YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 78.


__ADS_3

"Kamu tenang ya, saya akan mencari siapa pelakunya," ucap Alrez mengelus lembut kepala Serra.


Serra menurunkan tangan Alrez dari rambutnya, "Tetap saja uncle bersalah, harusnya uncle tidak menyentuhku. Uncle bisa membiarkan aku sendirian di kamar." ketusnya.


"Saya tidak bisa membiarkan mu sendirian dalam keadaan pengaruh obat ra. Percayalah saya cuma melindungi mu, walaupun sebenarnya cara saya salah. Saya melakukan itu untuk menghilangkan efek dari minuman dan obat yang dicampurkan, untunglah obat yang di campurkan cuman sedikit, jadi pengaruhnya tak terlalu kuat."


"Memangnya jenis obat apa itu sebenarnya? sampai ngebuat aku kepanasan," ujar Serra bertanya dengan polosnya.


"Kamu tidak tahu?" Alrez malah bertanya balik. Semantara Serra menggeleng tidak tahu.


"Obat itu adalah yang bisa membuat menjadi bergairah."


"Aku gak paham maksud uncle.."


"Obat perangsang. Orang itu telah memberikan mu wine yang sudah di campur obat tersebut."


"Mengapa orang sangat jahat sekali, padahal aku tidak mempunyai musuh sama sekali," ucap Serra.


"Bukan musuh kamu, tapi lebih tepatnya musuh saya. Saya sudah mengerahkan anak buah saya agar menangkap pelaku."


"Lalu kenapa harus membalasnya ke aku, kan bisa balas ke uncle."


Tiba-tiba handphone Alrez berdering di meja nakas, Alrez dengan cepat mengangkat telpon dari Reno papanya.


"Halo ada apa pa?"

__ADS_1


"Alrez cepat pulang sekarang, papa tunggu di mansion Alkavero."


Tegas Reno di seberang telpon, dari suaranya terdengar marah. Bahkan belum sempat Alrez bicara telponnya sudah di matikan sepihak.


"Ada apa uncle?" tanya Serra.


Alrez malah menghendikan bahu, "Sekarang kamu mandi, kita akan segera pulang." suruhnya.


Serra menurut saja, kembali ke kamarnya lewat pintu penghubung. Serra bercermin dalam kamar mandi, melihat pantulan dirinya di cermin tersebut, membuat tangisnya seketika pecah. Serra teriris, mengingat apa yang telah dialaminya. Serra masih bersyukur makhotanya masih terjaga.


Alrez yang telah bersiap mengetuk pintu kamar Serra. Menunggu gadis yang berada dalam kamar membukakan pintu.


"Kamu sudah siapkan?" Serra menjawabnya dengan sebuah anggukan.


"Ayo! kita sarapan dulu di restoran dekat sini," ucap Alrez.


•


Di mansion Alkavero, tepatnya diruang tamu. Reno dan Alia pagi sekali datang ke mansion Alka anak tertua mereka. Ada hal lain yang mau mereka bicarakan, maka dari itu keduanya datang.


Alka merasa suasana sangat menegangkan, apalagi wajah Reno terlihat dingin. Biasanya tiap kali Reno datang pasti akan mengabari lebih dulu, tapi kali ini Alka benar benar terkejut dengan kedatangan sang papa yang tiba-tiba.


"Pa-"


"Jangan bertanya Alka, kita tunggu saja kedatangan Alrez dan kamu akan tahu nanti, kenapa papa datang ke mansion mu tanpa memberi kabar." Reno memotong omongan Alka.

__ADS_1


Alka akhirnya diam, tidak mengeluarkan suara lagi. Alka menuruti seperti yang papanya bilang, dia akan tau nanti saat Alrez adiknya datang kesini.


"Ma, apa yang terjadi, kenapa wajah papa terlihat marah?" Devita bertanya dengan berbisik ke mama mertuanya yang duduk berdekatan dengannya.


"Mama juga kurang tau Dev, yang mau tau tadi pagi setelah mendapatkan paket dari seseorang papa langsung mengajak mama kesini. Belum sempat mama bertanya," ucap Alia bicara berbisik juga.


"Memang apa isi paketnya mah?" Tanya Devita kembali.


"Nah itu juga yang mama mau lihat, tapi keburu di umpatin sama papa. Padahal mama juga penasaran, karena paket itu yang ngebuat papa auranya berubah," ucap Alia.


"Tapi mama lihat sekilas paketnya, kaya foto. Entahlah foto siapa," lanjut Alia.


Devita hanya mengangguk saja, sedikit mengerti dengan apa yang terjadi sampai kedua mertuanya datang ke mansion mereka.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.

__ADS_1


Terimakasih💓


__ADS_2