
Serra menguraikan pelukan Aldo dan melihat wajah lelaki itu menangis menatapnya sendu.
"Aldo kenapa nangis?" tanya Serra.
"Gue baru dikasih tau, ternyata lo kembaran Aiden dan lo sepupu gue," ucap Aldo sedih karena mengetahui tentang ini paling terakhir.
Alrez merasa sedikit lega setelah mendengar pernyataan lelaki yang memeluk istrinya tanpa seizin dirinya. Tetapo tetap saja Alrez tak terima istrinya dipeluk oleh lelaki didepannya.
"Sekarang kamu udah taukan aku sepupu mu juga, makasih ya selama ini kamu udah baik banget sama aku," ucap Serra.
Aldo mengangguk, "Mengapa lo nikah secepat ini ra, kenapa ga lanjut kuliah aja," ujarnya.
"Eum, aku memang engga ada niat mau lanjut kuliah Aldo," kata Serra.
"Apa ini karena om ini yang maksa lo buka nikah ra," tuduh Aldo menunjuk Alrez.
Serra menggeleng, "Semua ini keputusan ku sendiri tanpa adanya paksaan dari pihak manapun, aku mencintai mas Alrez sebaliknya mas Alrez juga mencintaiku. Jadi pernikahan ini terjadi tidak ada unsur pemaksaan, kami saling mencintai." tegasnya menjawab.
Aldo dirundung kesedihan dan rasa kecewa sekaligus. Andai saja dia mengetahui lebih awal kalau ternyata Serra adalah sepupunya, mungkin perasaan cintanya tak akan tumbuh.
"Aldo," seru Serra memegang kedua bahu Aldo.
"Aku paham, di dalam hati kamu pasti sakit dan kecewa bersamaan. Karna tau aku adalah sepupu, sampai kapanpun kita tidak akan bisa bersatu," kata Serra menepuk dada Aldo pelan.
__ADS_1
"Satu hal yang perlu kamu ketahui Aldo. Meskipun kita bukan saudara, sedikitpun aku tidak menaruh perasaan untukmu. Maaf tapi aku harus jujur, walaupun sangat menyakitkan didengar, tapi aku yakin kamu bisa mendapatkan perempuan yang lebih baik dari aku," lanjut Serra mengungkap semua yang perlu Aldo ketahui agar menyadarinya, ia tak ingin sepupunya berlarut-larut menyimpan cinta untuk dirinya, ia mau sepupunya menemukan kebahagiaan bersama orang lain yang juga mencintainya.
"Boleh aku peluk kamu sekali lagi," ucap Aldo meminta izin.
Serra melirik suaminya meminta persetujuan. Alrez mengangguk memberikan izin.
"Hanya semenit, lebih dari itu saya tendang kamu," sarkas Alrez cemburu.
"Iya om, terimakasih," balas Aldo langsung memeluk Serra.
"Semoga kamu bahagia, aku akan menghilangkan rasa cinta ini dan mengubahnya menjadi rasa sayang," tutur Aldo.
"Aku akan mendoakan mu semoga menemukan orang yang tepat," ucap Serra mengusap punggung Aldo.
Aldo lantas mengurai pelukannya, "Om titip sepupu aku, tolong bahagiakan dia. Jangan sakitin dia, sudah cukup selama ini dia hidup menderita." Pesan Aldo untuk Alrez.
"Hem, tidak perlu memberitahu saya. Saya pasti akan membahagiakan istri tercinta saya dengan segenap jiwa," tukas Alrez mendengkus mendengar pesan dari lelaki didepannya.
"Segeralah turun, tamu lainnya juga ingin bersalaman," usir Alrez.
Aldo lekas turun bergabung bersama keluarga yang lain. Sedangkan Alrez dan Serra tetap menyalami tamu yang baru berdatangan.
Alrez melirii Serra sepertinya kelelahan menyalam banyaknya tamu undangan malam ini. Alrez merasa dirinya tak harus bertanya lagi pada istrinya, sebab wajah istrinya sendiri sudah menunjukkannya.
__ADS_1
"Mas, mau bawa aku kemana. Acara kita belum selesai," pekik Serra dalam gendongan Alrez.
"Kita istirahat saja, biarkan mereka tetap melanjutkan pestanya. Mas tau kamu kecapean," ujar Alrez.
"Aduh mas, aku malu dilihatin tamu undangan," bisik Serra melirik semua orang memandang kearahnya.
"Berapa kali mas bilang jangan perdulikan orang lain sayang, kamu harus lebih percaya diri," ucap Alrez.
"Ishh nyebelin banget," kesal Serra memukul bahu suaminya.
Alrez merasakan pukulan Serra dibahu sama sekali tidak ada rasanya. Bahkan ia sendiri malah menikmatinya. Dalam gendongan suaminya, seperti biasa Serra akan menyembunyikan wajahnya di dada bidang, tempat ternyaman baginya.
...****************...
To be continue. . .
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaitu rate, vote, like, comennt dan gifts agar author semakin semangat updatenya.
Yuk follow ig author : @dianti2609
__ADS_1