YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 106.


__ADS_3

Hari ini merupakan hari pernikahan Arka dan Rachel. Acara ijab kabulnya berjalan lancar, seluruh tamu undangan bersalaman memberika ucapan selamat kepada pengantin.


Semantara di lain tempat seorang gadis tengah berada dalam mobil bersama pria dewasa yang menjemputnya untuk datang menghadiri pernikahan. Serra merasa heran karena laju mobil melambat, dan sopir membelokan mobil berhenti di depan sebuah salon kecantikan.


"Loh uncle mengapa kita kesini, kita kan mau pergi keacara pernikahan. Uncle lagi gak ngerjain aku kan," ucap Serra menatap Alrez mencari sebuah jawaban dari wajah pria dewasa disampingnya.


"Ikut saya turun, nanti kamu akan tau sendiri. Mengapa saya bawa kamu kesini," ujar Alrez menyuruh gadisnya agar mengikutinya.


"Uncle jangan bercanda ini gak lucu tau, ini udah mau jam berapa. Kita udah telat banget," ucap Serra dengan ekpresi lucunya.


"Hei? Saya sedang tidak bercanda ra, tujuan saya membawa mu ke sini untuk merias wajah dan menata rambut mu. Itu saya lakukan bukan karena ingin menunjukkan kecantikan mu pada Arka. Saya tidak ingin kamu dipandang rendah oleh orang-orang disana, saya mau orang-orang tahu bahwa kamu tidak seburuk yang mereka pikirkan," ucap Alrez begitu serius namun juga terdengar lembut serta mengusap pipi gadisnya membuat kedua mata itu terkunci dalam satu pandangan.


"Apa uncle malu berjalan bersama ku? Jika iya aku bisa pergi sendiri, uncle tak perlu menjemput atau menemuiku. Itu hanya membuang waktu saja," ujar Serra dingin dan meronta melepaskan diri dari Alrez.


Ketika Serra akan turun tangan Alrez menahan lengan gadisnya, "Ra maksud saya bukan begitu, saya tidak ada sedikitpun rasa malu saat bergandengan tangan dengan mu, saya hanya ingin menutup mulut orang orang yang merendahkanmu itu saja, tolong percaya sama saya." Alrez menatap Serra penuh permohonan.


"Aku engga papa uncle, aku merasa nyaman dengan penampilan. Tapi jika niat uncle baik, oke aku mau menurutinya," ucap Serra menyetujuinya.

__ADS_1


Mereka akhirnya turun bersama dari mobil dan memasuki salon tersebut. Serra lantas di minta untuk masuk ke ruangan, semantara Alrez menunggunya di luar. Dalam waktu 30 menit mereka selesai merias Serra sesuai permintaan Alrez.


"Gimana tuan, apa kekasih anda sudah terlihat cantik?" ucap pegawai salon bertanya.


Sedangkan Serra menunduk malu mendengar perkataan pegawai wanita di sampingnya yang menanyakan sesuatu pada Alrez.


"Heum, kerja kalian bagus! Saya akan memberikan tips untuk kalian," ujar Alrez dengan pandangan mata tidak lepas menatap Serra. Sungguh gadis nampak cantik, membuat terpikat.


"Uncle apa kita akan terus berada disini," tegur Serra membuyarkan lamunan Alrez.


Pegawai yang merias Serra nampak tersenyum melihat kedua pasangan yang barusan keluar meninggalkan salon mereka.


Tiba ditempat berlangsungnya acara pernikahan tersebut, Alrez dan Serra turun dari dalam mobil. Kamera menyorot ke arah mereka berdua, mengambil foto keduanya. Bahkan semua orang turut memandang ke arah mereka berdua. Ada yang berbisik membicarakan mereka berdua.


"Wahh mereka nampak serasi."


"Keliatan sebentar lagi pemilik kantor Eldrick's Corp, yaitu tuan Alrez akan melepas masa lajangnya."

__ADS_1


"Benar sekali! Saya engga sabar menunggu surat undangannya."


"Ya kau benar, saya pun sama engga sabar. Pasti pesta pernikahan akan sangat mewah dan meriah. Kemungkinan kurang lebih begini, atau lebih meriah lagi."


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓

__ADS_1


__ADS_2