YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 51


__ADS_3

Sinar matahari yang menyilaukan masuk ke celah gorden membangunkan cowo yang masih bergelung dalam selimutnya. Cowo itu adalah Arka, perlahan mata yang terpejam terbuka sempurna.


Arka melihat jam di handphonenya menunjukkan pukul sembilan pagi. Arka juga mendapat chat whatsapp dari Alrez unclenya, cowo itu langsung membuka chat masuk tersebut untuk mengetahui isi pesannya


Uncle Arlez📲


Arka kalau kau bangun, pergilah ke rumah sakit xxx. Ibu mertua mu baru saja mengalami kecelakaan tadi malam.


Seketika Arka kepikiran dengan keadaan Serra. Pasti istrinya terpukul dengan musibah yang menimpa ibunya.


"Aku harus bersiap sekarang dan pergi ke rumah sakit."


Arka yang sedari tadi belum menyadari kalau dirinya tidak memakai pakaian sehelai benang pun. Mungkin kalau tidur tidak memakai baju itu sudah biasa di kalangan cowo-cowo. Ini cowo itu sama sekali tidak memakai apapun di seluruh tubuhnya. Saat kaki menyentuh lantai barulah tersadar bahwa tidak ada pakaian sehelai pun di tubuhnya.


"Astagfirullah, apa semalam aku melepaskan semua baju ku," katanya ngomong sendiri, bingung melihat dirinya sendiri.


Arka mengerutkan dahinya, merasa aneh karena tak mengingat apa yang terjadi dengan dirinya semalam. Seingatnya ia tak pernah sekalipun tidur tidak menggunakan pakaian. Biasanya ia paling melepas bajunya saja saat ingin tidur.


"Arghh, sudahlah. Mungkin benar aku melepaskan seluruh pakaian ku tanpa di sadari."


Arka memutuskan masuk ke dalam kamar mandi membersihkan dirinya. Arka menghabiskan waktu sekitar lima belas menit untuk mandi. Tanpa berlama-lama cowo itu telah siap dengan memakai pakaian santainya.


Hari ini Arka tidak akan masuk sekolah, alasanya adalah sudah terlambat. Tapi yang terpenting adalah menemui istrinya yang pasti berada di rumah sakit.


Arka berjalan ke meja makan, memakan roti tawar dengan di olesi selai, lalu meminum air putih. Setelah melanjutkan langkahnya, sampai melewati ruang tamu mamanya mencegat.


"Arka mau kemana? Rapi sekali, kamu tidak masuk sekolah hari ini," ujar mama Devita menutup majalah di tangannya.


"Iya mah, aku sudah sangat terlambat jika pergi ke sekolah. Jadi hari ini aku memutuskan untuk ke rumah sakit." Arka malah keceplosan mengatakan tujuannya.


"Rumau sakit! Siapa yang sakit?" tanya mama Devita menatap putranya.


"Ibu mertuaku mah, tadi malam mengalami kecelakaan. Jadi aku harus kesana menemani istriku," jawab Arka jujur, ia juga sudah terlanjur keceplosan tadi.

__ADS_1


"Oh, yasudah pergilah," kata mama Devita.


"Tumben sekali mamanya tidak melarangnya, biasnya mama akan marah. Tapi syukurlah kali ini mamanya mengerti." batin Arka senang.


"Kalau gitu aku berangkat mah." Pamit Arka.


•


•


Arka menyusuri lorong rumah sakit, seketika berhenti melangkah.


"Aku kan tidak tahu kamar rawatnya." Arka lalu berbalik arah, melangkah menuju bagian administrasi untuk bertanya.


"Sus pasien atas nama Rida Cahyani di kamar rawat nomor berapa ya?" tanya Arka.


"Ibu Rida Cahyani berada di kamar VIP nomor xx. Berada di lantai 2," jawab suster memberitahu.


Tokk... tokk..


Serra yang telah selesai membersihkan badan ibunya. Mendengar pintu yang di ketuk segera pergi membukanya.


"Arka!" Serra menghambur ke pelukan suaminya.


Beberapa detik saja Serra melepaskan pelukannya. Lalu membawa Arka masuk dan menutup pintunya.


"Gimana keadaan ibu?" tanya Arka saat melihat mertuanya terbaring di brankar ranjang rumah sakit.


"Keadaan ibu alhamdulillah baik, hanya saja ibu mengalami kebutaan," ujar Serra sedih saat menjelaskan pada Arka.


"Kamu yang tabah ya sayang. Aku bakal minta bantuan papa buat mencarikan donor mata buat ibu." Arka memeluk istrinya, mengusap-usap punggungnya dengan sayang.


"Ka, aku tidak tega membiarka ibu sendirian di kontrakan. Jadi aku mau bersama ibu dan mengurusnya, apa boleh?"

__ADS_1


"Boleh dong sayang, nanti kalau Sandra sudah pulang. Aku akan menjemput dan membawa ibu sekalian tinggal bersama kita."


"Tapi apa mama memberikan izin."


"Aku akan usahakan sayang, kamu tenang saja."


"Makasih sayang." Serra memeluk suaminya lagi.


"Ra, apa tadi uncle kesini?" tanya Arka.


"Eung, i-iya..." Serra gugup menjawabnya. Ia takut Arka berpikiran macam-macam tentangnya dan uncle Alrez.


"Kenapa kamu gak hubungi aku sayang, kalau ibu kecelakaan."


"Semalam aku panik sampai lupa membawa handphone. Maafin aku ya.."


"Gak usah minta maaf sayang, kamu gasalah."


Keduanya pun memilih duduk di sofa. Serra bersandar di dada bidang Arka mencari kenyamanan.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓

__ADS_1


__ADS_2