YOU'RE MINE, SERRA

YOU'RE MINE, SERRA
Bagian 115.


__ADS_3

"Serra!" panggil seseorang, suara berat milik pria yang selama ini selalu ada didekatnya dan membantu dirinya saat dalam kesusahan. Ya, Serra sangat mengenalinya, siapalagi kalau bukan Alrez.


"Uncle ngapain malam-malam kesini," ujar Serra merasa jengah dengan kehadiran Alrez yang selalu berkunjung ke kontrakannya.


Serra merasa tidak nyaman dengan warga disini, mungkin sebagian orang akan berpandangan baik, tapi mana tahu sebagian lagi berpadangan buruk. Ia tidak ingin sampai diusir dari tempat tinggalnya, sebab ia dan Ibunya sudah merasa nyaman. Mereka sudah tinggal disini sejak ia pertama kali masuk SMA. Awalnya mereka tinggal di perdesaan, saat SMP ia merupakan murid yang pintar dan selalu mendapat peringkat pertama dari satu angkatan, maka dari itu ia bisa mendapatkan beasiswa untuk masuk sekolah terkenal akan fasilitas yang mewah. Begitulah ceritanya mengapa mereka memutuskan pindah ke kota dan memilih tinggal di gang sempit ini.


"Mau jenguk Ibu, bolehkan?"


"Kok uncle tau Ibu ku sakit, jangan bilang uncle nyuruh orang buata ngawasin aku," ucap Serra seraya menatap garang Alrez.


Alrez malah tersenyum, baginya tatapan gadisnya sangat lucu ketika menatap garang padanya.


"Oh tuhan rasanya aku tidak tahan untuk menciumnya," batinnya.


"Uncle mending pulang sana, besok aja uncle balik kesini," kata Serra berlari mendahului Alrez agar bisa cepat sampai kontrakan dan mengunci pintunya agar Alrez tak bisa masuk.


"Serra tungguin saya, jangan berlari atau nanti kau akan tersandung," teriak Alrez memperingati gadis nakalnya.


Tanpa memperdulikan teriakan orang dibelakangnya, Serra tetap terus berlari sampai tidak melihat lagi kearah jalan dan menabrak dada bidang seseorang.


"Maaf, maafkan aku tidak sengaja," ucap Serra menunduk.


Lelaki didepannya malah bingung menatap aneh gadis didepannya yang malah meminta maaf, padahal dia merasa santai saja.


"Hey? saya baik baik saja, tak usah meminta maaf," ujar Rafael, orang yang ditabrak tanpa sengaja oleh Serra.


"Sayang! Sudah saya bilang jangan lari-lari, kamu bandel banget kalau dibilangi," omel Alrez saat sampai dekat Serra.


"Semua ini gara-gara uncle, coba aja uncle gak kesini. Aku gak mungkin lari-lari, ini sudah malam uncle, besok aja kesini jenguk Ibu. Engga enak sama warga, nanti yang ada malah di grebek," kata Serra bersungut-sungut. Mengusir Alrez secara halus itu gak mempan kecuali dengan cara mengunci pintu rumahnya. Tetapi sudah terlambat, karena Alrez berhasil menyusul dirinya.

__ADS_1


"Saya kesini ada tujuan lain yang mau saya omongin empat mata sama kamu. Sangat penting sekali, menyangkut kita berdua kedepannya," ucap Alrez serius.


Serra memutar bola matanya malas. "Uncle ngomongin hal pentingnya bisa besok kan. Sekarang lebih baik uncle pulang atau, aku gak mau ketemu dan ngeliat uncle kesini lagi," ancamnya.


"Ekhem!" deham Rafael sedari tadi hanya menjadi penonton dalam perdebatan kedua orang didepannya.


Kini kedua teralihkan dengan satu suara dehaman seseorang, yang ternyata mereka lupakan bahwa masih ada satu orang lagi selain mereka berdua.


"Kalau mau dilanjut silahkan, saya masih bisa menunggu beberapa menit lagi," sambung Rafael sembari menyilangkan tangan.


"Anda siapa? Berdiri depan kontrakan gadis saya?" cecar Alrez menatap tampang lelaki dihadapannya mencurigakan.


"Saya kesini ingin bertemu dengan orang yang tinggal dikontrakan ini," jawab Rafael tenang.


"Kalau boleh tau, nama orang yang mas cari siapa? Siapatau orang yang mas cari udah pindah dan digantikan oleh saya dan Ibu saya. Kami sudah tiga tahun tinggal disini," ujar Serra.


Rafael seakan bicara sendiri, karena Serra malah berpikir atau menebak ada keperluan apa lelaki didepannya mencari Ibunya. Kalaupun orang didepannya adalah penagih utang sepertinya tak mungkin, masalahnya Ibunya sangat anti dalam berhutang, jadi sudah jelas tujuan orang didepan bukan masalah utang piutang.


"Mbanya kenal dengan Ibu Rida Cahyani!" ujar Rafael.


"Ya dia Ibu saya, ada ya mas mencari Ibu saya?" balas Serra bertanya.


"Bolehkan kita bicara didalam rumah saja mba, saya tidak enak jika menjelaskan maksud dari kedatangan saya kesini diluar kaya gini. Kurang nyaman jika dilihat orang yang lewat," ucap Rafael berhati-hati dalam bicara, agar gadis didepannya tak tersinggung.


Sebelum menyetujui permintaan orang dihadapannya, Serra melirik Alrez disampingnya.


"Uncle juga ikut," ajak Serra, tak mungkin ia menerima tamu tidak dikenal sendirian. Takut diapa-apain, apalagi ini sudah malam.


Alrez tersenyum, ternyata gadisnya meminta untuk ikut masuk ke dalam. Mereka pun masuk ke dalam kontrakan kecil, dimana dalam kontrakan tersebut tidak ada kursi, jadi harus duduk di bawah dengan alas karpet dan ambal.

__ADS_1


Rafael memperhatikan setiap sudut kontrakan, yang kecil dan punya dua kamar. Dia tebak pasti kamar tidak besar. Karena terlihat dari kontrakan yang kecil ini.


"Maaf mas, disini tak ada kursi maupun sofa. Jadi kalau mau duduk harus dibawah," ucap Serra.


"Oh enggak apa mba. Mba bisa menunggu lima belas menit lagi boss saya sampai kesini. Biar boss saya yang menjelaskan pada mba," kata Rafael meminta agar perempuan didepannya mau menunggu kedatang bossnya.


"Eum bisa mas, saya tinggao bentar buatkan minum." Serra berdiri dari duduknya melangkah kedapur untuk membuatkan minuman hangat.


"Tidak bisakah anda saja yang menjelaskan, apa ini hal yang penting dan sangat privasi untuk diceritakan oleh anda sendiri," lontar Alrez mendengkus kesal.


"Benar sekali yang anda katakan. Ini sangat privasi, yang tau cerita sebenarnya hanya boss saya, jadi ini bukan ranah saya untuk menjelaskannya. Ibu Rida Cahyani adalah orang yang selama ini boss saya cari-cari keberadaan," papar Rafael.


"Ada hubungan apa boss anda dengan calon mertua saya," ujar Alrez menganggap Rida sebagai calon mertuanya.


"Nanti saja, anda pasti juga akan tahu semuanya," ucap Rafael.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓

__ADS_1


__ADS_2