng, "Aku sama Ibu mau langsung pamit saja oma," balasnya.


"Apa kau yakin ingin pergi sekarang, tidak menunggu sampai kalian resmi bercerai. Walaupun kau bukan istrinya Arka lagi nanti, saya tetap menyayangi mu sebagai anak saya sendiri, karena saya sudah menganggap mu seperti anak sendiri," ungkap Alka bangkit dan memeluk menantunya.


Rida hanya diam saja tak ingin ikut bicara, putrinya sendiri sudah menjelaskan padanya sehabis sholat subuh. Putrinya menceritakan kronologis mengapa bisa meminta cerai. Rida sebagai Ibu yang tak ingin putrinya semakin tersakiti, hanya bisa mendukung keputusan yang di buat oleh putrinya.


Devita dan Liora malah senang dan bahagia, melihat Serra dan Ibunya akan pergi dari mansion. Tanpa harus mereka merencakan apapun untuk membuat gadis itu pergi dari kehidupan keluarga mereka.


"Saya pun sama sudah menganggap seperti cucu saya sendiri, jadi jangan sungkan jika kau ingin berkunjung kesini menemui kami ataupu butuh bantuan," ucap opa Reno mengusap rambut Serra dengan sayang.


"Ya suamiku benar Serra, kau sudah kami anggap keluarga sendiri. Maafkan Arka telah menyakiti gadis sebaik kamu," sambung oma Alia.


Serra tersenyum, "Makasih semua telah menerima ku dengan baik di keluarga ini, maaf aku belum bisa menjadi cucu menantu yang kalian harapkan. Aku juga mendoakan semoga pernikahan Arka nanti berjancar tanpa halangan, dan Arka mau berubah menerima sahabat ku Rachel dan mencintainya," ucapnya panjang lebar.


"Dan untuk tinggal disini sebelum kami resmi bercerai. Sepertinya aku tidak sanggup pa," ujar Serra.


"Tidak papa nak, papa memaklumi mu. Ini benar-benar sulit untuk diterima dan dimaafkan. Papa berharap suatu hari nanti kamu menemukan pria yang mencintai mu. Pria itu bisa membahagiakan mu," ucap Alka.


Serra mengangguk, "Semua aku pamit!"


"Serra tunggu!" sergah Alrez membuat semua mata menatap kearahnya.


"Ada apa uncle?" tanya Serra.


"Biar saya antar kamu, jangan menolaknya." Alrez menggeser kursinya dan melangkah mendekati Serra dan Ibunya. Mengambil alih tas dari tangan Serra.


...****************...


TBC

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejakt kalian yaitu vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.


Yuk follow ig author : @dianti2609


__ADS_2