YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 13


__ADS_3

Serra memasuki kelas dan langsung duduk di bangkunya. Gadis itu mengeluarkan buku mata pelajaran hari ini. Membaca sebentar, lalu menaruh di laci mejanya.


Tidak berselang lama semua siswa/i di kelas berdatangan, termasuk kedua sahabat juga telah datang.


Rachel langsung duduk di bangku sebelah Serra, sedangkan Nabilla duduk di bangku depan. Nabilla menghadap belakang untuk mendengar cerita Rachel sahabat mereka yang sangat menghebohkan selalu tahu akan gosip apapun itu di sekolah.


“Guys kita ke cafe yuk hari ini. Tenang gue yang traktir,” ujar Rachel mengajak kedua sahabatnya.


“Tumben banget lu baik. Kesambet apa lu,” ucap Nabilla mengatai Rachel.


“Billa engga boleh gitu. Mungkin aja hari ini Rachel lagi bahagia,” kata Serra membuat wajah Rachel yang tadi masam langsung ceria mendengarkan perkataan sahabat cantiknya.


“Nah ini baru sahabat gue. Engga kayak lu tau ngatain gue mulu. Giliran baik di bilang tumben, giliran pelit di sumpah. Aneh lu...” Ucap Rachel bersungut-sungut.


“Lagi ngomongin gue pasti ya?” Aldo yang baru datang langsung menghempaskan pantat di bangku sebelah Nabilla.


“Pede banget lu. Engga ada faedahnya ngomongin lu,” dengus Nabilla.


“Mulut lo Bill minta di cium.” Bukan marah Aldo malah menggoda teman sebangkunya yang bermulut pedas.


“Cium aja kalau lo berani,” tantang Nabilla menatap cowo di sampingnya.


Aldo yang tertantang, mendekatkan wajah. Sekarang wajah mereka hanya berjarak beberapa senti saja. Aldo terus mendekatkan sampi berpindah ke samping, bibir tepat berada di telinga Nabilla. Cowo itu berbisik pada gadis yang berani menantangnya.


“Sorry, bukan gue engga berani cium lo. Tapi bibir gue buat seseorang yang gue cintai...” Bisiknya.


Deg! Hati Nabilla seperti tertancap ribuan belati mendengar bisikan Aldo, cowo yang membuat hatinya berdebar setiap saat. Tetapi sekarang apa yang di ketahuinya membuat ingin menangis sekarang juga. Selama ini Nabilla menyukai cowo di sampingnya, tanpa berani mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya. Nabilla malu mengatakan cinta duluan, karena dirinya cewe yang tidak gampang mengungkapkan seperti cowo.


“Yahh! Gue kira lu beneran mau cium sahabat gue. Padahal kita berdua udah nungguin, ehh malah meleset,” kata Rachel kecewa dengan mimik wajah yang dibuat-buat.


“Ehh.. gue ke toilet dulu. Ada yang mau ikut?” Nabilla bertanya pada kedua sahabatnya, takut diantara keduanya ada yang mau ikut ke toilet bersama.


“Kita di kelas aja Bill. Tapi misalkan kamu minta temani, ya aku temanin,” ucap Serra.


“Engga usah Ra. Gue ke toilet sendirian aja. Nanti kalau ada guru ijinin gue ya kalau misalkan gue belum kembali juga dari toilet...” Serra mengangguk.


“Minggir! Gue mau lewat,” ketus Nabilla meminta Aldo memberinya jalan keluar.


“Sensi amat neng, gara-gara ga gue cium,” goda Aldo.

__ADS_1


PLAK! Nabilla memukul kepala ada menggunakan buku. Lalu setelah berjalan cepat keluar meninggalkan Aldo yang berteriak kesakitan.


“Arghh sakit banget kepala gue. Sialan tu cewek bar-bar banget sih,” umpat Aldo tanpa tahu tatapan Rachel sudah seperti harimau yang siap menerkam mangsanya.


Rachel menoyor kepala Aldo dengan santainya. Rachel tidak terima sahabatnya di katain sialan oleh cowo di depannya ini.


“Aduh, lo lagi kenapa noyor kepala gue. Sakit bego,” bales Aldo menoyor kepala Rachel.


“Aldo jangan kasar dong sama sahabat aku,” marah Serra pada cowo di depannya.


“Dia duluan Ra noyor kepala aku. Sakit banget tau,” kata Aldo bernada manja bebicara pada Serra.


“Salah kamu juga ngatain sahabat kita. Aku juga engga terima kamu kasarin sahabat aku...” Serra yang kesal sudah di ubun-ubun ikutan menoyor kepala Aldo.


Saat mendapatkan toyoran dari Serra, bukan merasa sakit Aldo malah merasa senang. Cowo itu menganggap toyoran dari Serra seperti mengusap rambutnya.


“Kok lo engga kesakitan ditoyor sama Serra?” Tanya Rachel mendelik.


“Toyoran Serra emang engga sakit. Malah kayak usapan menurut gue.” Katanya santai.


“Stres gue rasa ni cowo. Mana ada toyoran di bilang kayak usapan. Gila-gila lo...” Rachel tertawa mengejek.


“Ra coba chat Billa, bilangin guru udah mau masuk,” suruh Rachel meminta Serra memgirimkan sebuah chat untuk Nabilla yang masih berada di toilet.


“Oke, bentar aku chat dulu..” Serra mengambil handphone dalam tas dan mengirimkan pesan pada Nabilla memberitahukan bahwa guru akan masuk ke kelas mereka..


.


.


Di dalam salah satu bilik toilet. Nabilla tengah menangis sejadi-jadinya. Menumpahkan air mata sepuasnya, biar nanti ia akan mencari alasan jika sahabat bertanya tentang mengapa dengan matanya yang sembab.


“Dasar cowo sok kegantengan. Di kira gue mau di cium dia, ogah gue..” Gerutunya.


Ting! Sebuah pesan masuk di handphonenya. Nabilla segera membukanya whatsapp ternyata chat dari Serra.


Serra cantik


Bill guru mau masuk. Kamu masih lama di toiletnya?

__ADS_1


^^^Ra kayak gue engga masuk kelas dulu deh. Gue gaenak badan, ini gue lagi di uks..^^^


Oke, udah aku ijinkan Bill. Kamu di uks aja ya, nanti pas istirahat aku sama Rachel kesana bawain makanan..


^^^Makasih Serra cantik.. Gausah Ra nanti biar gue nyusulin kalian ke kantin.^^^


Engga! Pokoknya kamu di uks aja. Biar aku sama Rachel aja yang kesana..


^^^Yaudah terserah kalian lah.^^^


Obrolah di chat mereka berakhir. Nabila yang sudah merasa cukup puas menangis, membasuh wajahnya. Barulah keluar dari bilik kamar mandi menuju uks untuk beristirahat disana menenangkan dirinya.


Sedangkan dalam kelas Rachel bertanya ke Serra apa yang terjadi dengan Nabilla sehingga memilih berada di uks. Seingat Rachel, Nabilla baik-baik saja tadi di kelas. Lalu mengapa tiba-tiba gadis itu sakit.


“Sepertinya ada yang aneh,” kata Rachel memelankan suaranya agar tidak kedengaran guru di depan yang sedang mengajar.


“Aneh kenapa chel? Kamu nih ada ada aja orang sakit malah di bilang aneh,” ujar Serra berkata pelan juga.


“Ya aneh aja ra. Perasaan tadi di kelas anak itu baik-baik aja deh. Gue rasa sakitnya Billa jangan-jangan ada hubungannya sama Aldo...” Rachel menatap orang yang duduk dibangku depannya.


“Lah kok gue. Teman lo sakit malah salahin gue, emang gue ngapain teman lo, gue tanya?”


“Yah pokoknya karena lo. Gue engga mau pokoknya nanti lo ikut kita ke uks dan minta maaf sama Nabilla,” tegas Rachel.


“Ogah gue.” Tolaknya mentah-mentah.


“Lo-“


“Yang di belakang jika masih bicara silahkan keluar dari kelas...” Tegur guru di depan yang tengah mengajar.


“Udah chel, nanti aja kita bahas masalah ini setelah istirahat. Jangan sekarang oke!” Seru Serra meminta sahabatnya agar tenang.


Mereka mendengarkan penjelas guru di depan dengan tenang.


****


Bersambung. . .


Jangan lupa tinggalkan jejakt kalian yaitu vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.

__ADS_1


Yuk follow ig author : @dianti2609


__ADS_2